Bagaimana Cara Menjadi Sukses?


Banyak orang yang mempertanyakan mengenai kesuksesan. Jawabannya terbilang rumit, karena ada banyak sekali faktor yang menentukan kesuksesan seseorang. Terkait dalam hal online marketing, kesuksesan dapat dilihat dari bagaimana Anda menguasai ilmu dalam membangun jaringan, mencari partner yang tepat, mempertahankan keputusan dan tetap komitmen, menjaga momentum dan semangat tim, mencetak leaders baru dan masih banyak lagi.
 

Tapi, ada faktor yang paling mendasar sekaligus paling penting yang bisa memberikan dampak besar, namun sering dilupakan. Faktor itu adalah memahami diri sendiri. Kenapa penting? Karena kalau bisa memahami diri dengan baik, kita bisa mengembangkan diri semaksimal mungkin. Kalau ada kelemahan, bisa diperbaiki. Kalau ada kelebihan, bisa pula ditingkatkan. Simpel, bukan? Masalahnya, tidak semua orang bisa melakukan itu. Bahkan sebenarnya tidak banyak orang yang betul-betul mengenal dan menerima dirinya.

Tapi tenang saja, materi kali ini akan mengajak Anda untuk memahami diri Anda sendiri dengan cara yang sederhana.



By
Royal Crown Ambassador
H. HENDRI RIKIANTO

Memahami Citra Diri

Citra diri adalah gambaran atau pandangan tentang diri sendiri. Gampangnya, sesuatu yang kita percaya ada di dalam diri kita. Secara tidak sadar, citra diri sudah terbentuk sejak kita kecil. Apa yang membentuknya? Semua pengalaman yang kita lalui sampai sekarang. Mulai dari kesuksesan dan kegagalan kita, sampai pujian dan hinaan yang diterima dari orang lain. Semua itu melekat pada diri kita tanpa disadari. Lalu kenapa citra diri ini penting? Citra diri bisa mengendalikan hidup kita. Kalau percaya pada citra tertentu, secara tak sadar kita bakal bergerak berdasarkan gambaran itu. Semua perbuatan, perasaan, perilaku, dan kemampuan Anda sangat dipengaruhi oleh citra. Jadi, Anda perlu mengendalikannya dengan baik.

Citra terdiri dari dua jenis, yaitu citra positif dan negatif. Contohnya: Ada dua orang dengan sikap yang berbeda. Mereka sama-sama menghadapi tantangan yang sulit. Sejak awal, orang pertama menganggap dirinya tidak bisa melakukan tantangan, dipenuhi ketakutan dan keraguan. Sedangkan orang kedua menganggap dirinya bisa melakukan tantangan, berani dan tidak takut gagal Kira-kira mana yang bakal jadi lebih sukses? Tentu Anda sudah tahu. Ya, orang yang kedua. Kenapa? Karena dia bisa bersikap lebih percaya diri. Orang yang berani dan percaya akan dirinya, biasanya bakal jadi lebih unggul dari orang-orang lain. Bagi orang ini, kesalahan dan pengalaman buruk di masa lalu bukanlah masalah. Yang penting bisa jadi pelajaran. Sedangkan orang yang sejak awal sudah pesimis tentang dirinya, bakal menemukan berbagai alasan untuk gagal. Dia juga akan susah move on dari kesalahan dan kegagalan di masa lalu.


Belajar dari Pengalaman Steve Jobs

Tahukah Anda, tahun 1997 menjadi titik kritis bagi perusahaan Apple hingga membuat Steve Jobs memangkas 70% rencana produksi. Steve Jobs pun pernah mengalami kegagalan berulang kali. Resigned dari perusahaan yang didirikannya sendiri, mungkin tak pernah terbayang di benaknya. Kondisi perusahaan yang terus merosot karena kalah saing dengan kompetitor, mengharuskannya turun dari kursi kepemimpinan pada 1985. Namun, bukan Steve Jobs namanya jika tidak bisa bangkit lagi. Steve Jobs kembali diminta untuk mengisi jabatan CEO. Momen tersebut menjadi babak baru karier Jobs bersama Apple yang kemudian menuai kesuksesan besar. Dari pengalaman Steve Jobs ini, kita bisa belajar banyak hal, tidak hanya sukses materi, tetapi juga bagaimana menjadi sosok yang penuh inspirasi.


Belajar dari Kisah RCA Santoso NK dan RCA Rivai Djatmika

RCA Santoso Nyoto Kusumo sebelum bergabung dengan K-LINK, situasinya dalam keadaan terpuruk. Ia yang tadinya merupakan seorang Branch Manager di salah satu perusahaan mobil ternama terpaksa alih profesi menjadi berjualan baju-baju bekas di kawasan Cinere demi menutupi kebutuhannya pada saat itu. Bukan hanya keuangan yang merosot, tapi percaya dirinya pun sempat turun, hingga akhirnya ia bangkit kembali dengan memulai bisnis K-LINK. Dengan penuh keyakinan, ia membuktikan kesuksesannya dengan menjadi seorang Royal Crown Ambassador. Sementara kisah RCA Rivai Djatmika diceritakan bahwa tadinya ia merupakan wirausahawan counter hp besar sebelum akhirnya mengalami kebangkrutan sampai bisnisnya harus beralih menjadi penjual ikan bakar di kaki lima di kawasan Monjali, Yogyakarta. Saat itu, keterpurukan bisnisnya terjadi lantara salah membuat keputusan yang membuatnya jatuh di titik yang memprihatinkan.

Namun, Rivai mampu bangkit kembali dan mempunyai semangat hidup setelah join K-LINK. Setelah setahun kemudian, ia menyadari potensi dahsyat dari bisnis K-LINK, fokus dan energi begitu hebat hingga jaringan bisnisnya tumbuh dengan pesat dan lahirlah banyak leaders yang sukses melaluinya!
Dari mereka berdua, kita dapat belajar bahwa kita perlu bangkit kembali ketika mendapatkan pukulan hebat dalam hidup dan tumbuh menjadi pribadi yang lebih kuat! Citra diri yang kuat tentu mempunyai gambaran besar akan kesuksesan di benaknya. Ayo, bersikeraslah untuk menjadi sukses dan kaya.

Jangan bersikeras untuk mempertahankan kemiskinan. Jangan nyaman dan mencintai kemiskinan, karena bermalas-malasan dalam kemiskinan itu tidak enak. Apa nikmatnya malas kalau dalam kemiskinan. Malas dalam kondisi kaya tentu jauh lebih enak. Kita berproses dan kerja keras dulu. Menjadi sukses adalah pilihan. Ubah jadilah diri Anda dari nobody jadi somebody.

Mulai dari menjadi “partner sejati” lakukan dengan sepenuh hati dan fokus, kemudian Anda akan menjadi leaders club, bahkan Anda pun bisa menjadi RCA ELC!

Tag: