Ir. Abdul Kadir – Crown Ambassador

K-LINK adalah sebuah 

bisnis tapi ‘mulia’


“Kebahagiaan yang hakiki akan dinikmati ketika membantu kehidupan orang lain menjadi lebih baik, Anda akan nikmati bersama K-Link”

K-LINK adalah sebuah 

bisnis tapi ‘mulia’


“Kebahagiaan yang hakiki akan dinikmati ketika membantu kehidupan orang lain menjadi lebih baik, Anda akan nikmati bersama K-Link”

K-LINK adalah sebuah 

bisnis tapi ‘mulia’


“Kebahagiaan yang hakiki akan dinikmati ketika membantu kehidupan orang lain menjadi lebih baik, Anda akan nikmati bersama K-Link”

Harga Sebuah

            Keputusan                                                   



Mantan General Manager salah satu perusahaan swasta nasional yang  juga pernah menjadi komisaris ini berkenalan dengan K-Link pada 2006, saat ia sedang menderita kolesterol yang tinggi. Beberapa bulan menjadi pelanggan, 28 Agustus 2006 ia bergabung di K-LINK agar mendapat diskon 20%.

Momentum diperolehnya saat menghadiri Anniversary Klink Indonesia di Yogyakarta pada 21 April 2007. Ia terkesan dengan lagu kebangsaan “Indonesia Raya”. “Baru kali itu saya benar-benar menikmati lagu kebangsaan, setelah lebih dari tiga puluh tahun.  Itu pada saat syukuran sebuah perusahaan. Sungguh terharu saya,” papar Abdul Kadir.

Keyakinannya pada K-LINK bertambah manakala keesokan harinya ia menikmati Konvensi Nasional. Pada 23 April 2007, ia diundang makan siang oleh Hendri Rikianto (RCA) dan Triana Kurniati (SCA) di salah satu Restoran di Yogyakarta, yang juga dihadiri RCA Calvin, Andang Priyadi (SCA) dan Handoyo Seno (CA). Melihat K-LINK dan komunitasnya pada rangkaian momen tersebut, tekad suami dari DM Tin Irianti semakin mantap sehingga memutuskan,


     ”Yes, K-LINK is the best,     
     it’s my final destination!”   


“K-LINK adalah sebuah bisnis tapi ‘mulia’. Saya akan sungguh-sungguh berkarir di K-LINK. Tolong beritahu saya caranya,” pinta ayah dari Indah, Fikri dan Windy ini kepada pembimbing sekaligus upline tercinta RCA Calvin, pada 25 April 2007 di Yogyakarta.

Konsekuensi dari keputusannya adalah ia harus meninggalkan kehidupan harmonis dan bahagia bersama keluarga untuk sementara waktu. Sehingga prioritas beliau hanya Allah, keluarga, karir di konvensional dan di K-LINK. Hobi dan kesenangan harus direm dulu. Kesulitan yang dialaminya adalah membagi waktu, karena mengelola usaha di beberapa kota dan juga harus fokus di K-LINK.

Namun justru itu yang membuat hari-harinya menjadi dinamis. Sama seperti Distributor lainnya, tanpa pengalaman di indutri Multi Level Marketing sehingga awalnya sedikit ‘gamang’. Sebagai pimpinan di usahanya, yang terbiasa memberi perintah kepada bawahan menjadi sangat bertolak belakang. Menjadi downline dari DM Sofri Yumiluzar, pria yang juga akrab disapa Atok Fatih ini sering menerima penolakan. Awalnya ia tidak senang ditolak, namun CM Syailendra Maulana mengajarkan : ”Penolakan adalah “hidangan” yang harus kita nikmati. Penolakan adalah bagian yang tak bisa dipisahkan dari usaha ini. Terus belajar dari penolakan yang membuat kita besar.”

Harga Sebuah

            Keputusan                            


Mantan General Manager salah satu perusahaan swasta nasional yang  juga pernah menjadi komisaris ini berkenalan dengan K-Link pada 2006, saat ia sedang menderita kolesterol yang tinggi. Beberapa bulan menjadi pelanggan, 28 Agustus 2006 ia bergabung di K-LINK agar mendapat diskon 20%.

Momentum diperolehnya saat menghadiri Anniversary Klink Indonesia di Yogyakarta pada 21 April 2007. Ia terkesan dengan lagu kebangsaan “Indonesia Raya”. “Baru kali itu saya benar-benar menikmati lagu kebangsaan, setelah lebih dari tiga puluh tahun.  Itu pada saat syukuran sebuah perusahaan. Sungguh terharu saya,” papar Abdul Kadir.

Keyakinannya pada K-LINK bertambah manakala keesokan harinya ia menikmati Konvensi Nasional. Pada 23 April 2007, ia diundang makan siang oleh Hendri Rikianto (RCA) dan Triana Kurniati (SCA) di salah satu Restoran di Yogyakarta, yang juga dihadiri RCA Calvin, Andang Priyadi (SCA) dan Handoyo Seno (CA). Melihat K-LINK dan komunitasnya pada rangkaian momen tersebut, tekad suami dari DM Tin Irianti semakin mantap sehingga memutuskan,


”Yes, 

K-LINK

is

the best,


it’s

myfinal

 destina

tion!"


“K-LINK adalah sebuah bisnis tapi ‘mulia’. Saya akan sungguh-sungguh berkarir di K-LINK. Tolong beritahu saya caranya,” pinta ayah dari Indah, Fikri dan Windy ini kepada pembimbing sekaligus upline tercinta RCA Calvin, pada 25 April 2007 di Yogyakarta.

Konsekuensi dari keputusannya adalah ia harus meninggalkan kehidupan harmonis dan bahagia bersama keluarga untuk sementara waktu. Sehingga prioritas beliau hanya Allah, keluarga, karir di konvensional dan di K-LINK. Hobi dan kesenangan harus direm dulu. Kesulitan yang dialaminya adalah membagi waktu, karena mengelola usaha di beberapa kota dan juga harus fokus di K-LINK.

Namun justru itu yang membuat hari-harinya menjadi dinamis. Sama seperti Distributor lainnya, tanpa pengalaman di indutri Multi Level Marketing sehingga awalnya sedikit ‘gamang’. Sebagai pimpinan di usahanya, yang terbiasa memberi perintah kepada bawahan menjadi sangat bertolak belakang. Menjadi downline dari DM Sofri Yumiluzar, pria yang juga akrab disapa Atok Fatih ini sering menerima penolakan. Awalnya ia tidak senang ditolak, namun CM Syailendra Maulana mengajarkan : ”Penolakan adalah “hidangan” yang harus kita nikmati. Penolakan adalah bagian yang tak bisa dipisahkan dari usaha ini. Terus belajar dari penolakan yang membuat kita besar.”


Membaca dan menelaah buku Foundation Pack secara detail sangat membantunya dalam memahami K-System. Menyimak kaset membuatnya semakin semangat dan bergairah. “Buku “Berpikir dan Berjiwa Besar” menjadikan kita tabah, sementara agar presentasi menjadi lebih berkesan dan menarik saya berupaya memahami buku “Bagaimana Mencari Kawan dan Mempengaruhi Orang Lain.” Mengkonsumsi produk setiap hari, terus meningkatkan kapasitas, dan aktivitas menjadi rahasianya meraih sukses. “Tingkatkan aktifitas, make it happen. Bangun bisnis ini dengan membangun orang (empowering people),” demikian pesan RCA Calvin.

Saat ini Abdul Kadir hanya berkarir di K-LINK. Dengan kerja keras, belajar dan bersyukur serta rutin berkonsultasi dengan RCA Calvin dan RCA Hendri Rikianto, kini Atok menikmati keindahan waktu bersama isteri, anak dan cucu tersayang. Di akhir minggu ia berbagi dengan mitra K-LINK di seluruh nusantara, sambil menekuni hobi fotografinya.

“Kami bersyukur bisa berkarir di K-LINK dan dipertemukan dengan orang-orang ‘hebat’.” Penghargaan dan terima kasih kepada Presdir K-LINK Dato’ DR. H. Md. Radzi Saleh, GM Ir. Djoko Komara, Om Jack, seluruh staf K-LINK, dan tentu saja seluruh upline dan downline tersayang. Di K-LINK investasi terbesar justru ketika kita mau dan siap untuk berubah, diubah, dan diarahkan. Konsekuensinya kita tumbuh menjadi pribadi menyenangkan dengan aset yang terus bertumbuh dan berkembang. Bahkan bisnis K-LINK dapat diwariskan. Life is so beautiful,”  ujar Atok Fatih mengakhiri.