Kenali Autoimun dan Cara Pencegahannya

​Sistem Imun atau imunitas merupakan sistem pertahanan manusia sebagai perlindungan terhadap infeksi dari serangan organisme, termasuk virus, bakteri, protozoa dan parasit. Imunitas berperan penting dalam melindungi tubuh dari zat asing yang masuk. Akan menjadi suatu masalah ketika sistem kekebalan tubuh seseorang mengalami gangguan sehingga menyerang jaringan tubuh itu sendiri, permasalahan ini dikenal dengan penyakit autoimun.

Di Indonesia pasien penyakit autoimun berjumlah 1,5 juta pasien, diperkirakan masih banyak yang belum terdata, dikarenakan pasien dengan autoimun banyak yang tidak menyadari terjangkit penyakit tersebut. Gangguan autoimun dikelompokkan menjadi dua kategori, yaitu organ spesifik dan non-organ spesifik. Organ spesifik berarti satu organ tertentu yang terkena, sedangkan non-organ spesifik artinya sistem imun menyerang beberapa organ atau sistem tubuh yang lebih luas.

Faktor Penyebab Penyakit Autoimun

Sejauh ini faktor penyebab autoimun belum diketahui pasti, namun ada beberapa faktor yang dapat memengaruhi, antara lain:

  • Genetik atau keturunan, salah satu faktor risiko penyakit autoimun disebabkan oleh genetik, artinya ada kecenderungan seseorang mengalami penyakit autoimun, jika dalam keluarganya terdapat riwayat pengidap autoimun, namun bukan berarti penyakit ini pasti akan diturunkan dari orang tua kepada anaknya.
  • Lingkungan, temasuk gaya hidup tidak sehat, seperti terpapar berbagai zat kimia.
  • Hormon, terdapat asumsi bahwa penyakit autoimun terkait dengan perubahan hormon, seperti saat hamil, melahirkan, atau menopause.
  • Infeksi, gejala autoimun juga dapat dipicu atau diperburuk infeksi tertentu.

Jenis Penyakit Autoimun

Berikut 5 jenis penyakit penyakit autoimun yang perlu Anda ketahui:

  • Rheumatoid Arthritis (RA)(Foto : https://www.cbtelevision.com.mx)Penyakit ini menyerang lapisan sendi di seluruh tubuh, rheumatoid arthritis tidak hanya menyerang pada usia lanjut, tetapi usia muda pun dapat terserang. Memiliki gejala seperti nyeri, pembekakan, dan perubahan bentuk sendi.
  • Vitiligo(Foto : https://www.celebritypix.us)Menyerang sel-sel yang memberi warna pada kulit. Vitiligo berdampak pada jaringan di dalam mulut dan hidung. Gejala penyakit ini meliputi, bercak putih pada bagian tubuh yang terkena sinar matahari, ketiak, dan juga alat kelamin.
  • Psoriasis​(Foto : https://www.wikihow.com)Penyakit autoimun yang menyebabkan sel kulit baru tumbuh jauh di dalam kulit dan naik secara cepat, sehingga menumpuk di permukaan kulit. Gejala yang timbul berupa bercak merah tebal, tertutup sisik, biasa muncul di kepala, siku dan lutut.
  • Autoimunne Hapatitis (Foto : http://soulguru.com)Menyerang dan menghancurkan sel-sel organ hati. Menyebabkan luka parut dan pengerasan hati. Gejalanya Kulit dan mata menguning, lelah, dan pembesaran hati.
  • Lupus (Foto : https://www.wikihow.com)Penyakit autoimun yang merusak sendi, kulit, ginjal, jantung, paru-paru sampai ke seluruh tubuh. Gejalanya demam, kehilangan berat badan, ruam berbentuk kupu-kupu di hidung dan pipi.

Sampai saat ini pengobatan autoimun dilakukan hanya untuk mengurangi gejala yang timbul saja. Akan tetapi, terdapat sumber alam yang lebih efektif dan efesien dalam membantu pengobatan dan mengurangi keparahan dari penyakit autoimun yaitu dengan kolostrum.

K-LINK memiliki produk yang mengandung kolostrum, yaitu K-C Susu Skim. Mengandung 3 komposisi utama yaitu kolostrum, skim bubuk, dan omega tiga. Selain membantu pengobatan dan mengurangi autoimun, K-C Susu Skim pun bermanfaat dalam menutrisi sel syaraf dan menjaga kesehatan mata dan jantung.

Kolostrum K-C Susu Skim berasal dari sapi new zealand yang memiliki kualitas terbaik di dunia, pemilihan kolostrum dikarenakan sapi memiliki jumlah kolostrum yang melimpah ruah termasuk dalam kandungan imunitas dan nutrisinya. Tidak perlu khawatir, untuk pasien yang menghindari lemak, karena K-C Susu Skim mengandung skim bubuk yang mana kadar lemaknya kurang dari 1% sehingga mencegah kegemukan.

Konsumsi K-C Susu Skim 2 x sehari 1 sachet larutkan menggunakan air matang, K-C Susu Skim baik dikonsumsi sebelum makan.

Untuk hasil yang maksimal, Anda dapat mencoba serangkaian produk K-LINK lainnya dalam pencegahan penyakit autoimun.

  • K-Liquid Chlorophyll kandungan klorofil 4x lipat dibandingkan tanaman lainnya membantu membuang racun yang menumpuk di dalam tubuh. Dapat di konsumsi 3 x sehari 1 sloki dilarutkan menggunakan air sebanyak 250 ml.
  • Gamat Emultionkandungan protein dalam bentuk kolagen bermanfaat untuk menambahkan nutrisi untuk menjaga dan meregenerasi sel, sehingga mencegah kerusakan yang diakibatkan serangan dari antibodi yang terlalu aktif. Konsumsi 2 x sehari 1 sloki sebelum makan, untuk Anda yang memiliki masalah pada asam lambung sebaiknya mengkonsumsi Gamat Vitaplus.
  • Rangkaian produk Ayurvedabermanfaat untuk penguat atau stimulan sistem organ, pemilihan ayurveda sebaiknya dilihat pada organ mana yang mengalami penyerangan oleh sistem imun, sebagai contoh jika menyerang persendian sebaiknya memilih Ayuartis. Konsumsi 2 x sehari 2 capsul sesudah makan. (Angga/Jody)