Team Work

Team Work
Team work adalah satu kata yang sering kita dengar dalam seminar, buku atau tulisantulisan motivasi. Bahkan ini adalah tulisan kedua saya tentang Team Work, setelah 5 tahun yang lalu pernah saya tulis dalam sudut pandang yang berbeda. Meskipun team work telah banyak dibahas ternyata tidak mudah untuk dijalankan. Sebenarnya sifat team work telah mengakar dalam budaya Indonesia, melalui istilah yang dikenal sebagai gotong royong. Sayangnya sifat ini sudah jarang ditemui di lingkungan perkotaan yang dikenal individualis dan egois. Sifat ini hilang karena ego, rasa persaingan yang tidak sehat, sifat iri, dengki dan saling menjatuhkan untuk mencapai tujuan.

Dalam bisnis K-LINK sebenarnya sifat-sifat negatif seperti itu tidak diperlukan, karena sifat dari bisnis ini, kita tidak perlu menjatuhkan orang lain untuk bisa sukses. Kesuksesan orang lain tidak mengurangi peluang Anda untuk sukses, bahkan menambah besarnya income Anda. Sifat bisnis ini adalah kita membantu orang lain sukses maka kita sukses. Sehingga kita harus membenahi diri untuk benar-benar mempelajari gotong royong untuk diterapkan bersama-sama sehingga melahirkan budaya di antara kita.

Sebenarnya Tuhan telah mengajarkan kita banyak hal tentang team work, salah satunya kita dapat belajar dari formasi terbang angsa yang membentuk huruf V. Pengetahuan ini saya kutip dari salah satu video dalam situs youtube:

Dalam beberapa waktu angsa-angsa terbang untuk menghindari musim dingin, bahkan sampai lintas negara, karena saya pribadi pernah melihatnya di Natsepa, Ambon. Namun yang menarik mereka terbang dalam formasi V, bagaimana mereka melakukannya dan mengapa.

Pertama, kepakan sayap angsa di depan, memberi “daya dukung” bagi angsa di belakangnya. Angsa di belakang tidak perlu susah-payah menembus "air wall? di depannya. Hasilnya, seluruh kawanan angsa dapat menempuh jarak terbang 71 % lebih jauh dari pada jika setiap angsa harus terbang sendiri-sendiri.

Pelajaran yang dapat kita ambil adalah bahwa dalam bisnis ini kita mempunyai arah dan tujuan yang sama. Jika kita benar-benar pahami ini sebenarnya sifat saling curiga akan hilang sehingga kita benar-benar dapat fokus pada tujuan. Maka pencapaian tujuan akan menjadi lebih cepat dan lebih mudah. Mari kita saling dukung satu sama lain dalam pencapaian tujuan bersama. Karena angsa saja bisa!

Kedua, jika seekor angsa terbang keluar dari formasi rombongan, ia akan merasa berat dan sulit untuk terbang sendirian. Dengan cepat ia akan kembali ke dalam formasi untuk mengambil keuntungan dari daya dukung yang diberikan angsa di depannya.

Pelajarannya adalah jika kita memiliki cukup logika umum, kita akan tetap berada dalam sistem yang diajarkan K-System. Kita membuka diri untuk menerima dan memberi bantuan dari dan kepada member lainnya. Menciptakan sistem sendiri akan terasa berat, melawan momentum akan memberikan dampak kebingungan kepada jaringan dan menghabiskan banyak biaya.

Ketiga, ketika angsa pemimpin yang terbang di depan menjadi lelah, ia terbang memutar ke belakang formasi, dan angsa lain akan terbang menggantikan posisinya. Pelajarannya, seperti sistem yang diajarkan oleh K-System, tidak mengenal one man show, semuanya harus dapat diduplikasi. Tanpa duplikasi perkembangan jaringan tidak akan besar.

Keempat, angsa-angsa yang terbang dalam formasi mengeluarkan suara riuh-rendah dari belakang memberi semangat kepada angsa yang terbang di depan sehingga kecepatan terbang dapat dijaga. Pelajarannya adalah kita harus saling mengedifikasi antara upline dan downline dalam dua arah, saling memberi dukungan kekuatan, bukan melemahkan. Semua team akan saling memperkuat, sehingga hasil yang dicapai akan menjadi lebih besar.

Kelima, ketika seekor angsa menjadi sakit, kelelahan atau terluka dua angsa lain akan ikut keluar dari formasi bersama angsa tersebut dan mengikutinya terbang turun untuk membantu dan melindungi. Mereka tinggal bersama angsa tersebut dan berusaha untuk mendorongnya agar dapat terbang lagi. Setelah itu mereka akan terbang dengan membentuk formasi untuk mengejar rombongan mereka. Pelajarannya adalah kadang semangat pasang surut dalam perjuangan di bisnis ini. Jangan kita terlalu mudah men- ‘next’ leader kita, namun beri dorongan, jalan keluar dan motivasi. Ingatkan impiannya untuk dapat diwujudkan. Angsa saja dapat seperti itu pada teamnya, dan kita sebagai manusia harusnya lebih bisa lagi.

Pelajaran yang diberikan oleh angsa ini merupakan pesan dari Tuhan, untuk kita dapat bercermin. Jangan mudah termakan oleh provokasi yang memecah belah, karena seharusnya kita telah belajar melalui sejarah 350 tahun Indonesia dijajah dan dapat ditaklukan dengan mudah karena termakan oleh politik adu domba yang dikenal dengan devide et impera yang melumpuhkan. Segala sumber daya yang ada bukan digunakan untuk melawan musuh yang sebenarnya namun justru berbalik melemahkan diri sendiri.

Mari mulai dari masing-masing dengan kesadaran membangun semangat unity yang akan membangun team work yang solid. Ini memerlukan komitmen banyak orang demi mencapai tujuan bersama lebih cepat 71% daripada sendiri-sendiri. Jika banyak orang melakukan secara bersama-sama, maka dengan berjalannya waktu akan terbentuk menjadi sebuah budaya. Maka sukses akan lebih mudah daripada sebelumnya. (Ir. Djoko Komara)