Terhindar Dari Anemia di Bulan Puasa

Terhindar Dari Anemia di Bulan Puasa
Berpuasa tidak hanya suatu kewajiban yang harus dilakukan oleh setiap umat muslim, tapi puasa juga merupakan salah satu bentuk terapi untuk kesehatan. Namun, jika menjalankan ibadah puasa dengan cara yang salah atau tidak sehat maka beberapa penyakit pun bisa datang dan mengganggu kenyamanan kita saat menjalankan ibadah puasa. Waspada akan gangguan penyakit yang sering muncul saat berpuasa, mari kita lihat ulasan berikut ini mengenai salah satu penyakit yang umumnya sering dijumpai pada bulan suci Ramadhan. 

Untuk menjalankan ibadah puasa yang sehat, hal terpenting yang harus diperhatikan adalah mengatur menu makan sehat untuk sahur dan berbuka puasa. Pada saat itulah, tubuh akan mendapatkan asupan makanan untuk mencukupi kebutuhan kalorinya. Salah satu penyakit yang sering dijumpai pada saat bulan puasa adalah Anemia.  

Anemia sering dianggap salah satu gangguan kesehatan yang berpengaruh pada kebugaran tubuh pada saat puasa. Anemia merupakan keadaan di mana masa eritrosit dan atau masa hemoglobin yang beredar tidak memenuhi fungsinya untuk menyediakan oksigen bagi jaringan tubuh. Akibatnya, tubuh kurang mendapat pasokan oksigen, sehingga tubuh menjadi lemas dan cepat lelah. 

Bagaimana agar terhindar dari Anemia? 

Anemia dapat dihindari dengan mengonsumsi makanan bergizi seimbang dengan asupan zat besi yang cukup untuk memenuhi kebutuhan tubuh.  Terdapat dua jenis zat besi, yaitu heme-iron yang umumnya berasal dari daging hewani, ikan dan jeroan sedangkan non-heme iron berasal dari tumbuh-tumbuhan, raisin serta makanan yang diperkaya oleh suplemen vitamin dan mineral seperti pada sayuran berwarna hijau gelap seperti bayam dan kangkung, buncis, kacang polong, serta kacang-kacangan. Dari kedua jenis zat besi, zat besi hema adalah jenis zat besi yang paling mudah diserap oleh tubuh dan paling baik berasal dari daging merah tanpa lemak.  

Anda dapat mengonsumsi variasi makanan yang kaya besi, asam folat, dan B12 dari empat kelompok makanan wajib (protein, karbohidrat, lemak, sayuran dan buah) seperti polong-polongan kering dan kacang-kacangan, hati, daging, telur, ikan, kerang-kerangan, buah kering, sayuran hijau, dan kelompok buah sitrus. 

Untuk membantu memenuhi kebutuhan zat besi, konsumsi makanan/minuman yang mengandung chlorophyll, karena rumus bangun chlorophyll dan hemoglobin mirip dan memiliki kerja  yang serupa pula. Salah satu produk suplemen yang baik untuk dikonsumsi agar Anda terhindar dari anemia adalah K-Liquid Chlorophyll.

 

K-Liquid Chlorophyll
merupakan minuman kesehatan yang mengandung chlorophyll (zat hijau daun) dari daun Alfalfa (Medicago Sativa), dimana daun alfalfa merupakan salah satu sumber chlorophyll yang empat kali lebih tinggi daripada sayuran biasa. 

Dengan mengonsumsi K-Liquid Chlorophyll di bulan puasa, kadar oksigen dalam darah dapat terjaga dengan baik. K-Liquid Chlorophyll juga berguna untuk meningkatkan sistem metabolisme dan pertumbuhan sel-sel darah yang dapat menghindarkan Anda dari penyakit anemia. 

Jaga kesehatan Anda saat menjalankan ibadah puasa dengan menjaga pola makan Anda di saat sahur dan berbuka puasa. Jangan lupa juga untuk mengonsumsi suplemen agar segala kemungkinan gangguan kesehatan selama puasa dapat Anda hindari. Semoga bermanfaat dan selamat menjalankan ibadah puasa! (Angga/Marini)