Feri Fera Atmojo – Crown Ambassador

“Orang sukses adalah dia yang ketika mengalami kegagalan, selalu memiliki keyakinan dirinya masih bisa sukses.”

Feri Fera Atmojo – Crown Ambassador

Pria kelahiran Tegal 4 April 1977 ini pernah bercita-cita melanjutkan studi di Yogyakarta. Namun bisnis orang tua yang sedang mengalami kemunduran mengurung niatnya, sehingga ia memutuskan untuk bekerja. Prinsip yang selalu diajarkan orang tua untuk menjadi pengusaha membuatnya mencoba berbagai usaha.

Namun karena kurang pengalaman ia belum jua mencicipi kesuksesan. “Tetapi saya percaya bahwa, orang sukses adalah mereka yang ketika mengalami kegagalan, selalu yakin bahwa dirinya masih bisa sukses,” ungkapnya.

Gempa Yogya tahun 2006 membuat bisnisnya bangkrut dan menyisakan hutang. Di saat keterpurukan Allah mengirimkan seorang sahabat lama dan mengenalkan bisnis K-LINK. Walaupun awalnya memiliki pemikiran negatif tentang bisnis ini, sikap pantang menyerah meyakinkannya pada bisnis ini tidak berhenti. Ketertarikan terhadap produk yang unik dan berkualitas membuat dirinya mencoba bergabung pada Mei 2006.

Momentum terbesar didapatnya saat upline CM Sholtan. MP memaksanya mengikuti training BOB. Saat itulah ia memutuskan untuk lebih serius. Penolakan ia jadikan tantangan untuk tidak menyerah sampai berhasil. “Selesaikan sampai garis finish apa yang sudah dimulai,” menjadi kata-kata penyemangat ketika menghadapi ujian ayah dari Vina, Aurel, Mazaya, dan Rasya ini.

Kecelakaan parah dialaminya saat mengejar peringkat CA. Namun patah tulang yang dialaminya saat Desember 2009 tidak mematahkan semangatnya untuk mengejar panggung CA yang ingin ia hadiahkan pada istri tercinta, Oviliana, yang lahir pada bulan April. Perjuangannya membuahkan hasil yang menggembirakan, April 2010 Crown Ambasador berhasil diraihnya.

“Alhamdulillah, saya merasakan berkahNya yang luar biasa. Dari bisnis ini saya bisa menyelesaikan hutang, membeli mobil impian, jalan-jalan ke luar negeri, mengumrohkan orang tua, serta memiliki waktu yang berkualitas untuk keluarga. Dari sekian banyak pekerjaan dan bisnis yang pernah saya tekuni, cuma bisnis K-LINK yang mudah dijalani,” tegasnya.

“Susah itu kan karena belum tau caranya,” tambahnya lagi. Rajin mengikuti pelatihan dan pertemuan, dan efektif menggunakan alat bantu K-System diakui Feri membuat bisnisnya semakin melesat.

“Terima kasih kepada orang tua saya, Ibu Mulyati yang selalu berdoa untuk kesuksesan putranya, serta para pelatih dan upline; SCA ELC Hendro Setiawan, CM Sholtan MP, RCA ELC Calvin dan downline-downline di seluruh Indonesia. Terima kasih juga kepada Presdir K-Link Indonesia Dato’ DR. H. Md. Radzi Saleh beserta seluruh manajemen K-LINK.”