Mencium Telapak Kaki Ibu, Apakah Dilarang?

Pertanyaan:

Bagaimana dengan kebiasaan anak-anak di desa yang suka mencium telapak kaki ibunya dengan posisi hampir bersujud, apakah itu dilarang?

Jawaban:

Mencium telapak kaki ibu menurut Saya merupakan tindakan yang tidak tepat, yang pertama dari sisi kebersihan dan kesehatan. Mencium telapak kaki ibu merupakan hal yang tidak baik, dan bahkan bisa berbahaya karena kaki merupakan bagian tubuh yang banyak bersentuhan dengan bagian yang kotor. Kalau berjabat tangan dengan ibu jelas ada tuntunan dari agama, mencium tangan dan wajah ibu juga masih bisa dibenarkan, tetapi mencium kaki ibu adalah sesuatu yang berlebihan sebagaimana seseorang yang sujud kepada ibu atau ayahnya.

Alasan kedua, dari sisi agama, sepengetahuan Saya, tidak ada ajaran dari Al-Qur’an atau hadits nabi yang mengajarkan kepada ummat Islam untuk mencium kaki ibu, apalagi meminum air bekas cuci kaki ibu, yang ada hanyalah hadits yang menjelaskan bahwa surga terletak di bawah telapak kaki ibu, hadits itupun tidak bisa diartikan secara harfiah, karena realitasnya kita tidak menemukan surga di bawah telapak kaki ibu Kita masing-masing, arti yang diberikan oleh hadits tersebut adalah majaz (kiasan) yang berarti bahwa Anda tidak akan dapat masuk surga kecuali dengan ridho-nya. Siapapun yang ingin masuk surga maka dia harus mentaati dan membahagiakan ibunya, seakan-akan surga itu ada di bawah kaki atau di bawah kekuasaan ibu.

Jika ingin masuk surga maka Anda harus menjadi muslim yang menghormati ibu, mentaati perintahnya, mencukupi kebutuhannya, membantu beban dan pekerjaannya serta berupaya membahagiakan serta mendoakannya. Intinya adalah mendapatkan ridho dari ibu. Karena itulah, programkan diri Anda agar sukses berbisnis bersama K-Link supaya Anda bisa membantu ibu, memenuhi kebutuhannya dan membahagiakannya.

Hadits yang Saya maksudkan di atas, teksnya adalah sebagaimana di bawah ini :

Rasul bersabda: Surga di bawah telapak kaki ibu. Musnad Asy-syihab I/102.

Wallahu a’lam.

Bagi Anda yang memiliki pertanyaan seputar Syariah, silakan mengirimkan pertanyaan Anda melalui sms ke no. 0856 9327 2255, pertanyaan Anda akan dijawab oleh HM. Sofwan Jauhari Lc, M. Ag., seorang dosen dan Pembantu Ketua (Puket) Sekolah Tinggi Ilmu Ushuluddin Al-Hikmah. Meraih gelar S1 Syariah dari Universitas Imam Muhammad, Riyadh, kemudian mendapatkan gelar Master dalam bidang Ekonomi Islam dari Universitas Muhammadiyah, Jakarta. Saat ini sedang menempuh PhD di UIN Syarif Hidayatullah, Jakarta dan tercatat sebagai anggota Dewan Syariah Nasional (DSN) MUI.