Keluarga Harmonis

Keluarga Harmonis
Keluarga harmonis merupakan dambaan dan impian setiap pasangan yang sudah menikah, bahkan banyak orang yang belum menikah berharap dan berdoa agar diberikan jodoh yang baik  dan dapat membangun rumah tangga yang harmonis.

Membangun keluarga harmonis sebenarnya tidaklah merupakan hal yang sangat sulit. Buktinya di dunia ini keluarga yang sukses dan harmonis sangat banyak jumlahnya, mungkin  bisa dikatakan jumlah keluarga yang harmonis lebih banyak jika dibanding dengan keluarga yang tidak harmonis. Jumlah pasangan yang bercerai tidak lebih banyak jika dibanding yang tetap utuh sampai akhir hayat pasangan itu.

Banyaknya pasangan yang gagal dan mengalami perceraian, pada umumnya disebabkan hal-hal kecil namun tidak segera dicarikan solusi yang tepat.  Ada beberapa tips yang dapat kita gunakan dalam membangun keluarga yang harmonis:

Niat Yang Benar




Dalam agama Islam, setiap pekerjaan itu sangat dipengaruhi oleh niatnya. Ketika kita mahu menikah, niat harus benar, yaitu menjalankan perintah Allah dan rasul-Nya. Menikah tidak boleh diniatkan hanya sekedar untuk memperbaiki status sosial atau menyalurkan hawa nafsu seksual saja.

Berpijak dari niat yang benar, maka semangat yang ditanamkan oleh suami istri dalam berkeluarga adalah semangat ta’awun ‘alal birri wat taqwa (saling membantu dalam kebajikan), baik kebutuhan lahiriah maupun batin, termasuk saling membantu dalam meraih surga dan ridho dari Allah SWT.

Mendahulukan Kewajiban Bukan Hak




Masing-masing pasangan tidak boleh menuntut hak kepada pasangan sebelum memenuhi kewajiban. Banyak sekali di dunia ini orang-orang yang hanya menuntut haknya tetapi tidak memenuhi kewajibannya.


Kenali, Pahami dan Terimalah Kondisi Pasangan Apa Adanya



Tidak ada manusia yang sempurna, termasuk pasangan Anda dan bahkan diri Anda sendiri. Oleh karena itu terimalah kondisi pasangan Anda apa adanya, Jika ada kekurangan maka pahamilah bahwa itu adalah salah satu tujuan berumah tangga, yaitu saling membantu untuk menuju kesempurnaan

Suami dan Istri Harus Saling Terbuka



Apa yang diinginkan oleh suami maka istri harus memahami, begitu pula sebaliknya, jika suami menginginkan sang istri tampil rapi ketika sang suami berada di rumah, suami perlu menyampaikan hal itu kepada istrinya agar dia memahami. Begitu juga dalam hal urusan ranjang. (Ust. Sofwan Jauhari)