6 Prinsip Kunci Dari Pengaruh (Bagian 1 - Timbal-Balik)

6 Prinsip Kunci Dari Pengaruh (Bagian 1 - Timbal-Balik)


Kita semua telah mendengar perkataan ' ada ubi ada talas, ada budi ada balas', ' ada persembahan ada kurnia', ' ada kerak, ada nasi’, dan banyak lagi lainnya yang memiliki makna serupa.


Ini semua adalah tanda-tanda dari hukum 'timbal balik'. Jika Anda melakukan sesuatu yang baik untuk seseorang, maka mereka akan membalas budi Anda. Jika Anda memberikan sesuatu yang bernilai, maka sebaliknya Anda akan mendapatkan sesuatu. Kita bukanlah robot; manusia memiliki rasa kesetiaan emosional yang sudah tertanam dalam diri masing-masing yang biasanya memaksa mereka untuk bereaksi ketika menerima perlakuan baik dari orang lain kepada mereka.


Jadi, apa hubungannya hukum timbal balik dengan pemasaran dan penjualan?


Yah, lebih dari memenuhi sekedar memberikan mata untuk mata. Ketika Anda berjalan di sekitar supermarket lokal Anda dan mencoba sampel gratis produk, besar kemungkinan Anda untuk membeli produk. Tidak hanya Anda mendapatkan kesempatan untuk mencoba produk dan melihat apakah Anda menyukainya, ada terbersit suatu kewajiban untuk membelinya.


"Kita lebih cenderung dapat dibujuk ketika mendapatkan hadiah karena Kita merasa bahwa Kita" berutang " kepada pemberi hadiah."


Dari sinilah Anda dapat mengambil kesempatan, dengan menawarkan sampel gratis dapat menjadi teknik yang efektif dalam membujuk konsumen untuk membeli dari Anda.


Itu bagus! Tapi, Saya tidak punya uang untuk menawarkan sampel gratis, ya Saya mendengar Anda mengatakannya. Oleh karena itu, Anda perlu menggunakan imajinasi Anda sedikit dan menawarkan konsumen sesuatu yang bernilai yang dapat mereka rasakan sehingga mereka kemudian merasa berkewajiban atau berkeinginan untuk membeli dari Anda.


Apa lagi yang bisa Anda tawarkan?


Saya pernah bekerja dengan seorang pria yang mengatakan kepada Saya bahwa istrinya yang sedang hamil menderita sakit punggung. Saya menggunakan internet untuk menemukan beberapa latihan dan teknik pijat yang dapat membantu seseorang dalam kondisi tersebut dan memberikan informasi itu kepada rekan saya.


Menyediakan informasi adalah bagian dari hukum timbal balik. Anda memberikan sesuatu yang berharga bagi mereka. Hal ini bisa dalam bentuk verbal; bisa dalam bentuk selebaran kecil, e-book, DVD, dan lain sebagainya. Hal kecil ini terbukti sangat persuasif dan sesaat setelah itu, rekan Saya dan istrinya sama-sama menjadi konsumen saya.


Tindakan bijaksana biasanya seiring dengan hukum timbal balik. Saya pernah pergi dengan sekelompok teman-teman hanya dalam kapasitas bersosialisasi, dan seorang teman dari seorang teman menyebutkan bahwa ia ingin pergi ke Bali. Beberapa hari kemudian Saya menerima email dari layanan newsletter sebuah maskapai penerbangan lokal yang menawarkan penerbangan murah ke Bali. Saya teruskan informasi ini kepada teman dari teman Saya tersebut dengan memberikan sedikit pesan yang isinya seperti ini; Saya mendapatkan informasi ini dan tiba-tiba teringat kepada Anda.


Dia sangat senang dengan informasi yang Saya berikan itu; dan dari situ hubungan kepercayaan secara langsung telah dibangun dimana kemudian pada tahun itu ia langsung bergabung dengan jaringan Saya.


Jika Anda telah membaca posting, Apa proposisi nilai Anda ?, Anda pasti memiliki beberapa ide tentang apa yang membuat Anda berbeda. Pikirkan keterampilan yang Anda miliki yang membuat Anda berbeda dan ciptakan sesuatu.


Mungkin seorang pekerja dalam bidang kesehatan dapat membuat lembar fakta makanan sehat; seorang Ibu bisa mengaitkannya pada ASI, pemain futsal pada bagaimana melakukan peregangan dan pemanasan dengan benar.


'Hanya Imajinasi Andalah yang membatasi Anda'


Kuncinya adalah bahwa apa yang Anda berikan harus bernilai bagi konsumen potensial Anda karena hukum timbal balik akan berlaku.


Silakan memberitahu Kami pengalaman Anda sendiri dengan meninggalkan komentar di bawah ini, dan juga menekan tombol share dibawah ini jika Anda berpikir orang lain akan mendapat manfaat dari tips ini.