Bendot – Crown Ambassador

“Berubahlah! Keputusanmu untuk berubah,menentukan masa depanmu”

Bendot – Crown Ambassador

Bendot terlahir dari keluarga sederhana. Semasa remajanya bungsu dari dua bersaudara ini tumbuh di lingkungan yang lebih senang main band, mengembara tanpa arah masa depan yang jelas. Pekerjaan serabutan ia jalani untuk menyambung hidup. Selepas kuliah D-III ia berhenti selama 3 tahun untuk mengumpulkan biaya, dan kemudian melanjutkan kuliah S1.

Bendot berkenalan dengan bisnis K-LINK di tahun 2006 lewat sahabatnya CA Arif Rahman Saputro, SE, MM. Lajang kelahiran Jember, Jawa Timur ini awalnya hanya tertarik mencoba produk K-Link Kinotakara untuk neneknya. “Saya melihat perkembangan yang baik dari kondisi beliau sejak memakai Kino,” ungkap Bendot.

Seiring waktu CA Arif mengenalkan bisnisnya, meskipun Bendot masih negatif terhadap bisnis MLM. “Saya akui caranya memperkenalkan bisnis ini sungguh bijak, CA Arif selalu mempromosikan modul-modul di K-System,” tutur alumni S1 Manajemen Universitas Brawijaya ini. Bendot menemukan sisi berbeda yang tidak ia dapatkan saat mengenyam pendidikan formal, yaitu tentang sikap. Hingga akhirnya ia mengambil keputusan yang berani untuk mengubah sikapnya menjadi lebih positif dengan memotong rambut gondrong kebanggaannya, sekaligus beralih dari lingkungan pergaulannya selama ini.

“Allah tidak akan mengubah nasib seorang kaum, jika kaum itu tidak mau mengubahnya’. Ayat inilah yang memantapkan keputusan saya untuk berubah.” Didukung oleh upline CA. Magdalena, ia mulai serius menjalankan bisnis K-LINK, terutama setelah mengikuti training Best of The Best. “Satu tahun pertama betul-betul cobaan terberat buat saya. Tak ada satupun downline yang aktif, sampai peringkat manager isi jaringan saya hanya orang-orang sakit,” ujar Bendot. Saat berkonsultasi dengan upline pembimbing CA Ariyanto Hidayat yang ia dapatkan hanya kalimat “Untuk Bendot no comment dulu”.

Kata-kata itulah yang membawa Bendot meninggalkan kota kelahirannya, berpindah dari satu kota ke kota lain di Jawa Timur untuk mengembangkan bisnisnya. “Saya sadar hambatan, rintangan, cobaan dan ujian, ditambah jauhnya jarak dengan para upline, sudah menjadi paket konsekuensi dalam membangun jaringan di luar kota. Berbekal ilmu K-System yang sudah saya pelajari sewaktu menjadi good team player di Jember, semua itu bisa teratasi.

“Kenyangkan dulu otakmu dengan ilmu, niscaya kamu bisa mengenyangkan perutmu,” motto ini menjadi bekalnya dalam masa pengembaraan. Di ujung tahun 2009 perjuangannya membuahkan hasil: ia naik panggung Crown Ambassador.

“K-LINK betul-betul mengubah kehidupan saya. Banyak pendidikan kepribadian yang saya dapatkan. Jika dulu banyak diremehkan orang, sekarang sebaliknya. Kalau dulu jalan-jalannya sebatas dalam negeri, sekarang sudah ke luar negeri, termasuk ke Tanah Suci Mekkah bersama kedua orang tua dan kakak. Yang terpenting adalah saya bisa keluar dari lingkungan negatif ke lingkungan yang positif. Terima kasih pada Allah SWT, kedua orang tua, manajemen K-LINK, seluruh upline dan downline karena mereka adalah bagian penting dari kesuksesan saya” ucapnya penuh syukur.