Ketahui Siklus Menstruasi Agar Terhindar Dari Infeksi

Salah satu tanda spesifik pada perempuan yang sudah mengalami pubertas adalah menstruasi. Namun, tidak banyak wanita yang mengetahui bahwa selama periode menstruasi, area kewanitaan akan sangat berisiko terpapar infeksi. Kurangnya informasi dan rasa kepedulian yang rendah, menyebabkan banyaknya kasus terkait infeksi pada area genital wanita setelah mengalami pubertas.

Menurut Satgas Remaja Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Dr. Frida Soesanti Sp. A seperti dilansir dari Liputan 6 (2017), secara fisiologis organ intim wanita lembap dan biasanya terdapat kuman pada kulit permukaannya. Apalagi saat menstruasi, kondisi organ intim akan semakin lembap dan darah sendiri merupakan media paling baik bagi kuman untuk tumbuh. Jika kebersihan organ intim tidak dijaga dengan baik, maka bisa terjadi infeksi.

Untuk itu, informasi seputar menstruasi perlu Anda ketahui seperti kapan dimulainya masa pubertas hingga seperti apa menstruasi itu terjadi.

Baca Juga: Tersiksa Jelang Menstruasi ? Yu Segera Atasi

Mengenal Pubertas Lebih Dekat

Pubertas sendiri merupakan masa pergantian dari anak-anak menuju dewasa, berasal dari kata Latin yakni ‘Pubescere’ yang artinya berkembang. Pada masa ini, anak-anak akan mulai mengalami kematangan organ-organ reproduksi dan mengalami perubahan-perubahan dalam pertumbuhan fisik dan psikologis.

Masa pubertas pada perempuan diawali dengan mulai berfungsinya ovarium, lalu pubertas akan berakhir ketika ovarium sudah berfungsi secara normal dan teratur. Biasanya, hal ini dimulai saat usia 9-12 tahun dan akan berakhir pada usia 17-21 tahun. Perubahan fisik yang terjadi diikuti dengan perkembangan ciri-ciri seksual yang mulai terlihat, seiring dengan terjadinya perkembangan psikologis, dan munculnya menarche.

Apa itu menarche?

Menarche merupakan menstruasi pertama yang dialami seorang remaja perempuan. Hal ini menjadi ciri utama dimulainya masa pubertas, walaupun sebenarnya masa pubertas diawali dari sebelum munculnya menarche. Menarche akan muncul direntang usia 11-15 tahun. Pada masa awal menstruasi biasanya belum teratur setiap bulan, namun ada juga pada sebagian kecil remaja perempuan yang sudah mengalami menstruasi teratur sejak masa menarche.

Artikel Rekomendasi: Merawat Tubuh Saat Hamil

Bagaimana menstruasi terjadi?

Menstruasi merupakan keluarnya darah dari rahim akibat adanya proses peluruhan dinding rahim bagian dalam (endometrium) yang mengandung banyak pembuluh darah dan sel telur yang tidak dibuahi. Menstruasi sangat dipengaruhi oleh hormon estrogen dan progesterone.

Pada wanita normal, menstruasi akan datang secara teratur yang disebut dengan siklus menstruasi. Siklus ini umumnya akan muncul tiap sekitar 4 minggu, dimulai sejak hari pertama menstruasi hingga hari pertama menstruasi berikutnya tiba. Meski demikian, tidak semua wanita mengalami siklus yang sama. Siklus mentruasi terkadang bisa datang lebih cepat atau lebih lambat dengan perbedaan yang berkisar antara 21 hingga 35 hari. Lamanya menstruasi berkisar antara 5-7 hari.

Perempuan yang sudah mengalami menstruasi artinya sudah memasuki usia produktif, dimana kehamilan dapat terjadi. Jika sel telur matang sudah dilepaskan dari ovarium dan terjadi pembuahan, maka akan terjadi kehamilan. Ketika seorang perempuan hamil, maka tidak akan terjadi menstruasi.

Ketika mengalami masa pubertas, seorang remaja perempuan umumnya belum peka terhadap kondisi organ intim. Hal ini membuat kebersihan area kewanitaan tidak terlalu diperhatikan, termasuk saat sedang menstruasi. Apabila dibiarkan terus menerus, dapat menimbulkan infeksi. Oleh karena itu, informasi tentang siklus menstruasi perlu diketahui agar dapat terhindar dari hal-hal yang tidak diinginkan. (Fina/Dwita/Marini)

Baca Juga: Tips Agar Cepat Hamil Setelah Menikah