5 Masalah Kesehatan Yang Sering Terjadi Pada Anak

5 Masalah Kesehatan Yang Sering Terjadi Pada Anak
Bagi para orang tua tumbuh kembang anak yang sempurna merupakan idaman. Namun seiring berjalannya proses tumbuh kembang pasti akan terdapat sedikit masalah yang biasa muncul, diantaranya masalah kesehatan. Berikut beberapa masalah kesehatan yang kerap terjadi pada anak.

Beberapa masalah kesehatan dalam tumbuh kembang anak bersifat serius dan beberapa tidak. Munculnya beberapa gangguan ini harus disadari benar oleh para orang tua yang merupakan bagian dari proses tumbuh kembang itu sendiri. Hal terbaik yang dapat dilakukan ialah harus ketahui penyebab dan bagaimana cara menanganinya, terlebih penting lagi bagaimana cara mencegahnya. Oleh sebab itu, mari kita bahas 5 masalah tumbuh kembang yang sering muncul pada anak.

1.    Gangguan Sistem Imun




Yang dimaksud dengan gangguan sistem imun ialah ketika sistem imun tubuh mengalami penurunan. Penyebabnya bisa karena lingkungan yang kurang baik, asupan nutrisi yang kurang adekuat, dan kurang istirahat.

Jika sistem imun tubuh menurun maka anak akan sangat rentan terserang berbagai ancaman virus, kuman, bakteri dan berbagai mikroorganisme disekitarnya. Contoh yang paling sering ialah anak menjadi batuk, pilek dan demam. Maka dibutuhkan benteng pertahanan yang kuat agar sistem imun tubuh anak tidak mudah melemah.


2.    Sulit Makan



Masalah sulit makan biasanya terjadi setelah anak menginjak usia 1 tahun. Hal ini dikarenakan anak sudah mengenal lebih banyak rasa dan varian makanan, peningkatan aktifitas dan  kemampuan untuk memilih, sehingga secara alami nafsu makan anak akan menurun. Penurunan nafsu makan pada anak inilah yang sering dialami oleh sekitar 25% pada usia anak. Jumlah akan meningkat sekitar 40-70% pada anak yang lahir prematur atau dengan penyakit kronik.

Jika  hal ini terus berlangsung maka dikhawatirkan asupan nutrisi yang masuk kedalam tubuh anak tidak akan maksimal yang nantinya dapat mengganggu proses tumbuh kembang anak. Komplikasi yang sering ditimbulkan antara lain berat badan kurang, mudah letih dan lemas, kurang bersemangat, kurang dapat berkonsentrasi dan mudah sakit.


3.    Tumbuh Gigi



Pada masa balita, gigi baru akan mulai muncul rata-rata pada usia 6 bulan dan gigi susu akan lengkap seluruhnya pada usia 3 tahun. Selama proses penumbuhan gigi ini, biasanya para balita akan mengalami gejala seperti tidak nafsu makan, lebih sering berliur bahkan sampai demam. Gejala ini akan muncul beberapa hari hingga beberapa minggu. Para orang tua biasanya akan mulai panik ketika anak mengalami masalah demam yang disertai penurunan nafsu makan. Hal ini dikarenakan ketika demam, tubuh membutuhkan asupan nutrisi yang lebih baik untuk meningkatkan imun sedangkan anak tidak memiliki nafsu makan untuk mencukupinya. Maka tubuh tidak mendapatkan asupan nutrisi yang cukup untuk melawan serangan virus, bakteri atau mikroorganisme dalam tubuh.


4.    Gangguan Pertumbuhan Dan Perkembangan



Perkembangan anak dapat diukur berdasarkan kemampuan seorang anak dalam kehidupan sehari-hari seperti kecerdasan, cara berpikir, tingkah laku dan peningkatan kemampuan. Sedangkan pertumbuhan anak dapat diukur berdasarkan tinggi badan, berat badan, dan lingkar kepala. Indikator pertumbuhan dapat menjadi acuan yang bisa diukur untuk melihat perkembangan dan pertumbuhan anak. Jika salah satu faktor menunjukkan angka yang tidak sesuai dengan range normal yang telah ditetapkan maka kemungkinan terdapat gangguan pada proses tumbuh kembang.


5.    Gangguan kecerdasan



Setiap orang tua pasti menginginkan anak tumbuh cerdas. Kecerdasan seorang anak lebih identik akan IQ atau nilai yang dapat dicapai oleh seorang anak. Padahal lebih daripada itu, kecerdasan seorag anak sangatlah kompleks yang mencangkup kecerdasan IQ, EQ dan CQ karena kecerdasan seorang anak haruslah seimbang antara kemampuan otak kiri dan otak kanan.

Kecerdasan seorang anak sangat dipengaruhi oleh hereditas (faktor keteunan), faktor lingkungan dan faktor nutrisi. Jika ketiga faktor ini dapat didukung secara baik oleh para orang tua maka kecerdasan anak akan semakin terangsang dan terbentuk.

Baca Juga : Anak yang Sehat = Keluarga yang Sehat


Jika anak Anda mengalami masalah-masalah kesehatan tersebut, tidak perlu khawatir karena K-Link memiliki solusi untuk para orang tua. Kami perkenalkan K-Kids Omega.



K-Kids Omega merupakan suplemen untuk mendukung proses tumbuh kembang anak secara maksimal. K-Kids Omega mengandung Omega 3 (EPA & DHA), minyak hati ikan Cod, vitamin D dan Vitamin A. Keempat kandungan ini sudah teruji klinis dapat mendukung proses tumbuh kembang anak. K-Kids Omega terbuat dari sumber alami minyak ikan Cod tanpa tambahan pewarna, pemanis, perasa, pengharum, pengawet dan bahan kimia lain sehingga aman digunakan jangka panjang. Kandungan nutrisi di dalamnya telah dipilih yang paling sesuai dengan kebutuhan dan dosis disesuaikan untuk anak-anak. Di kemas dalam kapsul lunak untuk menjaga kualitas dan manfaat kandungan nutrisinya yang rentan terhadap panas, cahaya dan udara. Dapat diminum langsung atau dikeluarkan isi dari cangkang kapsulnya.

K-Kids Omega dapat mencegah terjadinya gangguan-gangguan masalah kesehatan tersebut. Dengan kandungan Omega 3 berupa EPA dan DHA dapat membantu meningkatkan kecerdasan anak karena dapat merangsang pembentukkan sel otak anak. Kandungan Cod Liver Oil terbukti dapat meningkatkan sistem imunitas anak serta merangsang nafsu makan pada anak sehingga para orang tua tidak perlu khawatir jika anaknya tidak mau makan.
Adapun manfaat K-Kids Omega antara lain:

•    Sebagai bahan utama pembentukan sel otak.
•    Menunjang perkembangan sel otak anak dan saraf.
•    Menunjang pertumbuhan tulang anak.
•    Menjaga tulang anak tumbuh dengan kokoh dan kuat.
•    Menunjang perkembangan fungsi penglihatan.
•    Baik bagi perkembangan sel retina mata.
•    Meningkatkan daya tahan tubuh pada anak.
•    Memberikan pengaruh positif untuk meningkatkan nafsu makan.

Dukung pertumbuhan dan perkembangan si kecil agar lebih optimal dengan K-Kids Omega. (Fina/Inggrid)

Artikel Rekomendasi : Cara Meningkatkan Kecerdasan Anak Anda