Dr. Nila Farahdiba Daulay – Senior Crown Ambassador

wanita itu istimewa

“Pola kehidupan profesi dokter dari subuh sampai magrib, terkadang dinas malam membuat saya tidak punya waktu, sangat jauh berbeda dengan pola kehidupan suami, banyak waktu luang, beribadah bersama anak, jalan-jalan ke puluhan negara, membuat saya bertanya-tanya, kok bisa punya waktu luang dengan penghasilan yang sangat besar,” terang Nila.

Sejak kecil, orang tua tercinta, Ir. H. Elizar Hamonangan Daulay dan Hj. Nurmalinda Harahap menginginkan semua anaknya mengenyam pendidikan tinggi.

Hal itu pun dibuktikan oleh SCA. GLC. Dr. Nila Farahdiba Daulay dengan beberapa kali memenangkan olimpiade dan diterima di SMU terfavorit, dan melanjutkan ke Fakultas kedokteran di Bandung. Segudang aktivitas bukanlah penghambat dirinya menjadi lulusan dokter dengan predikat “cum laude”.

Setelah lulus Nila, mengambil spesialisasi kandungan dan Kebidanan. Di tahun yang sama, ia mengenal sosok pemuda energik dan kharismatik, yang saat itu berperingkat SCA dan menjadi suaminya, RCA Sucipto SE. Dirasa sebagai seorang dokter juga dengan ekonomi suami yang cukup, membuatnya belum tertarik menjalankan bisnis K-LINK.

Justru melalui adiknya, Nita Meilissa Daulay, ST dan dr. M. Chalid Ghazali, serta downline-downline dari suami yang kerap membicarakan sosok suami juga berkat kesabaran suami yang berkali-kali mengajak ke acara K-LINK, membuatnya melihat ada sesuatu yang hebat di bisnis ini.

Mengawali rasa penasaran terhadap K-LINK, diam-diam ia mencari tahu, dari sanalah keyakinannya semakin meningkat dan belajar pada sang upline yaitu suami tercinta. Dirinya menyadari betul bahwa profesi ini sangat mulia, bisa membantu banyak orang menjadi sehat dan menjadi solusi terhadap kesulitan ekonomi keluarga mereka.

“Kalimat yang sangat menginspirasi saya adalah ”Wanita yang menjalankan kodratnya adalah baik, namun wanita yang bermanfaat bagi sesamanya adalah sempurna” ucapnya mengulang kalimat sang suami.

Ia menyadari betul bahwa wanita adalah makhluk yang “multitasking”. Wanita itu istimewa mampu memerankan segala macam peran, dimulai dari peran sebagai istri, anak serta ibu. “Saat memasak bisa saya lakukan sambil bersih-bersih bahkan mengasuh anak serta tetap harus mengamankan kondisi keluarga” ujar Nila.

Akhir tahun 2010 ibu tiga anak ini memutuskan untuk keluar dari zona nyaman dan menjalankan K-LINK. Walaupun bersuamikan RCA ternyata tidak menjamin bisnis ini menjadi mudah, tetap perlu

kerja keras dan komitmen yang tinggi. Juli 2013, peringkat Crown Ambassador pun diraihnya. September 2013, ia dipercayakan untuk menjadi salah satu dewan sekaligus ketua Ladies beauty Club (LBC). Di sebuah base camp beralamat di jalan Karawitan No.18, Turangga, Lengkong, Kota Bandung inilah ia aktif berjuang bersama para mitra meningkatkan kualitas hidup bersama K-LINK. Acara ladies mulai dari tema kesehatan, kecantikan, bisnis, syariah hingga keharmonisan rumah tangga merupakan kegiatan wajib LBC. Tak selang lama, peringkat SCA diraih pada tahun 2016.

Terimakasih disampaikan kepada upline dan suami tercinta, RCA. ELC. Sucipto, SE, kedua orang tua, juga anak-anak tercinta (M.Fathan Hans Ghafiqi, M. Daffa Fazaidan dan Sa’ad Malik Rafassya). Terimakasih juga untuk upline RCA. ELC. Ir. H.Irwansyah dan istri, CA. PLC. Annisa Permatasari serta berterima kasih atas apresiasi dan dukungan yang luar biasa dari Bapak Dato’ Dr. H. MD.Radzi Saleh dan seluruh staf K-Link Indonesia. Selain itu juga untuk para mitra, CA. Novan Nurwanto, CA. Riki Fadhillah, CA. Dikdik Rahmatullah, CA. Hasyim, CA. Indra Munawar, Alm. CA. Erwinsyah, CA. Srie Maryani dan para mitra yang saat ini sedang berjuang menuju CA, termasuk tim wanita tangguh, Ladies Beauty Club Bandung dan mitra di seluruh Indonesia.

Ia berpesan kepada seluruh ladies K-Link di seluruh Indonesia untuk berjuang bersama dan memanfaatkan wadah LBC. Dengan wadah perempuan dari K-LINK ini diharapkan akan semakin banyak wanita hebat Indonesia yang dapat hidup lebih berkualitas. “Semoga wadah yang luar biasa ini akan menciptakan wanita-wanita berprestasi, berwawasan luas, berattitude baik, salihah, berpenghasilan besar, namun tetap rendah hati, bertawadu pada suami dan imamnya, bisa menjadi tiang-tiang kokoh dalam setiap rumah tangga, dan menjadi tiang kokoh negara, menjadi Aisyah-Aisyah dan Khadijah-Khadijah zaman now. Emak-emak milenial yang secara komprehensif hebat sebagai pribadi dan bermanfaat untuk sesamanya” pesan Nila.