Cegah Kanker Serviks Dengan Pembalut dan Pembersih Yang Tepat!

Kanker serviks atau kanker mulut rahim adalah kanker yang terjadi pada organ reproduksi wanita yang merupakan pintu masuk ke rahim atau leher rahim. Penyebarannya yang sangat mudah melalui cairan maupun sentuhan kulit, membuat kanker ini menjadi sangat mematikan hingga membuat ribuan wanita meninggal. Deteksi dini sangat membantu pengobatannya, namun sebenarnya penyakit ini dapat dihindari dengan melakukan beberapa langkah pencegahan, salah satunya adalah dengan melakukan papsmear, pemakaian pembalut wanita dan pembersih kewanitaan yang berkualitas.

Kanker serviks merupakan penyakit kaum wanita yang paling mematikan di dunia. Menurut data WHO setiap tahun ribuan wanita meninggal karena penyakit kanker serviks. Di Indonesia sendiri terdapat 180.000 pasien baru pertahunnya atau 1:2000 wanita, dimana sebanyak 20-25 wanita meninggal dunia perharinya. Kanker serviks menyerang pada bagian organ reproduksi  wanita, tepatnya di daerah leher rahim atau pintu masuk ke daerah rahim.

Penyebab kanker serviks adalah virus HPV (Human Papilloma Virus). Virus ini sangat mudah menyebar atau menular melalui cairan dan lewat sentuhan kulit. Wanita yang terinfeksi HPV biasanya berusia diatas 20 tahun, terutama wanita yang sudah aktif berhubungan seksual. Penggunaan wc umum yang sudah terkena virus HPV juga bisa menyerang wanita yang menggunakan wc tersebut jika tidak dibersihkan dengan baik. Bahkan terhadap wanita yang belum pernah berhubungan seksual, karena virus HPV dapat menjangkiti siapa saja. Gaya hidup yang kurang baik juga dapat mempengaruhi faktor penyebab kanker serviks, seperti misalnya kebiasaan merokok, kurangnya asupan nutrisi dan asam folat. Selain itu seringnya melakukan hubungan intim dengan bergonta-ganti pasangan dapat pula memicu timbulnya kanker serviks. Resikonya bahkan akan meningkat sebanyak dua kali lipat pada wanita yang melakukan hubungan intim pada usia dini. Pemakaian pembalut tidak berkualitas menjadi penyebab lain timbulnya kanker serviks, karena pembalut tidak berkualitas atau pembalut di pasaran yang berbahan daur ulang dan menggunakan bahan kimia. Faktor lainnya adalah adanya kanker karena memiliki keluarga yang turut mengidap kanker.

Tidak ada tanda ataupun gejala yang spesifik untuk kanker serviks pada stadium awal. Setelah stadium lanjut, baru timbul gejala pendarahan spontan pada vagina diluar haid, keputihan yang berbau, mengalami gangguan buang air kecil, sering merasakan sakit pada bagian pinggul dan paha, nafsu makan menjadi berkurang serta berat badan tidak stabil.
Apakah kanker serviks bisa dicegah?

Kanker serviks dapat dicegah dan dapat diukur, dengan memahami gejala kanker serviks. Dengan melakukan skrining  lebih awal dan diketahui sejak dini, maka pengobatannya juga dapat dilakukan lebih cepat. Untuk kaum wanita, segera lakukan hal berikut untuk mencegah timbulnya kanker serviks:

  1. Hindari Faktor Resiko


    Jalani gaya hidup yang sehat, dengan mengonsumsi makanan yang bernutrisi dan bergizi, perbanyak konsumsi sayuran yang mengandung vitamin C dan E serta rutin berolahraga. Jika Anda perokok, berhentilah merokok.

  2. Pap Smear sebagai skrining kanker serviks

    Pap Smear merupakan suatu pemeriksaan untuk sel di area serviks yang bertujuan untuk mendeteksi keberadaan kanker atau sel-sel yang abnormal yang mengarah pada pemicu kanker, dan dapat digunakan untuk mengetahui status hormonal kita. Pap smear sebaiknya dilakukan setiap 3 tahun sekali dimulai dari 1 tahun setelah mulai melakukan hubungan seksual. Para penderita kanker serviks, ibu hamil dan wanita yang mengalami pendarahan parah tidak boleh melakukan pap smear. Dengan adanya program skrining ini, ternyata dapat menurunkan insiden kanker serviks hingga 50% secara signifikan.

  3. Vaksinasi


    Untuk wanita yang belum pernah melakukan hubungan intim, dapat melakukan pencegahan kanker serviks dengan vaksin HPV. Vaksin HPV adalah vaksin yang dapat merangsang sistem kekebalan tubuh untuk memproduksi antibodi dalam mencegah HPV menginfeksi sel yang dapat menyebabkan kanker serviks.

  4. Gunakan pembalut berkualitas

    Penggunaan pembalut pada saat haid juga sangat mempengaruhi faktor timbulnya kanker serviks. Karena pembalut tidak berkualitas terbuat dari bahan daur ulang, penyerapannya kurang maksimal dan berbahan kimia. Pilihlah pembalut yang berkualitas seperti K-Sophie dengan beberapa keunggulan berikut ini:

    • K-Sophie terbuat dari 100% sutera dan kapas lembut dan bebas pemutih.
    • Mengandung chip ion negatif yang dapat membunuh bakteri, menghilangkan bau tidak sedap dengan wangi khas herbalnya, meningkatkan metabolisme tubuh, menghilangkan rasa tidak nyaman pada saat menstruasi.
    • Mengandung enzim protis yang dapat menguraikan protein dalam darah menstruasi, mencegah penyerapan kembali bakteri ke dalam tubuh, meningkatkan kesuburan dan membuang racun pada daerah kewanitaan.
    • Tipis dan penyerapan bermolekul tinggi, dapat menyerap 46x lebih kuat untuk mencegah kebocoran.
      Ada 3 varian K-Sophie, yaitu Regular flow untuk pemakaian sehari-hari, daily use atau pantyliner untuk keputihan, dan over night untuk pemakaian pada malam hari.

Mencegah lebih baik daripada mengobati bukan? Jadi jagalah dengan baik kebersihan organ kewanitaan kita sebelum terjangkit penyakit berbahaya seperti kanker serviks. Salam sehat! (Puput/Marini)