Sering Sakit Kepala? Mungkin 5 Faktor Ini Penyebabnya

Sakit kepala sering kali membuat kita tak nyaman. Selain fokus menjadi berkurang, aktivitas juga akan terhambat. Namun, sering kali kita tidak menyadari faktor penyebab munculnya sakit kepala dan selalu mengatasinya dengan obat pereda nyeri, padahal belum tentu penyebabnya datang dari masalah kesehatan. 

Umumnya, sakit kepala disebabkan oleh aktifnya saraf nyeri di kepala akibat gangguan pada kepala atau bagian tubuh lain. Ada beberapa hal yang bisa menjadi pemicu aktifnya saraf nyeri ini, mulai dari gangguan pada otot kepala dan leher, gangguan pembuluh darah, hingga aktivitas zat kimia pada otak. Gangguan-gangguan tersebut tak hanya disebabkan oleh penyakit, tetapi juga gaya hidup.

Baca Juga: https://k-link.co.id/ini-5-alasan-hijaber-harus-pakai-ciput-penutup-kepala/

  • Stres


    (Foto : Shutterstock.com)

    Jika kita mengalami stres, tubuh kita akan merespons hal tersebut sebagai ancaman. Itu mengapa, tubuh akan melepaskan sekelompok hormon stres untuk melindungi dirinya, seperti kortisol, adrenalin, dan norepinefrin dalam jumlah banyak. Hormon-hormon ini akan bekerja dengan lebih keras hingga menyebabkan menurunnya fungsi tubuh manusia. Hormon kortisol dan adrenalin membuat detak jantung meningkat dan pembuluh darah melebar saat mengalirkan darah ke bagian-bagian tubuh seperti tangan dan kaki.

    Alhasil, aliran darah hanya terpusat ke bagian bawah tubuh, sehingga otak hanya mendapatkan sedikit asupan darah dengan oksigen yang cukup. Itu mengapa, muncul ketegangan pada saraf-saraf otak, sehingga kita merasakan nyeri pada bagian kepala.
  • Kurang Tidur


    (Foto : https://big-rostov.ru)

    Salah satu pemicu munculnya sakit kepala yang sering dikeluhkan adalah kurangnya waktu tidur. Seseorang yang tertidur biasanya akan melewati beberapa fase, mulai dari fase I, II, NREM, sampai REM. Peneliti dari Missouri State University menyebutkan bahwa ketika fase REM saat tidur terganggu, hal tersebut dapat mempengaruhi protein-protein di dalam otak yang dapat menekan maupun memicu munculnya rasa nyeri.

    Seseorang yang tertidur akan melewati beberapa fase dalam tidurnya. REM merupakan fase tidur bermimpi, yang terjadi kurang lebih 70–90 menit setelah kita tertidur. Umumnya, sakit kepala muncul ketika adanya gangguan pada fase REM. Penyebab lain munculnya sakit kepala karena kurang tidur adalah adanya gangguan pernapasan saat tidur (sleep apnea). Hal itu menyebabkan pasokan oksigen dalam otak menjadi terhambat hingga kadar oksigen menjadi rendah.
  • Masalah Kesehatan


    (Foto : http://scienzaesalute.blogosfere.it)

    Faktor lain yang sering dialami seseorang saat sakit kepala adalah masalah kesehatan, seperti migrain, vertigo, hingga peradangan pembuluh otak. Faktor penyebab masalah kesehatan pada bagian kepala bisa bermacam-macam. Misalnya saja, migrain bisa disebabkan fluktuasi kadar hormon, pola makan dan minum, hingga efek samping saat mengonsumsi obat. Namun, untuk penyakit seperti vertigo, penyebabnya juga bisa datang dari gangguan telinga dan keseimbangan organ tubuh lainnya. Jika Anda mengalami masalah kesehatan yang memicu sakit kepala, segera konsultasikan dengan dokter untuk mendapatkan penanganan secara medis.
  • Radiasi


    (Foto : https://pxhere.com)

    Paparan radiasi yang berlebihan pada tubuh bisa menjadi penyebab munculnya sakit kepala. Radiasi ini bisa datang dari banyak hal, salah satunya adalah ponsel. Tak jarang kita memainkan ponsel sebelum tidur, namun ternyata hal itu bisa memicu munculnya sakit kepala karena paparan radiasi. Alhasil, kita jadi membutuhkan waktu lebih lama untuk tidur.

    Kurangilah intensitas bermain ponsel, terutama sebelum tidur. Jangan lupa matikan ponsel Anda saat tidur dan letakkan jauh dari tubuh Anda agar terhindar dari radiasi. Jika Anda hendak menelepon seseorang dalam waktu yang lama, gunakanlah headset agar tubuh Anda tidak langsung terpapar radiasi.
  • Penggunaan Penutup Kepala yang Tidak Tepat


    (Foto : https://unsplash.com)

    Penggunaan penutup kepala seperti topi atau tudung yang terlalu sempit dan tidak nyaman juga dapat menyebabkan keluhan nyeri pada kepala. Hal ini dikarenakan otot-otot di kepala akan tertekan hingga akhirnya menegang. Itu mengapa, kita harus lebih pintar memilih penutup kepala yang aman dan nyaman bagi kesehatan.


Inovasi penutup kepala yang dapat Anda coba adalah K-Aura Tudung. Tudung ini dirancang menggunakan teknologi yang dilengkapi chip ion negatif sebanyak 800-1500. Ion negatif berfungsi untuk mengurangi nyeri pada kepala, melancarkan aliran darah, hingga meningkatkan konsetrasi dan produktivitas kerja.

K-Aura Tudung terbuat dari bahan nylon dan fiber yang elastis sehingga dapat menyesuaikan bentuk kepala pemakainya, dilengkapi serat antibakteri yang juga mampu mengatasi masalah pada kulit kepala seperti gatal dan bau tak sedap. Terdiri dari dua varian warna, hitam dan nude, K-Aura Tudung tak hanya dapat mendukung penampilan Anda, tetapi juga aktivitas keseharian!

Artikel Rekomendasi: https://k-link.co.id/tips-merawat-rambut-untuk-wanita-berhijab/