Dr. Nila Farahdiba Daulay – Crown Ambassador

Semenjak kecil, orang tua tercinta, Ir.H. Elizar Hamonangan Daulay dan Hj. Nurmalinda Harahap menginginkan anak-anaknya mengenyam pendidikan tinggi dan berprestasi. Beberapa kali meraih juara umum dan memenangkan olimpiade matematika saat sekolah di Pekanbaru, Riau, membuat saya percaya diri melanjutkan sekolah di Bandung dan diterima di SMU Terfavorit, SMU Negeri 3 Bandung, kemudian melanjutkan ke Fakultas Kedokteran di Bandung.

Setelah lulus dan meraih gelar dokter dengan nilai cum laude, saya melanjutkan ke jenjang spesialis. Setelah lulus di tahun 2006, saya melanjutkan pendidikan spesialisasi Kandungan dan Kebidanan di Universitas Negeri Bandung, dan saat itulah saya mulai mengenal K-LINK.

Seorang pemuda yang sangat energik dan kharismatik, yaitu (saat itu) SCA Sucipto, SE., mengenalkan K-LINK pada keluarga saya. Latar belakang sebagai dokter dan keadaan sosial ekonomi yang cukup, membuat saya memandang remeh bisnis K-LINK saat itu. Ayah, ibu dan keluarga yang telah bergabung dan aktif, tidak membuat saya ikut-ikutan gabung.

Melalui adik tercinta, saya sering mendengar sosok SCA Sucipto,SE. Pemuda tampan ini pun mendekati saya dengan menawarkan bisnis K-LINK, lalu menyatakan maksud hatinya. Ketaatan beribadah dan jiwa kepemimpinannya membuat saya kagum, sehingga dalam waktu singkat, beliau melamar saya dan kami menikah.

Selama 3 tahun usia pernikahan, saya tetap negatif dengan bisnis K-LINK. Kesabaran suami, yang saat itu telah meraih Royal Crown Ambassador, terus mengajak ke pertemuan K-LINK mengubah perspektif saya, ditambah jam kerja sebagai dokter yang tak kenal waktu. Hal yang jauh berbeda dengan pola hidup suami. Beliau bisa mengatur kegiatan, banyak waktu luang beribadah bersama anak, jalan-jalan ke puluhan negara membuat saya bertanya-tanya, “Kok bisa punya waktu luang dengan penghasilan yang sangat besar?”

Diam-diam, saya browsing internet, membaca jurnal dan buku-buku kedokteran. Keyakinan saya pada produk K-LINK bertambah, karena ternyata punya evidence base jelas dan secara medis terbukti bagus. Saya mulai melirik bisnisnya dan belajar pada upline, suami tercinta.

Kesibukan sebagai dokter, istri dan ibu rumah tangga membuat saya harus bisa membagi waktu. Saya paham ternyata profesi ini sangat mulia, bisa membantu banyak orang menjadi sehat dan menjadi solusi ekonomi. Kalimat yang sangat menginspirasi saya adalah ketika suami berkata “Wanita yang menjalankan kodratnya adalah baik,namun wanita yang bermanfaat bagi sesamanya adalah sempurna?.

Kerabat dan teman sejawat ternyata cukup banyak yang mengejek dan menganggap rendah profesi ini, sehingga menantang saya untuk segera membuktikan keputusan serius di K-LINK akan membuahkan hasil. Akhir tahun 2010 saya putuskan keluar dari zona nyaman dan membuang rasa gengsi, saya jalankan bisnis ini sesuai sistem.

Juli 2013 peringkat Crown Ambassador saya raih. Alhamdulillah dan puji syukur kepada Allah. Pencapaian ini bukan karena saya hebat, tapi karena K-System dan kerja tim yang luar biasa. Terima kasih kepada upline dan suami tercinta, RCA. ELC. Sucipto,SE., kedua orang tua, anak-anak tercinta, M. Fathan Hans Ghafiqi dan M. Daffa Fazaidan. Kepada upline RCA. ELC. Ir. H. Irwansyah dan istri, CA. PLC. Annisa Permatasari. Terima kasih atas apresiasi dan dukungan Bapak Dato? Dr. H. MD.Radzi Saleh dan seluruh staf K-Link Indonesia.

Serta mitra yang sangat menginspirasi saya, CA.Novan Nurwanto, CA. Riki Fadhillah, CA. Dikdik Rahmatullah, CA. Hasyim, CA. Indra Munawar, semua mitra yang sedang berjuang menuju Crown Ambassador, termasuk tim wanita tangguh, Ladies Beauty Club Bandung, dan seluruh Indonesia.