Ramadhan Bulan Berkah dan Kiat-Kiatnya

Ramadhan Bulan Berkah dan Kiat-Kiatnya
Ramadhan merupakan bulan yang penuh dengan julukan karena banyaknya keutamaan   yang ada di dalamnya, antara lain Ramadhan disebut sebagai  syahrul qur’an (bulan Al-Qur’an), syahrush shobr (bulan kesabaran)  dan syahrun mubarak (bulan berkah) dll. Ramadhan syahrun mubarak inilah yang menjadi fokus pembicaraan kita pada kali ini. 

Berkah atau dalam bahasa arab barakah yang berarti “bertambahnya kebajikan” atau berarti  “bertambah baik”.  Fenomena yang kita lihat adalah pada bulan ini umat islam menjadi lebih rajin sholat berjamaah di masjid, lebih rajin membaca Al-Qur’an, lebih banyak mendengarkan ta’lim, lebih banyak bersedekah, lebih peduli kepada sesama dan lebih dekat kepada Allah SWT.

Keberkahan insitusi juga terjadi pada perekonomian negara yang umumnya meningkat, banyaknya umat Islam yang membayarkan zakat dan meningkatnya jumlah zakat yang dibayarkan, terbukti meningkatkan daya beli kaum dhuafa penerima zakat dan menggerakkan roda perekonomian.  Banyaknya perusahaan yang membayarkan THR kepada karyawan juga makin mendorong jumlah zakat yang dibayarkan oleh umat Islam. Meningkatnya kebutuhan masyarakat pada akhirnya Ramadhan dan arus mudik juga sangat berpengaruh kepada laju pertumbuhan ekonomi masyarakat. Intinya pada bulan ramadlan kebaikan individu, kebaikan masjid dan lembaga-lembaga keagamaan   bertambah, alias barakah

Keberkahan ini menjadi semakin berarti karena Allah swt melipat gandakan setiap kebaikan yang kita lakukan di bulan Ramadlan. Diam dan tidurnya orang yang berpuasa dicatat sebagai kebaikan, kebaikan atau ibadah yang sunnah di bulan Ramadhan ditingkatkan pahalanya sebesar pahala ibadah yang wajib, ibadah yang wajib   dilipatgandakan pahalanya sampai 70x, pahala orang yang berpuasa dapat di-upgrade jika dia mau memberikan hidangan buka puasa kepada orang lain, pelipatgandaan pahala yang demikian semakin memuncak pada malam lailatul qadar yang terjadi pada  satu diantara 10 malam yang terakhir bulan berkah ini.

Oleh karena itulah, maka setiap kita harus membuat target kebaikan-kebaikan yang ingin kita tingkatkan di bulan Ramadhan. Tidak salah jika kita meningkatkan target perolehan rezeki asalkan diimbangi dengan target peningkatan presentase charity (amal) yang akan kita berikan. Tidak salah kita menargetkan penambahan penghasilan asalkan diimbangi dengan peningkatan ibadah hablum minallah seperti sholat berjamaah, menghadiri majlis ta’lim dan tilawah Al-Quran.

Meningkatkan target penghasilan tidak harus dengan mengurangi ibadah hablum minallah, dan meningkatkan ibadah hablum minallah juga tidak harus dengan berkurangnya target penjualan. Bekerja dan berusaha dalam mencari rezeki adalah kebaikan, dan ibadah hablum minallah adalah kewajiban, jadi tidak perlu dipertentangkan, agar kita dapat meraih keberkahan Ramadhan pada dua hal itu maka kita harus meningatkan produktifitas dan kegiatan. 

Di bulan Ramadhan perhatian dan kepedulian untuk urusan makan harus kita kurangi, jangan memindahkan urusan makan dari siang hari ke malam hari, sebagaian waktu dan perhatian kita di siang hari yang biasa kita gunakan untuk urusan makan mari kita gunakan untuk meningkatkan penghasilan, dan perhatian atau waktu yang biasa kita   gunakan di malam hari untuk menonton TV kita alihkan untuk ibadah hablum minallah. Jangan gunakan waktu menunggu  sahur dan buka puasa untuk nonton TV, tetapi   gunakan untuk mengaji. Dengan kiat-kiat ini, in syaallah ramadhan akan benar-benar menjadi bekah bagi kita semua. Amin. (HM.Sofwan Jauhari Lc, M.Ag)