Deteksi Dini Hydrocephalus Pada Janin

Deteksi Dini Hydrocephalus Pada Janin
Hydrocephalus merupakan salah satu penyakit pada bayi yang bisa di deteksi sejak dini, bahkan pada janin di masa kehamilan sekalipun.   

Istilah hydrocephalus diambil dari bahasa Yunani, yakni “hydro” berarti air dan “cephalus” yang artinya kepala. Penyakit yang menyerang organ otak ini terjadi karena adanya akumulasi cairan yang berlebihan dalam kepala. Air yang dimaksud ialah cairan serebro spinal (Cerebro Spinal Fluid atau CSF) yang merupakan cairan bening yang terdapat pada otak dan sepanjang sumsum tulang belakang. 

Pada janin yang mengalami hydrocephalus disebut Congenital Hydrocephalus. Penyakit tersebut diantaranya disebabkan oleh otak tidak berkembang secara normal sehingga ventrikel menjadi lebih besar, atau bisa juga terjadi karena janin terinfeksi virus atau protozoa, seperti rubella (campak Jerman), herpes, cytomegalovirus, atau toksoplasmosis.  

Dalam efek yang lebih berbahaya hydrocephalus dapat menyebabkan banyak masalah pada janin, seperti : 

Bayi premature 

Pada beberapa kasus bayi yang lahir sebelum genap 37 minggu memungkinkan terjadi pendarahan pada otak yang dapat menyebabkan penyumbatan pada ventrikel. 

Aqueductal Stenosis 

Aqueductal Stenosis adalah adanya pemblokiran CSF pada system ventricular. Kondisi ini bisa disebabkan karena pembentukan ventrikel yang tidak sempurna atau bisa juga disebabkan oleh fakror genetic, seperti Brickers-Adams-Edwards syndrome” atau “X-linked hydrocephalus” 

Spina Bifida  

Sipna Bifida adalah gangguan bawaan dimana sumsum tulang belakang dan tulang belakang tidak menutup secara sempurna, dan setidaknya 80 persen dari bayi dengan spina bifida juga menderita hidrosefalus.  

Karena CSF diproduksi terus menerus, ketika sebuah gangguan dengan penyerapan atau aliran cairan tulang belakang terjadi, CSF akan dimulai menumpuk, menyebabkan ventrikel untuk memperbesar dan menekan jaringan sekitar otak. 

Pemeriksaan 

Saat ini, kita dapat menditeksi dini hydrocephalus conginetal dengan cara melakukan USG. USG dilakukan dibeberapa titik untuk mengetahui ventrikel yang membesar, mengindikasikan kemungkinan adanya hidrosefalus. USG sangat sensitive terhadap perbedaan jaringan dan air, sehingga ukuran dan bentuk dari ventrikel janin dapat dilihat.  

Hidrosefalus paling cepat dapat diditeksi pada akhir trimester pertama. Diagnosis telah dapat dibuat pada minggu 13. Pada minggu ke 20-24, pelebaran abnormal ventricles akan lebih jelas terdeteksi. Pemeriksaan penunjang lain yang bisa dilakukan adalah kadar asam folat pada ibu hamil. Kekerungan asam folat dapat mengakibatkan hydrocephalus conginetal. Selain itu juga tes Amniosentesis adalah tes dengan cara pengambilan cairan ketuban.  

Konsumsi Saat Hamil 

Pada saat hamil, lakukan pemilihan apa yang baik untuk dikonsumsi. Beberapa produk dari K-LINK ini bisa Anda konsumsi untuk menjadikan janin Anda tetap sehat terjaga.  

Konsumsi K-Liquid Chlorophyll dan K-Link Kinotakara sebagai detoksifikasi. Konsumsi K-Omega Squa, dengan kandungan omega 3 berupa EPA dan DHA yang lebih banyak sangat baik untuk proses pembentukan jaringan otak janin. 

Konsumsi Ekstrak Gamat Emultion dengan kandungan Protein 86,8%, Kolagen 80,0%, Mineral, Mukopolisakarida, Glucasaminoglycans (GAGs), Antiseptik alamiah, dan Gamapeptide yang dapat memperbaiki struktur jaringan otak dan atau mengurangi resiko kerusakan lebih jauh pada otak akibat penekanan cairan. 

Konsumsi Propolis Platinum, dengan kandungan anti-inflamasi akibat virus, bakteri, dan jamur dapat melawan virus yang menyebabkan hydrocephalus pada janin. K-C Susu Skim untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh ibu dan janin. Saat hamil biasakan untuk tidak sembarang mengonsumsi makanan dan suplemen-suplemen yang di jual di pasaran. Jaga kualitas kandungan Anda dengan apa yang Anda konsumsi sehari-hari. Semoga bermanfaat, salam sehat! (Fina/Inggrid)