Perhatikan 5 Langkah Ini Jika Anak Kecanduan Gadget!

Pernahkah memperhatikan bagaimana anak-anak asyik dengan gadget mereka? Kalau sudah asyik begitu, mereka bisa lupa dengan sekitarnya, termasuk abai dengan kesehatan mata. Ketertarikan anak-anak pada gadget tentu tak muncul begitu saja. Pasti ada pemantiknya, yang paling sering adalah karena orangtua, keluarga dekat, teman-temannya atau tontonan.

Melarang anak-anak memakai gadget bukan hal mudah. Apalagi jika orangtuanya sepanjang hari memakai gadget juga. Meski gadget itu dipakai untuk bekerja, di mata anak-anak tetap saja orangtua “sedang main hp”. Ya, gadget adalah dunia yang mengasyikkan. Bagi sebagian anak, gadget justru jauh lebih menarik daripada televisi. Jauh lebih menyenangkan daripada bermain sepeda atau sepakbola.

Melarang keras anak untuk  memakai gadget bisa-bisa malah membuatnya lihai mencari celah untuk bermain gadget. Namun, membiarkannya begitu saja pun tidak bijak. Terlebih dengan banyaknya masalah yang dialami anak gara-gara gadget. Sebut saja anak yang mengalami gangguan kesehatan mata dan tidak suka bersosialisasi. Jika buah hati tercinta begitu menggemari gadget, apa yang harus dilakukan orang tua? Perhatikan 5 Hal Berikut ini:

Baca Juga: https://k-link.co.id/kenali-tanda-tanda-anak-membutuhkan-kacamata/

  • Beri Teladan


    (Foto : Shutterstock.com)

    Anak-anak adalah peniru ulung. Pernah melihat anak berdandan mengikuti gaya ibunya? Nah, itu salah satunya. Begitu juga dengan gadget. Kalau setiap hari mereka melihat orangtua sibuk dengan gadget, mereka akan mencontoh.

    Bagaimana jika orangtua mempergunakan gadget itu untuk bekerja? Misalnya saja orangtua adalah blogger, buzzer, atau online marketer. Jika kondisinya seperti itu, jelaskan pada anak bahwa yang dilakukan oleh orangtua adalah bekerja. Sesekali tunjukkan pada anak apa yang sedang dikerjakan oleh orangtua di gadget tersebut.
  • Jalin Komunikasi dengan Anak


    (Foto : Shutterstock.com)

    Yang terbaik adalah komunikasi dua arah dalam suasana hangat. Mengobrol santai dengan anak tentang berbagai hal. Termasuk tentang aktivitasnya dengan gadget kesayangannya. Game apa yang suka ia mainkan, aplikasi yang suka ia pakai, chanel youtube yang biasa ia tonton, dan sebagainya. Mungkin orangtua akan kaget jika mengetahui ternyata anak mempunyai akun sendiri di kanal youtube atau di aplikasi lain. Bijaklah menyikapinya.
  • Terapkan Batasan Waktu


    (Foto : Shutterstock.com)

    Terapkan aturan yang jelas tentang batas waktu menggunakan gadget. Selain untuk menjaga kesehatan mata anak, juga agar anak berkegiatan yang lain (bersosialiasi, bermain, berolahraga, mengaji, dan sebagainya).
  • Jelaskan Efeknya pada Kesehatan Mata

    (Foto : Shutterstock.com)

    Terlalu lama menatap layar gadget bisa mengganggu kesehatan mata. Mata lelah, perih, berair, kering karena lupa berkedip, hingga terpapar radiasi. Selain membatasi penggunaan gadget, Ayah bunda bisa melindungi mata anak dengan menggunakan kacamata terapi K-Ion Nano Kids.



    Kacamata ini memiliki kandungan anion yang menjaga stabilitas suplay oksigen di sekitar mata sehingga bisa mengurangi mata lelah. Sinar Inframerah Jarak Jauh (FIR) yang terkandung di dalamnya meresap ke dalam tubuh dan menimbulkan gaya resonansi yang bermanfaat untuk pelebaran kapiler pembuluh darah. Peredaran darah jadi lancar dan sel-sel di sekitar mata juga terpacu bekerja optimal.

    Kacamata K-Ion Nano Kids juga bisa mengurangi tingkat polusi udara (debu, asap), radiasi sinar ultraviolet, dan radiasi alat elektronik yang masuk ke mata, mengurangi tingkat kekeringan mata dan lebih merelakskan mata sehingga berkurang kelelahannya saat si Kecil berinteraksi dengan gadget.
  • Apresiasi Kemampuan Anak


    (Foto : Shutterstock.com)

    Akses internet melalui gadget memungkinkan anak menguasai banyak hal. Bahasa asing, keterampilan do-it-yourself dan pengetahuan umumnya bertambah. Berilah apresiasi setiap kemajuan yang dilakukan anak. Gadget tidak serta merta harus dilarang. Karena permainan-permainan di dalam gadget juga bisa merangsang otak anak lebih kreatif. Mendampingi mereka jauh lebih bijaksana daripada melarangnya.

    Artikel Rekomendasi: https://k-link.co.id/tips-aman-bermain-smartphone-agar-tidak-merusak-mata/