Tidur Sehat Puasa Lancar

Tidur Sehat Puasa Lancar
Pola tidur memang sedikit berubah di bulan puasa, untuk itu agar puasa tetap berjalan dengan khusyuk juga lancar, maka tidak ada salahnya untuk melakukan tidur yang sehat serta berkualitas selama bulan Ramadan.

Sadarkah Anda bahwa mata kerap mengantuk dan mulut cepat menguap saat menjalankan aktivitas puasa, terlebih lagi di siang hari. Hal tersebut dikarenakan seseorang yang sedang berpuasa mengalami perubahan pola tidur, seperti adanya kegiatan sahur di dini hari yang menjadikan kurangnya waktu tidur dengan jadwal aktivitas yang tidak berubah. Selain itu, energi yang terkumpul saat melakukan ibadah sahur juga mulai habis di siang hari diikuti dengan aktivitas yang dilakukan tersebut.

Beberapa dampak dari berkurangnya waktu tidur pun beragam seperti menimbulkan keluhan fisik ringan semisal sakit kepala, badan pegal-pegal atau kelelahan. Hal tersebut dapat mengganggu aktivitas yang sedang dilakukan bahkan bisa saja mengganggu ibadah puasa yang sedang dijalankan. Tanda kantuk yang berat umumnya ditandai dengan menguap serta mengusap-usap mata yang terasa lebih berair.

Itu sebabnya, tidur yang sehat akan memberikan kebugaran fisik termasuk saat berpuasa. Lakukan sedikit tidur untuk menambah waktu tidur atau mengganti waktu tidur yang ada. Seperti memanfaatkan waktu di siang hari dengan tidur siang, dengan begitu, satu siklus tidur akan tercapai dan kita akan bangun dengan rasa segar dan bugar. Setelah tidur sejenak, kemampuan konsentrasi, ketelitian dan kreativitas akan kembali meningkat, sehingga produktivitas pun kembali tinggi. Bahkan tahukah Anda bahwa tidur siang yang singkat, maksimal 30 menit merupakan salah satu sunah Rasulullah?

Tidak sedikit diantara kita yang mungkin karena padatnya aktivitas, sehingga melupakan sunah yang satu ini atau bahkan tidak tahu tentang ini. Imam Ghazali dalam kitab Ihya Ulumuddin berkata, “Hendaklah seseorang tidak meninggalkan tidur yang sekejap pada siang hari karena ia membantu ibadah pada malam hari. Sebaiknya harus seseorang itu bangun dari tidurnya sebelum sesudah matahari tergelincir untuk menunaikan shalat zuhur.

“Tidur sejenaklah kamu sekalian di siang hari, karena sesungguhnya setan tidak tidur siang sejenak”. (HR. Abu Nu’aim) dalam kitab Ath-Thib.

Dari beberapa Hadits di atas, menunjukkan bahwa tidur siang hari begitu dianjurkan  oleh Nabi SAW. Mengganti waktu tidur bisa dilakukan dengan berbaring sejenak setelah sholat atau hanya sekedar berbaring di belakang meja kerja.  Tidur bukanlah tanda kemalasan, tapi justru langkah cerdas untuk meningkatkan kesehatan dan produktivitas. Selain itu, perhatikan juga asupan makanan yang dikonsumsi, seperti jangan terlalu banyak mengkonsumsi makanan yang mengandung tinggi gula saat berbuka ataupun sahur. (Inggrid Namirazswara)


Tips Atasi Kantuk di Bulan Puasa

Banyak penyebab terjadinya rasa kantuk yang berlebih saat puasa, diantaranya ialah perubahan pola tidur. Mengatasi rasa kantuk memang tidak mudah, berikut beberapa tips untuk mengatasi rasa kantuk saat berpuasa :

1.    Atur pola tidur. Sebaiknya jangan tidur terlalu malam, apalagi begadang saat berpuasa. Hal itu akan menyebabkan seseorang yang sedang berpuasa akan terserang rasa kantuk yang berlebihan. Untuk itu, atur pola tidur agar serangan rasa kantuk tidak terjadi begitu parah.
2.    Tidur siang. Sudah pasti obat atasi kantuk yang paling efektif adalah tidur. Curi waktu saat istirahat siang setelah shalat Dzuhur, baringkan tubuh dan terlelaplah. Pasang musik yang lembut untuk mendapatkan tidur yang berkualitas, jangan lupa pasang alarm agar tidur tidak bablas.
3.    Batasi makanan-minuman manis pada saat sahur karena gula justru akan memboroskan sediaan energi. Gula hanya membuat kita segar sesaat, tapi setelah itu tubuh akan segera layu dan lemas terutama di siang hari.
4.    Konsumsi karbohidrat kompleks. Agar tubuh tidak cepat mengantuk saat berpuasa, siasati dengan mengonsumsi makanan yang mengandung karbohidrat kompleks. Karbohidrat kompleks seperti beras merah, ubi, jagung, singkong, oatmeal, roti gandum akan menahan glikogen lebih lama untuk menghasilkan glukosa.
5.    Cukupi asupan zat besi dalam tubuh. Banyak konsumsi makanan yang kaya zat besi, seperti tempe, oncom, kacang-kacangan, teri kering, sayuran daun hijau. Dan juga hati serta daging.
6.    Konsumsilah air putih dalam jumlah yang cukup saat sahur dan berbuka. Tahukah Anda bahwa tubuh lebih peka terhadap kekurangan air dibanding dengan kekurangan makan saat berpuasa? Itu sebabnya, konsumsi air putih semampunya pada saat sahur. Dengan minum air putih yang mencukupi dapat mencegah kekurangan cairan tubuh (dehidrasi), sehingga badan bisa tetap segar dan puasa Anda semakin berkualitas.