Berbaik Sangka Pada Tuhan

Berbaik Sangka Pada Tuhan
Semua orang tahu bahwa berburuk sangka kepada orang lain adalah perbuatan buruk, sebaliknya berbaik sangka orang lain atau husnudzdzon adalah kewajiban di antara sesama manusia.

Jika kita tahu bahwa berbaik sangka kepada orang lain adalah keharusan, maka berbaik sangka kepada Tuhan, tidak selayaknya dipertanyakan lagi. Berbaik sangka kepada Tuhan merupakan syarat mutlak bagi seseorang yang ingin meraih sukses dunia maupun akhirat.

Menjaga Prasangka Dalam Bergaul

Berbaik sangka pada orang lain membuat kita berpikir positif dan menganggap mereka berkepribadian baik dan akan mendatangkan hal-hal yang baik, karenanya kita menjalin relasi yang harmonis, kemudian timbul hubungan yang saling menguntungkan.Sebaliknya, jika kita berburuk sangka kepada pihak lain berarti kita beranggapan negatif terhadap seseorang dan meyakini berhubungan dengannya akan mendatangkan hal-hal yang negatif pula, sehingga kita cenderung menghindar.

Adalah wajar ketika setiap orang cenderung memilih berhubungan dengan pihak lain yang memiliki sikap positif. Jika Anda berprasangka serta berperilaku baik, maka kecenderungannya adalah orang tersebut juga akan berbuat baik kepada Anda. Begitu pun sebaliknya.

Tuhan adalah Dzat yang Maha Bijak, Maha Kaya dan Maha Pemberi Rezeki. Jika Anda berbaik sangka kepada Tuhan, maka Anda akan mendekat kepada-Nya, kemudian Tuhan akan membalas hubungan baik Anda kepada-Nya, lebih dari yang Anda lakukan. Jika Anda berburuk sangka kepada Tuhan, maka Tuhan Yang Maha Adil berhak dan mampu untuk membalas keburukan Anda. Karena itulah kita wajib berbaik sangka kepada Tuhan.

Bagaimana kita berbaik sangka kepada Tuhan?

1) Kita harus berprasangka bahwa Tuhan tidak bermaksud menyengsarakan kita, kita wajib meyakini bahwa Tuhan Yang Maha Kuasa dan Maha Kaya tidak ingin melihat hamba-Nya gagal dan miskin. DIA menunjukkan jalan menuju sukses, menurunkan wahyu dan utusan untuk mengajarkan jalan yang baik menuju sukses dunia akhirat. Jika ada seorang yang gagal, karena dia belum mengikuti jalan yang diajarkan oleh Tuhan.

2) Tuhan Maha Baik dan menginginkan kita sukses, maka kita harus yakin bisa meraih kesuksesan selama kita mau bersama dengan Tuhan. Kita yakin akan sukses serta mampu mendapatkan banyak rezeki karena kita memiliki Tuhan yang Maha Kaya. Kita tidak perlu khawatir menjadi miskin karena Tuhan kita bukan Tuhan yang miskin. Jika kita merasa bahwa sukses dan mencari uang itu susah, maka ada suatu cara yang salah, dan cobalah lebih mendekat kepada Tuhan.

3)  Saat menyadari kebaikan dan kesempurnaan Tuhan, maka semua kegagalan adalah akibat dari kesalahan kita sendiri. Tuhan telah menyediakan jalan menuju sukses dan menyediakan rezeki untuk setiap hamba-Nya. Jika ada hamba yang tidak mendapatkannya, itu karena ia tidak mau menjemput rezeki yang telah disiapkan oleh Tuhan.

4) Sadar akan kekurangan diri kita di hadapan Tuhan. Selalu memohon bantuan kepada Tuhan (doa), Tuhan pasti mampu memudahkan jalan menuju sukses. Tidak ada sesuatu yang sulit bagi Tuhan. 

5)  Tidak ada yang sulit bagi Tuhan. Tidak sulit bagiNYA menjadikan kita sukses dan mampu membantu banyak orang. Biasanya kesulitan muncul karena kebodohan, malas atau kesombongan kita yang tidak mau mengikuti jalan Tuhan, tidak mau mendekat dan tidak memohon bantuan kepada Tuhan. Teruslah belajar karena belajar adalah perintah Tuhan. Belajar bagaimana meraih sukses, belajar mencari, mengelola, dan mengembangkan rezeki. Semua itu kita lakukan agar kesuksesan dan rezeki yang kita dapat bisa mendekatkan kita denganNYA. 

Berbaik sangka adalah perintah Allah SWT yang disampaikan melaui Rasulullah SAW dalam sebuah hadits Qudsi :



Dari Abu Hurairah RA, dari Rasulullah SAW bersabda: Bahwa Allah SWT berfirman; Aku sesuai prasangka hambaKU kepadaKu, jika dia berprasangka baik, maka kebaikan itu adalah baginya, dan jika dia berprasangka buruk maka keburukan itu adalah untuknya. (HR Ibnu Hibban 2/405 Hadits ke 639).

Berbaik sangkalah kepada Tuhan maka Insya Allah kesuksesan akan datang, kebahagiaan dunia dan akhirat akan kita raih, Aamiin (HM. Sofwan Jauhari Lc, M. Ag)