Membuat Tanah Lebih Ideal

Membuat Tanah Lebih Ideal
Halo mitra K-Link di seluruh Indonesia, pada kesempatan kali ini kami ingin berbagi informasi seputar perkebunan dan pertanian lebih tepatnya media yang digunakan yaitu tanah dan bagaimana membuat tanah menjadi lebih ideal.

Seperti kita ketahui keberhasilan dalam hasil panen 70% tergantung dari kesuburan tanah. Untuk itu, sebelum membicarakan bagaimana upaya membangun kesuburan dan kesehatan tanah, ada baiknya kita mengetahui dulu apa yang menyebabkan terjadinya penurunan kesuburan dan kesehatan tanah.

Baca Juga :Tanah Kapur Apakah Bisa Untuk Media Tanam

Dalam dunia pertanian, tanah mempunyai peranan sebagai tempat tumbuh dan berkembangnya akar tanaman, tempat persediaan udara bagi pernapasan akar, tempat persediaan unsur-unsur makanan bagi tumbuhan, tempat persediaan air bagi tumbuh-tumbuhan dan tempat berkembangnya mikro dan makroorganisme yang berpengaruh terhadap pertumbuhan dan kesehatan tanaman.

Secara umum kesuburan tanah adalah kondisi atau keadaan dan kemampuan tanah untuk mendukung pertumbuhan tanaman  dengan berbagai komponen yang ada di dalamnya seperti biologi, kimiawi dan fisika.

Lalu, bagaimana ciri – ciri tanah yang subur?

Ciri-ciri tanah yang subur :

1.   Memiliki lapisan humus yang tebal



Tanah yang subur dapat diketahui dengan melihat ketebalan bunga tanah atau humus. Semakin tebal humus, maka menandakan tanah tersebut kaya dengan bahan organik dan unsur hara. Dengan begitu, tanaman dapat menyerap zat hara tersebut sebagai bahan baku untuk melakukan proses fotosintesis.


2.   Mengandung sejumlah mikroorganisme



Mikroorganisme di dalam tanah berperan dalam mengikat jumlah unsur Nitrogen yang digunakan untuk pembentukan klorofil, sementara klorofil sendiri berfungsi dalam proses fotosintesis untuk pembuatan bahan makanan bagi tumbuhan.


3.   PH dan tekstur tanah



Selain komponen dua diatas PH, dan tekstur juga menjadi indikator untuk melihat kesuburan tanah.
Sebaliknya, bila tanah tidak mengandung unsur biota tanah (mikroorganisme), PH dan tekstur tanah yang tidak baik malah akan memperkecil hasil panen dikarenakan tanah tersebut menjadi tidak subur.

Adapun beberapa faktor resiko yang menjadikan tanah menjadi tidak subur diantaranya:
-    Terjadi erosi
-    Bekas area pertambangan
-    Penggunaan pupuk kimia terus menerus
-    Penggunaan pestisida tanaman

Dengan kebiasaan penggunaan pupuk kimia dan pestisida tanaman inilah yang membuat hasil panen dari musim ke musim cenderung menurun dan kualitas tanahnya pun semakin memburuk.
Hal tersebut membuat petani dan pemerintah Indonesia mulai melirik pupuk yang berbahan mikroorganisme (pupuk hayati) yang akan memperbaiki struktur tanah dan membuat tanah menjadi lebih ideal dan lebih ramah lingkungan.

Apa yang dimaksud dengan pupuk hayati? Mengenai materi pupuk hayati akan kita bahas lebih mendalam pada artikel selanjutnya.

Penasaran? Jangan lupa terus simak dan ikuti artikel dari kami semoga informasi yang disampaikan dapat bermanfaat untuk kita semua. (Angga/Marini)

Artikel Rekomendasi : Tanah Sehat Tanaman Subur