Tanaman Subur Berkualitas Berkat Mikroba Perombak Bahan Organik

Tanaman Subur Berkualitas Berkat Mikroba Perombak Bahan Organik
Untuk mendapat hasil yang sempurna pada produksi tanaman Anda, dibutuhkan cara yang tepat agar tanaman yang Anda rawat lebih produktif dan memiliki kualitas yang maksimal. Selain menggunakan pupuk kompos, ternyata kita juga dapat menggunakan  mikroorganisme perombak bahan organik pada tanaman kita supaya lebih subur dan cepat dipanen. 

Mikroorganisme perombak bahan organik merupakan aktivator biologis yang tumbuh alami atau sengaja diinokulasikan untuk mempercepat pengomposan dan meningkatkan mutu kompos. Jumlah dan jenis mikroorganime turut menentukan keberhasilan proses dekomposisi atau pengomposan.  

Mikroba perombak bahan organik dalam waktu 10 tahun terakhir mulai banyak digunakan untuk mempercepat proses dekomposisi sisa-sisa tanaman yang banyak mengandung lignin dan selulosa untuk meningkatkan kandungan bahan organik dalam tanah. Di samping itu, penggunaannya dapat meningkatkan mikroba tanah, mengurangi penyakit, larva insek, biji gulma, dan volume bahan buangan, sehingga dapat meningkatkan kesuburan dan kesehatan tanah. 

Pengertian umum mikroorganisme perombak bahan organik atau biodekomposer adalah mikroorganisme pengurai serat, lignin, dan senyawa organik yang mengandung nitrogen dan karbon dari bahan organik (sisa-sisa organik dari jaringan tumbuhan atau hewan yang telah mati). Mikroba perombak bahan organik terdiri atas Trichoderma reesei, T. harzianum, T. koningii, Phanerochaeta crysosporium, Cellulomonas, Pseudomonas, Thermospora, Aspergillus niger, A. terreus, Penicillium, dan Streptomyces.   

Fungi perombak bahan organik umumnya mempunyai kemampuan yang lebih baik dibandingkan bakteri dalam mengurai sisa-sisa tanaman (hemiselulosa, selulosa dan lignin). Beberapa enzim yang terlibat dalam perombakan bahan organik antara lain adalah glukosidase, lignin peroksidase (LiP), manganese peroksidase (MnP), dan lakase, serta kelompok enzim reduktase yang merupakan penggabungan dari LiP dan MnP, yaitu enzim versatile peroksidase. Enzimenzim ini dihasilkan oleh Pleurotus eryngii, P. ostreatus, dan Bjekanderaadusta (Lankinen, 2004).   

Pemanfaatan mikroorganisme perombak bahan organik yang sesuai dengan substrat bahan organik dan kondisi tanah merupakan alternatif yang efektif untuk mempercepat dekomposisi bahan organik dan sekaligus sebagai suplementasi pemupukan. Proses perombakan bahan organik yang terjadi secara alami biasanya akan membutuhkan waktu yang relatif lama selama 2 (dua) bulan, hal inilah yang menghambat penggunaan bahan organik sebagai sumber hara. Apalagi bila tenggang waktu masa tanam cukup singkat, maka pembenaman bahan organik sering dianggap kurang praktis dan tidak efisien. 

Untuk mengatasi hal tersebut, perlu dilakukan inokulasi mikroba terpilih guna mempercepat proses perombakan bahan organik. Percepatan perombakan sisa hasil tanaman dapat meningkatkan kandungan bahan organik dan ketersediaan hara tanah, sehingga masa penyiapan lahan dapat lebih singkat dan mempercepat masa tanam berikutnya, yang berarti akan meningkatkan intensitas pertanaman.  

K-Link Indonesia memiliki produk pupuk hayati (biofertilizer) yang dapat digunakan sebagai suplemen yang ditambahkan ke tanah atau tajuk tanaman dengan tujuan untuk melengkapi ketersediaan unsur hara, yaitu K-Link Bioboost


K-Link Bioboost mengandung bakteri (Azotobacter Sp, Azospirilium Sp) yang dapat menangkap N (nitrogen) dari udara, merubah nitrit menjadi nitrat serta mengandung bakteri Bacillus Sp, Pseudomonas Sp, dan Cytophaga . Ketiga bakteri ini sangat bermanfaat untuk menguraikan fosfat dan kalium yang juga berfungsi sebagai perombak bahan organik. Azotobacter SP sendiri berperan untuk melindungi atau menyelimuti hormon tumbuhan dan  berfungsi sebagai mikroba penambat N dari udara bebas. Sementara Azoospirilium SP dapat digunakan sebagai penambat N dari udara bebas untuk diserap oleh tanaman. Pseudomonas SP juga dapat menghasilkan enzim pengurai yang disebut lignin, dimana  bakteri ini juga berfungsi untuk memecah mata rantai dari zat-zat kimia yang tidak dapat terurai oleh mikroba lainnya. 

K-Link Bioboost sendiri merupakan produk yang cukup aman digunakan karena sifatnya yang ramah lingkungan. Karena itu, bila Anda menginginkan tanaman yang Anda tanam cepat subur, lekas dipanen dengan kualitas yang baik serta dapat segera ditanami kembali, maka sangat tepat bila Anda memilih menggunakan K-Link Bioboost. Semoga bermanfaat, selamat bercocok tanam! (Angga/Marini)