Membuat Tanah Lebih Ideal (Bagian Kedua)

Membuat Tanah Lebih Ideal (Bagian Kedua)
Hallo mitra K-Link di seluruh Indonesia, berjumpa kembali dengan artikel pengetahuan produk dari kami, masih seperti minggu lalu, pada kesempatan kali ini kita akan melanjutkan informasi tentang kesehatan akan tetapi lebih mengenai kesehatan tanah, yaitu membuat tanah lebih ideal.

Semoga masih ingat pada pembahasan minggu lalu yang menceritakan faktor–faktor yang mempengaruhi ketidaksuburan tanah yang salah satunya dikarenakan penggunaan pupuk kimia terus menerus dan penggunaan pestisida.

Baca Juga    : Tanaman Subur Berkualitas Berkat Mikroba Perombak Bahan Organik

Apakah ada pupuk selain pupuk kimia? Jawabannya adalah ada, yaitu pupuk Hayati.

Pupuk hayati yang dikenal juga sebagai Pupuk mikrobiologis atau biofertilizer adalah pupuk yang mengandung mikroorganisme hidup yang ketika diterapkan pada benih, permukaan tanaman, atau tanah, akan mendiami rizosfer atau bagian dalam dari tanaman dan mendorong pertumbuhan dengan meningkatkan pasokan nutrisi utama dari tanaman.

Mengapa Diperlukan Pupuk Hayati?
Setiap tanaman memerlukan paling tidak 16 unsur atau zat untuk pertumbuhannya yang normal. Dari 16 unsur tersebut, tiga unsur (C,O,H) diperoleh dari udara, dan 13 unsur lainnya diperoleh dari tanah (N, P, K, Ca, Mg, S, Cl, Fe, Mn, Cu, Zn, B, Mo).

Unsur hara utama yang banyak dibutuhkan tanaman tetapi jumlah atau ketersediaanya sering kurang atau tidak mencukupi di dalam tanah ialah N, P, dan K.

Pupuk hayati bekerja melalui aktifitas mikroorganisme yang terdapat dalam pupuk mikrobiologis tersebut. Jasad-jasad renik itu lah yang bekerja sesuai dengan ‘kemampuan’nya masing-masing.  Mikroorganisme tersebut, ada yang memiliki kemampuan menambat unsur N (Nitrogen) dari udara, selain itu ada pula yang mampu menguraikan unsur P (Phospat) dan K (Kalium)  yang terdapat dalam tanah. Sehingga, molekul senyawa fosfat atau Kalium yang besar itu diuraikannya menjadi senyawa Phospat dan Kalium sederhana, yang dapat diserap oleh tanaman.




Apa Saja Fungsi Dari Pupuk Hayati?

Terdapat dua peran utama pupuk hayati dalam budidaya tanaman, yakni sebagai pembangkit kehidupan tanah (soil regenerator), penyubur tanah serta tanah sebagai penyedia nutrisi tanaman (Feeding the soil that feed the plant). Mikroorganisme yang terdapat dalam pupuk bekerja dengan cara:

•    Penambat zat hara yang berguna bagi tanaman. Beberapa mikroorganisme berfungsi sebagai
penambat N, tanpa bantuan mikroorganisme tanaman tidak bisa menyerap nitrogen dari udara.
•    Beberapa berperan sebagai pelarut fosfat dan penambat kalium.
•    Aktivitas mikroorganisme membantu memperbaiki kondisi tanah baik secara fisik, kimia maupun biologi.
•     Menguraikan sisa-sisa zat organik untuk dijadikan nutrisi tanaman.
•    Mengeluarkan zat pengatur tumbuh yang diperlukan tanaman seperti beberapa jenis hormon tumbuh.
•    Menekan pertumbuhan organisme parasit tanaman. Pertumbuhan mikroorganisme baik akan berkompetisi dengan organisme patogen, sehingga kemungkinan tumbuh dan berkembangnya organisme patogen semakin kecil.
 

Kandungan dan Mekanisme Kerja Mikroorganisme


Pupuk Hayati mengandung mikroorganisme seperti Azetobacter sp., Azospirilium sp., lactobacillus sp., Pseudomonas sp., Rhizobium sp.,dan  Cytophaga.

-    Azotobacter sp. dan Azospirilium sp. berfungsi sebagai penambat nitrogen dari udara bebas, sehingga tumbuhan bisa mendapatkan nitrogen secara optimal.

-    Pseudomonas mampu melarutkan P dari bentuk tidak larut menjadi tersedia bagi tanaman dan juga mampu menghasilkan hormon-hormon tumbuh seperti auksin, giberelin, maupun kinetin yang merangsang pertumbuhan akar rambut sehingga meningkatkan serapan hara tanaman serta menguraikan bahan kimia yang teresidu di dalam tanah.

-    Bacillus Sp & Cytophaga berperan untuk menguraikan bahan-bahan organik di dalam tanah

Peran bakteri tersebut menyebabkan tanaman mampu menyerap hara lebih banyak sehingga pertumbuhannya dapat lebih baik.

Karena itu, mulai sekarang mari kita wujudkan tanah yang ideal dengan memenuhi kebutuhan tanah menggunakan pupuk hayati.

Nah, buat mitra semua yang penasaran bagaimana cara mendapatkan mikroorganisme untuk kebutuhan tanahnya, jangan khawatir PT. K-Link Indonesia memiliki produk yang berkualitas untuk kebutuhan tersebut, simak terus di artikel selanjutnya ya. Sampai jumpa! (Angga/Marini)

Artikel Rekomendasi :  Tanah Sehat Tanaman Subur