Tiga Fase Penting DBD yang Perlu Diketahui

Sebagian besar orang mungkin sudah cukup tau dengan penyakit demam berdarah dengue (DBD). Ya, penyakit ini terjadi karena adanya gigitan nyamuk. Parahnya jika penyakit ini tidak ditangani dengan baik, DBD dapat menyebabkan pendarahan hingga bisa saja merenggut nyawa.

Virus dengue ini menyerang seseorang melalui perantara nyamuk Aedes Aegypti dan Aedes Albopictus (bahasa latin). Ciri-ciri nyamuk yang menyebarkan virus dengue adalah berwarna hitam dengan belang-belang putih pada tubuhnya. DBD bisa menyerang siapa saja, baik anak-anak maupun orang dewasa. Gejala demam berdarah pada anak atau orang dewasa cukup mudah dikenali.

Secara umum gejala DBD bisa dikenali, seperti demam tinggi mencapai 40 derajat Celsius, nafsu makan menurun, sakit kepala berat, nyeri pada sendi, otot, dan tulang, mual dan muntah, ruam kemerahan sekitar 2-5 hari setelah demam, hingga pembengkakan kelenjar getah bening.

Baca Juga: https://k-link.co.id/ennutrisi-sehat-untuk-membersihkan-pembuluh-darah/

Demam berdarah dengue pun mempunyai tiga fase, ketiganya penting sekali untuk Anda pahami agar dapat dilakukan penanganan yang optimal. Berikut ini ketiga fasenya:

  • Fase Demam (Febrile Phase)
    Pada fase ini, pasien akan mengalami demam tinggi hingga 40 derajat Celsius yang berlangsung selama 2-7 hari. Selain itu, pasien juga akan mengalami beberapa gejala lain, seperti mual, muntah. Biasanya, jumlah trombosit mengalami penurunan dengan cepat hingga kurang dari 100.000/mikroliter darah. Penurunan jumlah trombosit ini terjadi dalam waktu singkat, sekitar 2-3 hari.
  • Fase Kritis (Critical Phase)
    Setelah melewati fase demam, banyak pasien merasa dirinya telah sembuh karena suhu tubuhnya mulai turun. Padahal ini menjadi fase demam berdarah yang paling berbahaya, karena kemungkinan bisa terjadi perdarahan dan kebocoran plasma darah yang bisa menyebabkan syok hingga berpotensi mengancam nyawa.
  • Fase Pemulihan (Recovery Phase)
    Setelah melewati fase kritis, pasien akan memasuki fase pemulihan. Fase ini akan terjadi 48-72 jam setelah fase kritis. Di fase ini, cairan yang keluar dari pembuluh darah akan kembali masuk ke dalam pembuluh darah.

Pasien DBD dianjurkan untuk banyak istirahat, cukup minum air putih, hingga mengonsumsi makanan tinggi gizi untuk menormalkan kembali keadaan trombosit. Asupan nutrisi seperti K-C Susu Skim Bubuk dan K-Trecious Botanical Beverage Mix Blackcurrant juga bisa membantu memaksimalkan pemulihan DBD. Kedua nutrisi ini bisa dijadikan alternatif untuk meningkatkan sistem imun dan membantu menstabilkan kadar trombosit.


K-C Susu Skim Bubuk mengandung salah satu komposisi yang berperan penting dalam hal imunitas, yaitu kolostrum. Susu ini mengandung kolostrum terbaik New Zealand. Kolostrum berperan merangsang kelenjar getah bening (limfe) pada saluran pernapasan untuk menghasilkan banyak sel B dan sel T, lalu membentuk antibodi yaitu Imunoglobulin G yaitu tentara yang melindungi tubuh dalam melawan segala macam virus, termasuk virus dengue penyebab DBD.

K-Trecious Botanical Beverage Mix Blackcurrant merupakan makanan sehat yang mengandung spirulina dari Earthrise Farm (California). Kandungan nutrisi seperti protein, vitamin A, B Kompleks, C , E, mineral: kalsium , magnesium , copper dan zink di dalamnya membantu meningkatkan dan menstabilkan kadar trombosit pada pasien DBD. K-Trecious Botanical Beverage Mix Blackcurrant juga mengandung UIE (Universe Induce Energy) yang berperan meningkatkan stamina dan energi pasein DBD.

Penyakit ini bisa sangat berbahaya jika tidak dilakukan tindakan cepat. Bahkan setelah sembuh pun harus berhati-hati dalam menjaga pola makan. Rutin mengonsumsi K-C Susu Skim Bubuk dan K-Trecious Botanical Beverage Mix Blackcurrant bisa jadi alternatif tepat untuk memaksimalkan terapi DBD. (Angga/Jody/Rahma)

Artikel Rekomendasi: https://k-link.co.id/hati-hati-beberapa-penyakit-yang-mengintai-di-musim-pancaroba/