Ramadan dan Reorientasi Kesuksesan

Ramadan dan Reorientasi Kesuksesan
Setiap orang ingin meraih kesuksesan meskipun parameter atau tolok ukur sukses pada tiap orang bisa berbeda. Misalnya, ketika seseorang berusia 12 tahun, dia akan merasa sukses ketika dapat melanjutkan sekolah di SMP/MTs favorit. Ketika menjelang usia 18 tahun orang akan merasa sukses jika diterima sebagai mahasiswa di perguruan tinggi negeri pilihan. Dan setelah menyelesaikan studi di perguruan tinggi pada umumnya ukuran orang sukses adalah jika  diterima sebagai karyawan atau langsung bekerja di sebuah perusahaan terkenal dengan standar gaji yang tinggi. Adapun setelah berumah tangga, ukuran suksesnya adalah jika dia telah dikarunia keturunan yang sehat, memiliki rumah yang luas dan mobil yang bagus serta bisa menikmati liburan dengan berjalan-jalan ke luar negeri.

Bagi Mitra K-LINK yang merupakan pebisnis muslim dan berbisnis dengan berbasis syariah, sukses seharusnya tidak hanya diukur dengan materi dan kekayaan. Tidak dipungkiri bahwa setiap orang membutuhkan harta untuk kebutuhan hidupnya, Islam juga tidak melarang umatnya menjadi seorang tajir yang kaya raya, akan tetapi harta tidaklah merupakan tujuan utama dalam hidup di dunia dan harta bukan merupakan satu-satunya tolok ukur kesuksesan seseorang. Apalah artinya kaya jika tidak membayarkan zakat? Apa artinya memiliki rumah yang luas tetapi sampai lupa dengan masjid? Apa artinya mobil yang bagus jika tidak dapat membahagiakan ayah dan ibu? Seorang muslim yang kaya tetapi tidak memberikan sumbangsih yang bermanfaat bagi  lingkungannya, maka dia adalah muslim yang gagal.

Pebisnis syariah yang sukses adalah orang yang dicintai oleh Allah dan dicintai oleh manusia lain karena kebaikan-kebaikanya, karena dia menjadi orang yang  bermanfaat bagi orang lain, kehadirannya selalu memberikan hal-hal positif bagi orang yang ada di sekitarnya. Inilah re-orientasi kesuksesan yang harus kita lakukan sebagai pebisnis muslim, Ramadan harus menjadi sarana untuk meluruskan niat, Ramadan harus menjadi tangga menuju kesuksesan yang hakiki, kesuksesan di dunia dan akhirat dalam setiap upaya yang kita lakukan, termasuk sukses dalam berbisnis.

Dalam hadits yang diriwayatkan oleh Imam Thabrani disebutkan :

“Dari Amr bin Dinar, dari Umar r.a  bahwa seseorang telah datang kepada Nabi saw dan berkata: Wahai Rasulullah, Siapakah orang yang yang paling dicintai oleh Allah swt? Dan apakah amal perbuatan yang paling dicintai oleh Allah swt? Maka Rasul menjawab: Diantara orang yang paling dicintai oleh Allah swt adalah orang yang paling bermanfaat bagi orang lain. Dan diantara perbuatan yang paling dicintai oleh Allah swt adalah (1) membahagiakan orang muslim lain (2) menghilangkan kesedihan atau rasa dukanya, (3) membantu–memberikan jalan-untuk melunasi  hutangnya dan (4) mengusir rasa laparnya. Sungguh, jikalau aku berikhtiar dengan saudaraku untuk memenuhi kebutuhan (orang lain), maka hal itu lebih aku sukai daripada aku beritikaf selama 1 (satu) bulan di Masjid Madinah. (HR Thabrani).

Subhanallah…bekerja dan berusaha untuk mencari rezeki guna membantu kebutuhan orang lain lebih dicintai oleh Rasulullah dari pada itikaf di dalam Masjid Nabawi selama satu bulan, hal ini menunjukkan betapa mulianya seseorang yang berbisnis dengan niat membantu orang lain, maka pebisnis yang sukses adalah pebisnis yang dapat memberikan manfaat kepada orang lain, bukan  memanfaatkan orang lain.

Bermanfat bagi orang bisa berarti bermanafaat untuk keluarga (anak-istri-orang tua), keluarga yang lain (kakak-adik-paman dan lain-lain), tetangga, sahabat, sesama muslim bahkan sesama manusia. Semakin banyak orang yang mendapatkan manfaat dari diri kita berarti tingkat kesuksesan kita semakin besar. Tingkat kesuksesan seseorang dapat dilihat seberapa banyak orang-orang yang merasakan manfaat dari usaha dan keberadaan kita.

Sebagai Mitra K-LINK, kita merasa senang jika dapat membantu orang lain untuk hidup sehat, membantu orang lain untuk menjemput rezeki guna memenuhi kebutuhan hidupnya. Sebagai seorang leader dalam jaringan bisnis K-LINK, Anda akan menjadi orang yang sukses ketika banyak downline yang terbantu dengan perekrutan dan bimbingan Anda. Bermimpilah untuk menjadi orang yang paling bermanfaat bagi keluarga dan grup bisnis Anda, berikan manfaat kepada orang lain melalui produk yang Anda jual, melalui konsultasi atau bimbingan kesehatan yang Anda berikan, melalui pembinaan jaringan yang Anda lakukan dan melalui setiap amal usaha yang Anda lakukan dalam menjalankan bisnis ini.

Jangan jadikan materi atau harta sebagai satu-satunya target kesuksesan Anda dalam berbisnis bersama K-LINK, tetapi bercita-citalah agar Anda menjadi orang yang bermanfaat bagi orang lain. Bahagiakan keluarga Anda, berikan nafkah yang cukup untuk istri dan anak Anda, berikan pendidikan yang terbaik untuk anak-anak Anda, berikan jaminan kesehatan kepada seluruh keluarga, hantarkan ayah-ibu-istri dan anak anda menuju ke Baitullah guna menyempurnakan rukun Islam. Sebaik-baik manusia adalah orang yang paling banyak memberikan manfaat kepada orang lain, Pebisnis syariah yang sukses bagaikan pelita yang senantiasa menerangi lingkungan dan memberikan manfaat kepada siapapun yang ada di sekitarnya. Wallahu a’lam.