fbpx

Joko Nirmolo – Crown Ambassador

MUNGKIN SAYA TIDAK TERLALU CEPAT, TAPI SAYA TIDAK PERNAH BERHENTI

Berasal dari keluarga transmigran asal Magelang, Joko Nirmolo Lahir di Maluku. Anak ke empat dari lima bersaudara ini mengenyam pendidikan di berbagai daerah mulai dari pulau Baru, Ambon, Ternate, Pontianak, Lombok hingga pulau Jawa tepatnya di Magelang. Kebiasaan kedua orang tuanya yang berpindah-pindah tempat, mengharuskan Joko berpindah-pindah sekolah hingga SMA, bahkan saat SD ia berpindah sampai lima kali.

Pengalaman pindah sekolah dari satu pulau ke pulau lain, membuatnya tumbuh menjadi pribadi yang mandiri, yang terbiasa jauh dari orang tua. Lulus SMA, Joko melanjutkan kuliah di Institut Teknologi Sepuluh November Surabaya (ITS) mengambil jurusan teknik perkapalan. Biaya kos dan kuliah yang tidak sedikit mengharuskan ia berputar otak mencari uang tambahan. Berbagai profesi seperti bekerja di pabrik, bermain musik, penjoki ujian hingga menjadi guru di lembaga bimbingan belajar ia tekuni. Bahkan hingga saat ini ia masih mengajar Matematika di sebuah SMA.

Singkat cerita awal mula Joko mengenal bisnis K-LINK pada akhir tahun 2007. Pada waktu itu kakaknya, DM Bambang Sarwoko menelpon dan memaksa dirinya untuk menghadiri seminar K-LINK di hotel Garden Palace Surabaya. Karena kakaknya begitu semangat, Joko terpaksa hadir ke acara tersebut. Diungkapkannya, ia hadir bukan karena ketertarikannya terhadap bisnis K-LINK tetapi karena dirinya merasa tidak enak jika menolak datang. Setelah mengkuti seminar, Joko mengakui masih belum terbesit untuk bergabung dengan bisnis K-LINK.

“Saat itu, belum terbesit dibenak saya untuk bergabung sepenuh hati, karena dipaksa kakak, saya pun memutuskan untuk bergabung dengan K-LINK” ungkapnya.

Dua tahun berjalan, Joko memutuskan untuk vakum dari K-LINK. Karena alasan ia mengikuti bisnis K-LINK bukan keinginan sendiri membuatnya tidak sungguh-sugguh dalam menjalankan bisnis ini. Namun Upline dan sang kakak tidak henti-hentinya memotivasi dirinya, membuatnya kembali menggeluti bisnis ini. Saat itu Ia mengikuti training BOB di Banjarmasin.

“Awalnya saya anggap ini training biasa, tapi di training inilah saya menemukan sebuah tujuan baru dalam hidup saya dan memutuskan serius dengan bisnis K-LINK”, terangnya.

Tahun 2009, menjadi tahun kembalinya Joko menggeluti bisnis K-LINK. Sukses memang tidak semudah membalikkan telapak tangan. Ia menghadapi berbagai rintangan ketika para upline hilang dari peredaran dan tidak punya uang.

“Sedikit kenalan di Surabaya, tidak punya uang, jauh dari Upline ditambah dengan sifat buruk saya yang selengean dan sulit diatur menjadi rintangan yang dihadapi. Meskipun demikian, saya bersyukur karena kekasih hati selalu mendukung saya,” kenangnya.

Dikatakan Joko, memasuki tahun 2012, bisnis K-LINK yang ia kelola bisa dibilang berjalan biasa saja bahkan ia merasa minder karena saat itu sudah banyak LC di Jawa Timur. Beberapa saat kemudian, ia mendapat kesempatan untuk berkunjung ke Jogja bertemu SCA DW Herry Susanto dan mendapatkan pengalaman menarik yang memotivasi dirinya dalam menjalankan bisnis ini.

“Saya waktu itu kehabisan uang untuk ongkos, terus pinjam uang seratus ribu sama Bang Herry dengan pesan yang masih saya ingat, "Joko, kamu layak". Dari kalimat ini, saya berhasil menjadi New LC, pada akhir tahun 2013, tahun 2014 saya beli mobil secara tunai dan tahun 2015 saya menikahi kekasih dengan biaya sendiri,” cerita Joko.

Kedekatan ia dengan SCA DW Herry Susanto berlanjut. Dikatakannya, bang Herry tidak memaksanya untuk mengejar Crown Ambassador tahun 2017.  Ia mendapat motivasi lagi dari bang Herry. “Ayo ngeband, ayo manggung!" Mendengar ajakan tersebut, membuat dirinya ingat dengan impiannya yaitu ingin manggung yang pada akhirnya terealisasikan melalui K-LINK. Juli 2017 ia dan bang Herry ngeband di panggung kemenangan Recognition Surabaya sebagai NEW Crown Ambassador bersama SCA Romi Zakka dan CA Tri Andy Kurniawan.

“Mungkin saya tidak terlalu cepat, tapi saya tidak pernah berhenti dan kami yakin ini adalah awal dari pencapaian-pencapaian besar berikutnya,” ungkapnya.

Ucapan terima kasih ia sampaikan kepada para upline yang sudah menghilang walaupun begitu,

dikatakannya ia masih ingat jasa-jasa mereka, dan kepada para upline yang telah membimbing dirinya sampai saat ini yaitu CA Chairul Bani, DM Bambang Sarwoko, CA Jarsani, CA Hari Nugroho, CA Lidya Susanti, CA Beti Septiana dan SCA DW Herry Susanto, RCA Andang Priyadi, RCA Rivai Djatmika, RCA Calvin, dan RCA Hendri Rikianto. Ia juga mengungkapkan bahwa semua pencapaiannya tidak lepas dari doa yang dipanjatkan kedua orang tua, ibu Haryanti dan bapak Muchsinun, dukungan istri tercinta Susana Chandra Asti yang mendukung secara total, Bintang si buah hati, serta kakak dan adik tercinta. Tidak lupa terima kasih kepada Presiden Direktur K-Link Indonesia, Dato’ DR H. MD Radzi Saleh beserta seluruh jajaran manajemen, sahabat K-System Surabaya dan Jawa Timur, khususnya para downline yang sampai saat ini terus menemani dan bersama menuju Puncak kesuksesan.