Mengenal 3 Gaya Belajar Anak, Untuk Buah Hati Anda

Bisa jadi salah satu penyebab nilai si kecil turun adalah gaya belajar yang kurang tepat, lho. Seperti “dipaksa” untuk belajar dengan cara yang bukan gayanya. Ada baiknya untuk orang tua mengenal gaya belajar anak yang pas dengan karakternya.

Lalu lihat hasil kemajuannya setelah menggunakan gaya belajar tersebut. Dengan begitu, anak bisa lebih memahami pelajaran dengan lebih efektif dan nyaman. Dilansir dari ruangguru, berikut ini 3 gaya belajar anak yang perlu Anda ketahui. Simak ulasannya di bawah ini:

Baca Juga: ​Dukung Rasa Percaya Diri Anak dengan 6 Pola Asuh yang Tepat Ini

1. Gaya Belajar Visual

(Foto: https://www.freepik.com)

Gaya belajar visual berfokus pada penglihatan. Saat mempelajari hal baru, biasanya tipe ini perlu melihat sesuatu secara visual untuk lebih mudah mengerti dan memahami. Tipe visual juga lebih nyaman belajar dengan warna-warna, garis, atau bentuk. Itulah mengapa, orang yang memiliki tipe visual biasanya memiliki pemahaman yang mendalam dengan nilai artistik seperti paduan warna dan lainnya.

Ciri-ciri anak dengan tipe visual

  • Lebih mudah mengingat apa yang dilihat daripada yang didengar
  • Lebih suka membaca daripada dibacakan
  • Berbicara dengan tempo agak cepat
  • Cukup peduli dengan penampilan dan pakaian
  • Lebih menyukai melakukan demonstrasi daripada pidato
  • Sulit untuk menerima instruksi secara verbal kecuali ditulis
  • Tidak mudah terdistraksi dengan keramaian
  • Suka menggambar apa pun di kertas

  • ​​Cara belajar yang tepat

    • Belajar dari gambar maupun video yang menarik
    • Membaca buku yang tidak hanya tulisan saja, tetapi juga memiliki ilustrasi
    • Saat belajar bisa sambil lakukan doodling supaya lebih fokus
    • Gunakan spidol warna-warni saat membuat catatan
    • ​Membuat mind mapping untuk memudahkan belajar

    2. Gaya Belajar Auditori

    (Foto: https://www.freepik.com)

    ​Pada umumnya mengandalkan pendengaran sebagai menerima informasi dan pengetahuan. Anak tipe ini tidak masalah dengan tampilan visual saat mengajar, yang penting adalah mendengarkan pembicaraan guru dengan baik dan jelas. Nah, makanya tipe auditori biasanya paling peka dan hafal dari setiap ucapan yang pernah didengar bukan apa yang dilihat.

    Ciri-ciri anak dengan tipe auditori

  • Lebih mudah mengingat apa yang didengar daripada yang dilihat
  • Senang mendengarkan
  • Mudah terdistraksi dengan keramaian
  • Kesulitan dalam tugas atau pekerjaan yang melibatkan visual
  • Pandai menirukan nada atau pun irama suara
  • Senang membaca dengan mengeluarkan suara atau menggerakkan bibir mereka
  • Biasanya merupakan pembicara yang fasih
  • Mudah dalam mengingat nama saat berkenalan dengan orang baru

  • Cara belajar yang tepat

  • Dengarkan musik yang disukai
  • Bisa merekam saat guru mengajar lalu dikemudian hari didengarkan kembali
  • Jika membaca buku, bisa sambil diucapkan dengan suara pelan untuk lebih mudah mengingat
  • Mendengarkan materi yang diajarkan guru saat di kelas dengan saksama
  • ​Belajar dengan diskusi bersama teman supaya lebih mudah memahami maupun mengingat materi

  • ​3. Gaya Belajar Kinestetik

    (Foto: https://www.freepik.com)

    Gaya belajar ini menyenangi belajar yang melibatkan gerakan. Biasanya anak tipe ini merasa lebih mudah mempelajari sesuatu tidak hanya sekadar membaca buku, tapi juga mempraktikkanya. Dengan melakukan atau menyentuh objek yang dipelajari akan memberikan pengalaman tersendiri bagi tipe kinestetik. Biasanya orang dengan gaya belajar tipe kinestetik, tidak betah berdiam lama-lama di dalam kelas.

    Ciri-ciri anak dengan tipe kinestetik

  • Menyenangi belajar dengan metode praktik
  • Kadang kesulitan dalam menulis tetapi pandai dalam bercerita
  • Menyukai aktivitas yang melibatkan gerakan tubuh seperti olahraga atau menari
  • Saat berkomunikasi banyak menggunakan isyarat tubuh
  • Menghafal dengan cara berjalan atau melihat

  • ​Cara belajar yang tepat

  • Saat mendapatkan materi belajar, bila memungkinkan segera coba praktikkan
  • Belajar sambil melakukan aktivitas yang melibatkan gerakan, misalnya sambil berjalan atau sesederhana menjetikkan jari
  • Melakukan eksperimen dari materi yang didapatkan dari guru
  • Bisa mengunjungi tempat yang berhubungan materi di pelajaran, seperti untuk pelajaran sejarah bisa mengunjungi museum
  • Mengikuti ekstrakurikuler

  • Selain menentukan gaya belajar anak yang tepat, pastikan juga nutrisi si kecil terpenuhi dengan makanan begizi tinggi serta lengkapi dengan kebaikan nutrisi pada K-COCO, K-Kids dan K-Ion Nano Kids. Kombinasi Susu Kambing Etawa, Dark Chocolate dan Gula Aren pada K-COCO kaya akan kalsium dan fosfor yang baik untuk tumbuh kembang anak. Antioksidan proantosianidin di dalamnya juga membantu meningkatkan kesehatan dan sistem kekebalan tubuh.


    Sementara itu, K-Kids mengandung kabaikan multinutrisi yang diformulasikan untuk anak. Kandungan minyak hati ikan kod, omega-3, vitamin A dan D di dalamya berperan membantu tumbuh kembang maupun daya tahan tubuh buah hati Anda. Untuk melindungi mata si kecil dari bahaya radiasi gedget, Anda bisa menambahkan kacamata K-Ion Nano Kids yang dilengkapi ion negatif dan far infrared rays. Dear parents, ayo temukan bakat si kecil dengan gaya belajar yang tepat. Lengkapi juga kebaikan nutrisinya dengan K-COCO, K-Kids dan K-Ion Nano Kids. (Dedi/Jody/Rahma)

    Artikel Rekomendasi: Dear Parents, Lakukan Hal Ini Supaya Anak Mengerti Tanpa Dibentak