MENYIAPKAN HARI ESOK YANG LEBIH BAIK

MENYIAPKAN HARI ESOK YANG LEBIH BAIK




“Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok, dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan”  (QS  Al-Hasyr  59 :18)


Diantara hikmah atau pelajaran yang dapat kita ambil dari ayat di atas adalah agar kita semua menjadi orang yang beriman, bertakwa dan mempersiapkan diri untuk menghadapi hari esok, baik yang menyangkut urusan jangka pendek, menengah maupun jangka panjang. Ini bisa berarti menyangkut urusan-urusan kita pada hari, bulan dan tahun yang akan dating, termasuk mempersiapkan masa pensiun hingga menghadapi kematian bahkan persiapan untuk menghadap Allah swt di hari kemudian. Semua itu harus kita persiapkan sejak sekarang jika kita ingin sukses, tanpa persiapan yang matang untuk melewati hari esok, maka kita akan menjadi orang yang gagal.


Dalam bidang apa sajakah kita perlu mempersiapkan diri untuk melewati hari esok yang lebih baik? Jawabnya adalah, dalam segala hal, termasuk namun tidak terbatas pada beberapa hal berikut ini :


1.  Persiapan - persiapan untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan kita kepada Allah swt. Misalnya adalah : bagi yang belum bisa membaca Al-Quran maka dia harus merencanakan kapan dan bagaimana agar bisa membaca Al-quran, dimana dia harus belajar, dan kepada siapa dia harus belajar membaca serta memahami Al-Quran?. Setiap muslim juga harus merencanakan untuk belajar dan mendalami syariah Islam, misalnya dengan mengikuti kajian keislaman secara rutin di masjid terdekat agar ilmu dan wawasan keislamannya meningkat, tidak hanya menjadi muslim KTP. Kita juga harus membuat perencanaan bagaimana agar kita bisa istiqomah menegakkan sholat berjamaah 5 waktu di masjid bahkan terlibat mengurus masjid-musholla di lingkungan kita masing-masing.


2.  Dalam urusan duniawi kita juga perlu membuat perencanaan, misalnya kapan kita akan menikah dengan niat mengikuti jejak Rasulullah SAW, apa saja yang kita persiapkan untuk membangun rumah tangga yang sakinah mawaddah warrahmah? Bagaimana caranya kita memantaskan diri kita untuk mendapatkan pasangan yang baik, karena wanita yang baik diperuntukkan bagi pria yang baik, pria yang baik juga dipersiapkan untuk wanita yang baik. ersiapan untuk pernikahan juga berarti persiapan finansial untuk biaya mas kawin, pesta perkawinan hingga tempat tinggal dan kendaraan.


3.  Dalam hal finansial, selain hal-hal yang terkait dengan pernikahan kita juga harus memiliki perencanaan yang baik; kapan kita akan meningkatkan diri dari seorang mustahiq (penerima zakat) menjadi muzakki (orang yang membayar zakat), kapan kita akan  pergi ke tanah suci menyempurnakan rukun Islam? Bagaimana caranya agar kita dapat membahagiakan orang tua kita dengan mencukupi semua kebutuhannya? Bagaimana agar istri dan anak kita berbahagia karena memiliki kecukupan finansial untuk hidup yang layak dan mendapatkan pendidikan yang berkualitas. Yang tidak kalah pentingnya adalah apa yang akan kita wakaf-kan sebelum kita meninggal dunia agar wakaf itu menjadi passive income yang senantiasa memberikan tambahan pahala saat kita sudah berada di alam kubur? Peribahasa menyatakan : Gajah mati meninggalkan gadingnya, lalu ketika kita wafat apa yang akan kita tinggalkan?


4.  Inilah berbagai perencanaan yang harus kita lakukan dalam meyiapkan hari esok yang lebih baik. Sebagai penutup, perhatikan firman Allah swt mengenai kewajiban kita mempersiapkan perencanaan untuk membentuk generasi berkualitas yang akan kita tinggalkan :



Artinya:“Dan hendaklah orang-orang takut kepada Allah, bila seandainya mereka meninggalkan anak-anaknya, yang dalam keadaan lemah, yang mereka khawatirkan terhadap (kesejahteraan) mereka. Oleh sebab itu, hendaklah mereka bertakwa kepada Allah dan mengucapkan perkataan yang benar”. (QS An-Nisa’ 4 : 9)