Prinsip 90 : 10

Prinsip 90 : 10
Bagaimana orang dapat berjuang dan sukses memang merupakan topik yang selalu menarik untuk disimak dan dipelajari oleh berbagai kalangan manusia. Orang besar, orang banyak dikenang dan orang yang menjadi inspirasi orang lain di dunia ini hadir, bukan tanpa kesuksesan yang melatarbelakanginya.

Faktor penunjang orang untuk dapat meraih kesuksesan sangatlah banyak dan dapat dipandang dari berbagai sudut. Mulai dari faktor kemauan, tujuan, semangat, rencana, keuletan, tanggung jawab, tindakan, komitmen, kesempatan dan sebagainya. Namun faktor-faktor tersebut, jika kita ambil intisarinya, dapat diterjemahankan dalam satu kata yaitu SIKAP. Faktor sebagian kecil lainnya adalah faktor-faktor di luar SIKAP.

Menurut DR. Stephen R. Covey penulis buku The 7 Habits of Highly Effective People dan The 8 Habits from Effectivenes to Greatness, prinsip 90 : 10 berlaku terhadap apa yang menimpa kita. Prinsip ini yang akan menentukan kesuksesan kita.

Prinsip 90 : 10 adalah:
  • 10% dari hidup kita terjadi dari faktor-faktor yang di luar kendali kita
  •  90% dari hidup kita ditentukan dari cara Anda bereaksi.

Salah satu contohnya jika Anda berniat untuk mengembangkan jaringan di kota kecil bernama kota A. Setelah seminggu berada di sana Anda dapati kenyataan bahwa di kota A belum ada satu pun orang yang bergabung di bisnis K-LINK bahkan bisnis MLM mana pun. Hal ini karena di kota tersebut ada satu-dua orang yang menjalankan bisnis mirip MLM namun sebenarnya praktik Money Games yang menghabiskan harta bendanya. Sehingga membuat masyarakat di sana sangat negatif terhadap bisnis MLM.

Kondisi di Kota A yang sudah negatif terhadap MLM merupakan kondisi 10% yang tidak dapat Anda kendalikan. Namun reaksi Anda terhadap kondisi ini 90% berada dalam kendali Anda.

Skenario pertama : jika Anda memilih bereaksi negatif, maka sikap Anda adalah akan pulang dengan hati kesal/marah. Semua tenaga, waktu dan uang Anda terasa terbuang sia-sia. Semuanya itu mempengaruhi saat berkendara pulang ke kota Anda. Mobil lain yang tiba-tiba menyalip dengan serampangan terasa menantang sehingga Anda mengejar, memacu mobil tanpa memperhatikan lampu merah, akhirnya Anda dikejar dan ditilang oleh pihak yang berwajib.

Sesampai di rumah, pintu terasa lama dibuka oleh istri Anda, anak Anda pun terdengar berisik di ruang keluarga sehingga anak dan istri menjadi obyek pelampiasan kemarahan Anda. Hal ini membuat suasana rumah dan hati Anda memutuskan untuk tidak aktif di bisnis ini, dan berhenti berjuang.

Skenario Kedua : jika Anda bereaksi positif karena selalu mendengarkan kaset, baca buku dan sering datang di pertemuan-pertemuan, Anda sering mendengar kisah daerah-daerah bisnis K-LINK yang maju awalnya merupakan daerah seperti kota A. Sehingga Anda terinspirasi dan merasa ini adalah kesempatan Anda menjadi leader pionir di kota A.

Anda segera menyusun rencana untuk mendatangkan upline Anda, membuat acara menarik seperti demo produk dan sebagainya. Anda dapat membayangkan jika satu orang dapat diubah positif dan Anda dapat membantunya sampai berhasil maka akan segera datang kepercayaan dari masyarakat kota A. Semua itu juga akan mempengaruhi prilaku Anda.

Ketika berkendara pulang Anda bersenandung gembira dan mendapati istri menyambut dengan senyum yang manis dan melihat anak Anda yang lucu sedang bermain-main di ruang keluarga, menambah kegembiraan Anda. Dalam hati Anda berkata "Demi kalian saya berjuang, anak dan istriku tercinta. Tunggu saja Papa akan sukses, karena Papa akan segera menjadi Leader Pionir kota A." Semangat terus terpompa, otak Anda mendatangkan rencana-rencana brilian untuk memenangkan kota A dengan segera.

Kedua reaksi di atas walaupun dimulai dengan kondisi yang sama, namun diakhiri dengan kondisi yang jauh berbeda. Maka saya segera ingat pepatah favorit saya, "Apa pun kejadian yang menimpa Anda tidak ada artinya sama sekali, sampai Anda sendiri yang memberikan arti dari setiap kejadian yang Anda alami." Kabar baiknya adalah Anda mempunyai pilihan untuk mengartikannya, kenapa Anda tidak mengartikan kejadian tersebut sebagai sesuatu yang mendatangkan keuntungan bagi Anda dan keluarga?

"Hidup ini jauh lebih nikmat dan berbahagia jika Anda tahu bagaimana seharusnya bereaksi terhadap apa pun kejadian yang menimpa Anda." (Ir. Djoko H. Komara)