fbpx

Karyanto – Crown Ambassador

From Zero to Hero & Hore Merdeka!

Wong Tekun Bakal Tekan Sanajan Nganggo Teken” (orang yang rajin melangkah akan sampai tujuan walaupun menggunakan tongkat sekalipun).

Pepatah Jawa inilah yang dijadikan semangat perjuangan Karyanto dalam mencari hidup dan kehidupan. Dilahirkan dan dibesarkan di daerah kering dan tandus kabupaten Gunungkidul, Yogyakarta, menjadikan Karyanto sebagai pribadi yang siap menghadapi segala kondisi dan keadaan, teguh dan pantang menyerah. Gunungkidul dulu dan sekarang jauh berbeda. Saat ini, Gunungkidul  bertransformasi menjadi daerah tujuan wisata Jogja yang di kunjungi banyak wisatawan domestik maupun luar negeri karena daerahnya yang eksotis dan menawan. Begitu pula perjalanan hidup seorang pria asli provinsi Yogyakarta ini siap dan akan terus bertransformasi menjadi lebih baik dan sukses.

Bermula dari Tahun 1994, Karyanto hijrah dari desa ke kota,  turun gunung ke kota Yogyakarta dalam proses merubah nasib. Pada waktu itu, Karyanto melakukan apapun yang menghasilkan yang penting halal, bekerja, jualan, berbisnis kerajinan dan lain-lain. Sehingga, akhirnya bisa melanjutkan kuliah di salah satu PTS terkemuka di Jogja dengan biaya sendiri. Sambil kuliah, pria yang dikenal gigih ini tetap melakukan aktivitas bekerja part time dan menyambi menjadi supplier kerajinan di beberapa supermarket di Jogja. Selesai kuliah, Karyanto bekerja sebagai karyawan outsourching/kontrak di salah satu perusahaan telekomunikasi yang pada waktu itu sedang ekspansi di Jogja. Saat bekerja inilah, mulai mengenal dan terlibat di bisnis jaringan sebagai media untuk  menambah penghasilan. Saat itu, Karyanto bergabung dengan salah satu MLM yang disitu dia mendapatkan penghasilan tambahan yang cukup untuk ukuran tinggal di Jogja.  Karena tidak adanya sistem dan pembimbingan, bisnis MLM-nya stagnan bahkan cenderung turun.

Awal 2006 di saat kondisi bisnis makin turun, Karyanto berkenalan dengan seseorang yang sedang menjalankan bisnis MLM juga, yakni SCA. Ahmad Firman Santosa (saat itu DM). Tujuannya, untuk sharing ilmu/belajar untuk memperbaiki bisnis MLM. Seringnya bertemu dan berdiskusi, Karyanto semakin penasaran dengan bisnis yang Firman geluti. Karena pencapaiannya yang fantastik, hingga akhirnya mereka berdua ada deal khusus dan  dipertemukan dengan salah satu tim hebatnya Firman yang kemudian menjadi sponsor dan pembimbing saya, CA Yudhiono Slamet.  

Di awal tahun, Karyanto mengaku belum bisa sepenuhnya move on, walaupun tanggung jawab moril di MLM sebelumnya sudah terselesaikan. Ternyata tidak mudah untuk memulai dari awal lagi. Kurang lebih 1,5 tahun, pria ini hanya sekedar memakai produk K-LINK untuk anak dan istrinya saja. Pada saat itu, hanya fokus ke karir di pekerjaannya. Untungnya, “Sponsor/upline tidak pernah berhenti menyemangati, sehingga kami tahu bahwa karyawan outsourching/kontrak itu jelas-jelas masa depannya belum jelas,” ungkapnya. Saat kebutuhan keluarga semakin meningkat padahal karir juga belum ada kejelasan. Akhirnya, Karyanto mulai terfikir untuk mengambil keputusan yang lebih serius.

Alhamdulillah tidak lama kemudian, pria yang berdomsili Jogja ini memutuskan untuk serius bisa masuk jajaran Leaders Club. Pencapaian meningkat, tantangan meningkat, baik tantangan dari dalam diri yang merasa nyaman dan juga tantangan dari luar. Organisasi bisnis bongkar pasang personil dan lainnya, tapi semua disikapi sebagai bagian dari proses dan kematangan bisnis. Banyak penawaran berdatangan yang mencoba menggoda, tapi Karyanto tetap istiqomah. Karyanto mengungkapkan bahwa “Bisnis ini bukan sekedar uang tapi menyangkut citra diri dan juga integritas”.  Karena pada dasarnya perusahaan, produk, sistem, dan leader-leader panutannya tidak ada masalah.

Semangat inilah yang dijadikan modal untuk melanjutkan perjuangan menuju CA. Selain itu, tentunya juga ada impian yang musti diwujudkan, impian dan energi orang tua, anak-anak dan istri tecinta. Walaupun  teman-teman ada yang berguguran, tim bisnis ada yang tumbang, tapi Karyanto punya semangat untuk berjuang, toh dulu memulai sendiri juga ditemani impian saja, ”Di saat kamu tidak bisa menyerang maju, bertahan adalah tindakan yang tepat dari pada mundur dari perjuangan” terangnya dengan penuh keyakinan.

Alhamdulillah berkat bimbingan para upline, Karyanto meraih CA. Pria yang tak henti-hentinya bersyukur ini mengungkapkan terimakasih kepada Allah SWT, dan terima kasih juga kepada keluarga, bapak, ibu, serta anak-anaknya; Dhila dan Haidar Kevin, istri tercinta J. Retno Purwandari, upline-upline; CA H. Sumaryanto, RCA. H. Hendri Rikianto, RCA. Calvin, RCA. H. Rivai Djatmiko dan ibu, SCA. Ahmad Firman S dan CA. Yudhiono S.  Tidak lupa, terimakasih kepada Presiden Direktur K-LINK, Dato’ DR H. MD Radzi Saleh beserta jajaran manajemen, K-System Indonesia, seluruh mitra bisnisnya dan juga seluruh distributor K-LINK. Salam persaudaraan salam sukses!