Asam Lemak Omega 3 Hentikan Pemicu Lupus

Asam Lemak Omega 3 Hentikan Pemicu Lupus
Sebuah penelitian terbaru menunjukkan bahwa konsumsi asam lemak omega 3 bernama DHA dapat menghentikan 'pemicu' lupus dan penyakit autoimun lainnya.

Banyak orang menganggap penyakit lupus merupakan penyakit langka dan pasiennya sedikit. Kenyataannya pasien penyakit ini cukup banyak dan semakin meningkat. Sebelum adanya Yayasan Lupus Indonesia (YLI) angka kematian akibat lupus diperkirakan 100 orang setiap tahunnya. Padahal jika pasien tertangani dengan baik maka kematian akibat lupus bisa ditekan, buktinya setelah adanya sosialisasi mengenai lupus mulai tahun 2007 angka kematian bisa ditekan hingga mencapai 50 persen. Sedangkan menurut data yang ada penderita lupus di Indonesia pada tahun 2012 telah mencapai 12.700 penderita. Dan pada tahun 2013 penderitanya sudah mencapai 13.300. Di seluruh dunia diperkirakan sudah ada lebih dari lima juta orang yang terserang penyakit berbahaya dan mematikan ini.

Lupus sendiri merupakan penyakit autoimun yang dapat menyerang setiap bagian tubuh. Artinya, sistem kekebalan tubuh yang semestinya melindungi manusia dari serangan virus, bakteri, atau kuman diproduksi secara berlebih dan akhirnya justru balik menyerang sel dan jaringan tubuh. Akibatnya, perusakan organ berlangsung dari dalam tubuh, ibarat musuh dalam selimut. Jika tidak diketahui dini, penyakit yang bernama lengkap systemic lupus erythematosus ini bisa menyebabkan kematian.

Penyakit lupus awalnya tidak terlihat, maksudnya pada gejala awal tidak memperlihatkan bahwa si penderita ini terserang lupus, mereka tampak terlihat normal. Itu sebabnya, meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai gejala awal sangatlah penting dilakukan.

Terkait dengan penyakit ini, baru-baru ini terdapat hasil dari sebuah penelitian yang mengungkapkan bahwa tim peneliti dari Michigan State University di Amerika Serikat menemukan bahwa konsumsi asam lemak omega 3 bernama DHA dapat menghentikan pemicu lupus. Penelitian ini dilakukan terhadap tikus sebagai bahan percobaan dimana tikus-tikus betina yang digunakan ini secara genetik memiliki kecenderungan untuk mengalami penyakit autoimun, lupus.

Selama proses penelitian, tim peneliti juga menargetkan satu faktor risiko dari lupus yaitu paparan crystalline silica. Hasil penelitian kemudian menunjukkan bahwa 96 persen dari lesi pada paru-paru yang dipicu oleh crystalline silica dapat dihentikan oleh DHA. Selain itu, para Tim peneliti menilai kemampuan DHA yang ada pada Omega 3 yang mampu menghentikan pemicu lupus juga memiliki potensi yang sama dalam penyakit autoimun lainnya. Mereka juga menyebutkan bahwa DHA tersebut dapat membantu sel untuk mengirimkan sinyal anti inflamasi kepada tubuh.

Dalam penelitian ini juga diungkapkan bahwa DHA dapat mengubah cara sel bereaksi terhadap crystalline silica di paru-paru. Tim peneliti juga melihat ada kemungkinan DHA mampu memodifikasi respons dari sistem kekebalan tubuh dengan cara yang belum diketahui. Teori lain yang disimpulkan oleh tim peneliti ialah DHA mungkin dapat menolong sel untuk menyerap dan membuang silica tanpa harus mati, sehingga mencegah adanya respons inflamasi.

K-Link Indonesia memiliki salah satu produk unggulan yang mengandung Omega 3 yaitu K-Omega Squa Plus. K-Omega Squa Plus mengandung tiga unsur yang bekerja secara maksimal dan sinergis yang memiliki komposisi yaitu Omega 3 (800mg), Squalene (150mg), Lechitin (50mg) dan Vitamin E (3IU). Konsumsi  K-Omega Squa Plus setiap harinya untuk menjaga kesehatan Anda. (Inggrid Namirazswara)