Senior Crown Ambassador

Novan Nurwanto

“Orang yang tak mau mengubah cara berpikirnya, mereka tak akan mampu mengubah tindakannya, apalagi mengubah hidupnya.”

Saya Novan Nurwanto, pria asal Tegal yang dibesarkan dari keluarga pedagang martabak. Bergabung menjadi Mitra K-Link Indonesia sejak tahun 2006 yang awalnya dikenalkan oleh almarhum RCA ELC Sucipto, SE. Pada Februari 2020 lalu, saya akhirnya berhasil meraih peringkat Senior Crown Ambassador (SCA). Tentunya bukan perjalanan yang mudah bagi saya untuk bisa mencapai di titik saat ini.

Perjalanan bisnis yang berlika-liku dimulai ketika saya masih berusia 23 tahun yang saat itu harus menanggung hutang. Sementara orang tua di kampung tidak tahu dan sangat berharap anaknya cepat lulus. Serba sulit, mau melamar kerja tak punya ijazah, berbisnis pun tak punya modal. Tapi, mental bisnis sepertinya sudah mandarah daging ke diri saya. Ayah saya (H.Wartono) dan Ibu (Hj. Nur Amaliah) merupakan seorang pedagang martabak, saya cukup banyak belajar dari mereka. 
 
[:en]WhatsApp Image 2020-02-20 at 11.02.69 2[:]

Saya merantau ke Bandung pada 2001 untuk kuliah di Sekolah Tinggi Teknologi Tekstil. Saya aktif di berbagai organisasi mahasiswa kampus sambil tidak lupa memutar otak mencari peluang bisnis. Pada pertengahan tahun 2002, saya mendapatkan uang Rp1,4 juta dari orang tua untuk membeli komputer. Keinginan kuat berbisnis, uang itu saya belikan gerobak untuk berjualan. Saya berjualan pempek selama 3 bulan, berganti siomay dan bakso tahu, kemudian beralih ke ayam goreng. Dari penjualan ayam ini saya bisa menikmati keuntungan sampai Rp3 juta per bulan. 

Sayangnya di bulan keenam usaha ini berhenti. 

Di pertengahan 2003, saya mencoba bisnis pelatihan. Di sinilah saya belajar banyak hal. Sambil memberikan pelatihan di berbagai kota, saya mencari peluang pelanggan seragam. 

Novan Nurwanto

Saya bersyukur Allah menakdirkan saya bertemu dengan bisnis K-LINK

Dari bisnis pelatihan dan pesanan konveksi, saya mulai menabung hingga pada akhir 2004 bisa merintis CV garmen dan bisa melebarkan bisnis ke Malaysia. Tapi kesuksesan bisnis di bidang trading garmen tersebut hanya berjalan sekitar 2 tahun. Awal tahun 2006, mitra bisnis saya membawa lari uang produksi dan seketika bisnis garmen mengalami kebangkrutan. Kegagalan tampak sangat akrab berkawan. Tapi itu tidak mengurungkan niat saya untuk tetap berbisnis.

Di tengah kebingungan dan tekanan, tepatnya pada pertengahan tahun 2006, saya mulai mengenal bisnis K-LINK. Harapan saya mulai tumbuh pada saat itu. 
 
Saya bersyukur Allah menakdirkan saya bertemu dengan bisnis K-LINK, bisnis yang atas izin-Nya mampu telah mengubah kehidupan saya. Di bisnis ini, saya juga bertemu pasangan hidup, Ivana Suciati hingga dikaruniai keturunan.
 

Hanya dalam waktu tiga tahun, saya sudah meraup banyak keuntungan hingga bisa melunasi semua hutang-hutang saya. Setelahnya, saya juga bisa membeli beberapa kendaraan, tempat tinggal di komplek yang cukup bagus, jalan-jalan ke luar negeri, membangun yayasan yatim piatu, bahkan berangkat ibadah ke Tanah Suci bersama orang tua.

Adapun di era pandemi seperti saat ini, saya memiliki dua kunci utama untuk mempertahankan bahkan meningkatkan bisnis K-LINK. Pertama, adaptif dengan teknologi. Kedua, memperkuat silaturahmi dengan tim saya. Hal yang mahal di era pandemi seperti sekarang adalah silaturahmi. Ada hal yang saya yakini tidak bisa digantikan dengan teknologi, yaitu keterikatan emosi atau emotional bounding. 
 

Novan Nurwanto

basis atau leader
yang siap berjuang dalam tim bisnis

Belakangan ini, saya senang main motor, karena dengan hobi tersebut, saya bisa menjelajah lebih lincah dan lebih efektif. Mempertahankan basis-basis saya dengan cara mengunjungi para leader di rumahnya dengan sepeda motor. Dari dulu saya ajarkan tim saya ketika menemukan basis atau leader yang siap berjuang dalam tim bisnis kita, lakukan tiga pola hubungan, yaitu:

Hubungan bisnis

Kalau orang sudah serius diajak bisnis, pasti dia siap untuk bekerja dengan target. Kalau orang sudah serius diajak bisnis, pasti dia siap untuk bekerja dengan target. Kita belum punya hubungan bisnis dengan tim kita ketika belum ada project atau target yang akan dikerjakan bersama.

Hubungan pertemanan

Naikin level menjadi hubungan pertemanan. Bangun kedekatan sebagai teman kepada tim bisnis kita, cirinya di luar urusan bisnis kita berinteraksi dengan dia, misal ngopi bareng, main bareng. Kalau nanti ada masalah di bisnis, maka dia akan mempertimbangkan bahwa saya dengan dia tim bisnis adalah teman, ketika bisnisnya bermasalah, hubungan pertemanan jangan sampai bermasalah.

Hubungan persaudaraan

Biasanya kepada leader utama itu membangun hubungan persaudaraan, sampai keluarga saya ajak main silaturahmi ke keluarga dia, kita pun kadang undang keluarga dia menginap di satu tempat bersama sekeluarga begitu, sehingga kita memiliki ikatan yang kuat sebagai saudara.

Atas izin dan takdir dari Allah SWT, saya bersyukur bisa sampai di titik ini. Besar rasa terima kasih saya ucapkan kepada Presiden Direktur K-Link Indonesia, Dato’ DR. H. MD. Radzi Saleh beserta jajaran manajemen yang telah banyak mendukung saya dalam pencapaian ini. Rasa terima kasih juga tak luput saya ucapkan kepada para upline dan semua downline yang telah setia untuk berjuang bersama. Terakhir, terima kasih pula saya ucapkan terhadap sosok wanita yang setia mendampingi perjalanan hidupnya hingga saat ini, yaitu istri tercinta saya.