Apriori Atau Mental Block Karena Masa Lalu Yang Suram

Apriori Atau Mental Block Karena Masa Lalu Yang Suram
Banyak dari kita manusia yang hidupnya selalu berjalan dengan menoleh kebelakang, artinya selalu melihat masa lalu sebagai pedoman hidup. Kita larut dengan kegagalan atau kesuksesan masa lalu, bahkan tidak sedikit yang terperangkap hidup dalam masa lalu. Kalau masa lalu itu indah maka yang lalu itu dikenal menjadi post power syndrome. Kalau masa lalu itu suram dikenal sebagai trauma masa lalu atau apriori atau mental block atau bahkan bisa sampai phobia.

Orang yang larut dengan masa lalu, menjalani hidup dengan berat dan stress, karena apapun itu yang Anda alami di masa lalu sudah berlaku. Dan Anda tidak dapat merubahnya karena sudah masuk ke dalam area di luar kontrol kita.

Memang betul ada pepatah "Mari kita belajar dari pengalaman masa lalu, jangan seperti keledai yang terpeleset di tempat yang sama" Namun jangan kita tersalah menjadikan masa lalu sebagai pedoman. Saya teringat cerita-cerita yang sering dibawakan dalam acara-acara motivasi:

Dalam sebuah laboratorium yang mempelajari perilaku terhadap masa lalu, seorang peneliti menempatkan seekor ikan pemakan ikan-ikan yang lebih kecil dan hidupnya solitaire (seperti ikan arwana, lohan. dsb) disebuah aquarium besar. Awalnya ikan tersebut diberi makan seperti biasa. Kemudian diletakkan penyekat yang terbuat dari kaca dimana diseberang panyekat tersebut diletakkan banyak ikan-ikan kecil.

Ikan besar tersebut berusaha berkali-kali mencoba untuk memakan ikan-ikan kecil yang terletak diseberang penyekat kaca tersebut, namun setiap ikan besar berusaha selalu bibirnya menabrak kaca. Hal tersebut terjadi berulang-ulang kali dan berjalan sampai dengan waktu yang cukup lama.

Setelah hampir sebulan penyekat kaca tersebut diambil, sehingga ikan-ikan kecil berbaur satu aquarium dengan ikan besar. Namun apa yang terjadi, ikan besar tersebut tidak memakan ikan-ikan kecil yang ada disekelilingnya. Sampai akhirnya ikan besar tersebut mati kelaparan, disekeliling makannya yang berlimpah.

Memang ironis sekali, sering hal ini terjadi dalam lingkungan kehidupan kita, dimana banyak orang yang hidupnya miskin dan sampai matipun miskin ditengah-tengah peluang emas yang  ada disekelilingnya. Ataupun banyak mitra K-Link yang akhirnya menyerah dan quit ditengah-tengah prospek yang melimpah disekeliling kita, hanya saja mental kita telah terblokir oleh masa lalu yang suram yang dengan ijin kita dijadikan pedoman untuk memblokir segala yang baik datang kepada kita.

Dalam melakukan prospecting pun banyak akan Anda temui prospek yang terbokir mentalnya karena pernah tertipu prospek yang terblokir mentalnya karena pernah tertipu dengan skema money game yang berkedok MLM. Barsabarlah dengan mereka, sembuhkan blocking mentalnya, berikan mereka pemahaman bedanya MLM yang benar dengan money game yang berkedok .

Memang betul, mari kita melihat masa lalu sebagai pelajaran saja namun bukan sebagai pedoman. Artinya mental kita jangan terblokir untuk tidak mau mempelajarinya lagi, langsung apriori dan buru-buru menutup mata, telinga dan hati. Alangkah baiknya kita pelajari lagi dengan hati-hati, tih kita tidak ada kerugian apa-apa kalau kita mempelajarinya kembali. Orang yang sukses dalam prosesnya juga mengalami pembelajaran (kegagalan) berkali-kali, namun bedanya orang tersebut tidak mengijinkan mentalnya terblokir untuk terus maju.

Mari kita lepaskan blocking mental yang kita pasang untuk terus maju. (Ir. Djoko H. Komala)