Pembalut Tepat Hindari Infeksi Miss V

Sudah semestinya sejak usia remaja para wanita menjaga kebersihan organ intim. Hal ini karena area kewanitaan sangat rentan terhadap bahaya infeksi, terutama selama masa menstruasi. Banyak faktor yang dapat memengaruhi tingkat risiko terkena infeksi. Faktor-faktor tersebut ada yang bisa dikontrol dan ada yang tidak.

Beberapa faktor yang tidak dapat dikontrol yaitu pH pada area kewanitaan, produksi kadar hormon seseorang, jumlah darah dan lamanya waktu menstruasi. Sedangkan faktor yang dapat dikontrol untuk mengurangi risiko terkena infeksi antara lain kebersihan area kewanitaan, pemilihan bahan pakaian dalam yang tepat, dan pemilihan pembalut berkualitas tinggi.

Dari faktor yang dapat dikontrol tersebut, pemilihan pembalut bisa sangat berpengaruh bagi kesehatan organ intim. Sayangnya, banyak wanita yang kurang peduli terhadap pemilihan pembalut yang tepat. Padahal, penggunaan pembalut yang tidak berkualitas justru akan menunjang pertumbuhan bakteri dan jamur. Hal ini disebabkan bahan baku pembuatan pembalut biasa berasal dari kertas dan kardus bekas yang didaur ulang. Meski bertujuan menghemat biaya produksi, tetap saja kurang baik untuk area kewanitaan.

Baca Juga: Ketahui Siklus Menstruasi Agar Terhindar Dari Infeksi

Mengapa demikian?

Dalam memproduksi pembalut, perusahaan yang menggunakan bahan daur ulang akan melakukan proses pemutihan atau bleaching, menghilangkan bau, dan proses sterilisasi. Pada proses bleaching dan sterilisasi, tak jarang perusahaan menggunakan zat klorin. Klorin merupakan zat yang biasa digunakan dalam proses pemutihan dan disinfektan. Namun, pada penggunaan yang berlebihan dapat membahayakan kesehatan. Seseorang yang terpapar zat klorin secara berlebih akan menimbulkan iritasi kulit. Jika ditunjang dengan udara sekitar yang lembap, klorin dapat mengakibatkan peradangan pada area tersebut.

Selain itu, proses bleaching dan sterilisasi akan menimbulkan zat sampingan berupa dioxin. Sama seperti klorin, seseorang yang terpapar dioxin secara terus-menerus dapat menimbulkan peradangan. Peradangan yang mungkin terjadi sangat bervariasi tergantung dari sistem kekebalan tubuh seseorang.

Apabila Anda kerap gunakan pembalut yang mengandung klorin dan dioxin, maka lambat laun bisa meningkatkan risiko peradangan vagina, keputihan, dan bau tak sedap. Baik klorin maupun dioxin, keduanya sama-sama bersifat karsinogenik (zat pemicu kanker. Jika dalam keadaan lembap zat klorin dan dioxin menguap, maka hasil penguapannya akan masuk ke dalam vagina, serviks, hingga ke ovarium. Kalau dibiarkan terus dapat meningkatkan diri terkena risiko kanker serviks dan ovarium.

Artikel Rekomendasi: K-Sophie Solusi Jauhi Kanker Serviks

Oleh karena itu, lebih baik Anda mulai selektif dalam memilih pembalut yang aman digunakan demi kesehatan organ intim terjaga. Bagaimana caranya? Berikut ini beberapa tips yang perlu Anda perhatikan saat memilih pembalut:

  • Tercantum informasi izin edar dari Kementerian Kesehatan pada kemasan
  • Pastikan kemasan tidak rusak
  • Disarankan pakai pembalut tidak beraroma agar terhindar dari iritasi
  • Jangan biarkan pembalut dipakai terlalu lama, sebaiknya rutin ganti beberapa jam sekali sesuai kuantitas menstruasi

Dengan demikian, semoga Anda tidak kesulitan lagi menentukan pembalut mana yang aman digunakan. Selain perhatikan tips-tips tersebut, Anda pun perlu mempertimbangkan kenyamanan saat memakainya. (Fina/Dwita)

Baca Juga: Awas! Risiko Infeksi Saat Menstruasi