Berpikir Positif Terhadap Prilaku Suami/Istri

Berpikir Positif Terhadap Prilaku Suami/Istri
Berpikir positif atau berprasangka baik kepada orang lain yang dalam bahasa arab disebut dengan husnudz dzan,  adalah perbuatan yang diperintahkan dalam Islam, sebaliknya berprasangka buruk (su-udz dzan) adalah perbuatan yang dilarang dalam Islam. Jika berprasangka baik kepada orang lain adalah suatu kewajiban maka berprasangka baik kepada suami itu lebih tinggi tingkat kewajibannya. Oleh karena itu setiap pasangan suami-istri  harus dapat menghilangkan semua prasangka buruk kepada pasangan.  Allah swt berfirman :  

Hai orang-orang yang beriman, jauhilah olehmu kebanyakan prasangka, sesungguhnya sebagian prasangka itu adalah perbuatan dosa….  QS Al-Hujurat   49:12).  

Dalam hidup berumah tangga, biasanya banyak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, tetapi terkadang hal itu memang harus terjadi dan tidak dapat dihindari. Kejadian semacam ini dapat menimbulkan prasangka yang tidak baik bagi salah satu pihak, dan prasangka yang tidak baik ini pada akhirnya dapat menimbulkan sikap yang tidak baik  dari pihak yang berprasangka dan dibalas dengan tindakan yang tidak baik pula oleh pihak “tertuduh”. Sikap dan tindakan negative dari kedua pihak pada akhirnya dapat menimbulkan perpecahan bahkan perceraian.  

Misalnya: ketika handphone suami mendapatkan sms/pesan-pesan gombal yang dapat menimbulkan kecemburuan dari istri. Sebenarnya suami juga tidak suka dengan adanya pesan tersebut, tetapi itu merupakan pesan hoax atau tidak benar yang dikirim oleh pihak ketiga. Sementara sang istri tidak dapat membedakan pesan hoax dan pesan yang benar. 

Maka akhirnya istri cemburu, suami marah dan terjadilah pertengkaran suami-istri, bahkan terkadang berujung pada perceraian. Oleh karena itu berprasangka baik harus menjadi landasan dalam mensikapi kejadian semacam ini.  

Contoh lain, adalah istri yang mengetahui bahwa suaminya pergi bersama seorang wanita, atau berfoto bersama dengan wanita-wanita lain. Boleh jadi perginya sang suami dengan seorang wanita adalah suatu tugas dari kantor. Memang kurang baik jika satu laki bepergian dengan satu wanita dalam suatu perjalanan jauh, tapi ini konsekuensi tugas yang sebenarnya tidak diinginkan oleh suami. 

Jika istri tidak berprasangka baik, mungkin istri akan langsung cemburu dan marah kepada suami, jika suami membalas dengan kemarahan mungkin yang terjadi berikutnya adalah pertengkaran dan berakhir dengan perceraian. Oleh sebab itu setiap pasangan suami-istri wajib berpikir positif kepada pasangannya, jika salah satu pihak menemukan hal-hal yang tidak baik maka hendaklah dia mencari 1000 alasan untuk membenarkan apa yang dilakukan oleh pasangan. Dengan prasangka baik, Insyaallah perkawinan akan lebih berkah dan langgeng. Amin. (H.M. Sofwan Jauhari Lc, M.Ag)