fbpx

Bermetafosis-Lah Menuju yang Lebih Baik

bermetamorfosis/ber·me·ta·mor·fo·sis/ n 1

berubah bentuk atau susunan; beroleh bentuk lain

(baru); 2 berubah kedudukan (tingkat, martabat).


Sudah fitrahnya manusia untuk berpindah ke tempat yang lebih baik.

Saya pernah bercerita dengan seseorang tentang kebiasaan di zaman dulu. Di dapur, orang tua kita memasak nasi menggunakan tungku dan membakarnya dengan kayu. Penerangan yang butuh tali dan minyak, semua serba terbatas dan ketergantungan dengan cara yang rumit dan panjang. Lalu akhirnya kita sampai di zaman ini. Semua serba mudah, di era digital. Tidak ada lagi tungku. Namun kompor gas dan beralih lagi menjadi rice cooker bahkan nasi dapat tetap tersaji hangat, setiap saat.

Bisa saja kita tidak beradaptasi dengan zaman lalu tetap memasak dengan tungku dan kayu bakar. Konsekuensinya? Waktu yang lebih lama, dan tenaga yang dibutuhkan lebih banyak. Tidak hanya wajah hitam-hitam karena proses pembakaran kayu, kelelahan meniup bara karena harus menjaga intensitas panasnya juga tidak mudah. Ada resiko yang dihadapi, selain kondisi kesehatan, waktu juga sangat berharga. Betapa banyak waktu yang bisa dihemat untuk melakukan hal lain, dan presisi waktu yang bisa diperkirakan kapan nasinya bisa matang. Tidak perlu berlama-lama melakukan satu hal yang sama.

Kira-kira seperti itulah teman-teman semua, cuplikan contoh perbedaan zaman konvensional dulu kala dibandingkan yang kita jalan saat ini. Adaptasi, perkembangan informasi, inovasi yang terus-terusan datang. Tentu saja zaman sudah berubah, dan begitu pun diri kita. Era disruptif saatnya memaksimalkan potensi, dan memanfaatkan kesempatan untuk memberikan yang terbaik. Beradaptasi, menggali potensi, dan melakukan inovasi. Menjadi generasi yang memahami kaum milenials, dan berkolaborasi.

Seperti marketing, zaman dulu menggunakan ‘barter trade’, pos, dan supermarket dengan menunggu customer. Kebalikannya, saat ini, justru kita harus bisa mengincar peluang, memanfaatkan momen untuk menarik customer. Jika kita tidak cepat mengambil kesempatan dan sigap melakukan perubahan, tentu saja kita akan ketinggalan dan tertinggal jauh di belakang. Sebut saja online marketing. Di zaman serba online sangat memudahkan kita, baik sangat mudah menemukan seluruh informasi yang sangat penting hingga sangat mudah untuk melakukan transaksi bisnis dimanapun Anda berada. Semua telah bermetafosis.

Memang betul, dan tidak dipungkiri kita harus ucapkan terima kasih kepada handai taulan dan orang tua yang menemukan cara bahwa beras saat dicampur air dan masak mengunakan api bisa masak dan menjadi nasi. Jasa mereka bukan untuk dilupakan tapi untuk dijadikan bekal kita melakukan perubahan dan demi kemajuan yang lebih baik. Perkembangan teknologi di masa yang akan datang dipastikan akan semakin pesat. Perusahaan-perusahaan berbasis teknologi kini terus berlomba-lomba melahirkan inovasi-inovasi baru. Bukan tidak mungkin jika sepuluh atau dua puluh tahun yang akan datang realitas kehidupan manusia menjadi sangat berbeda dengan ditemukannya teknologi-teknologi baru.

Tidak ada yang tahu kemana teknologi akan membawa arah sejarah peradaban umat manusia. Yang bisa kita lakukan adalah selalu berusaha bersikap kritis dan meyakini prinsip kehadiran teknologi: bahwa teknologi seharusnya hadir untuk kepentingan manusia, bertujuan mempermudah kehidupan manusia.

Mari beradaptasi, menggali potensi, dan terinspirasi melakukan inovasi. Teruslah bermetamorfosis menjadi lebih baik.