Hilangkan Dalih dan Bangkitkan Raksasamu

Hilangkan Dalih dan Bangkitkan Raksasamu


Dalam perjalanan hidup, sering kita berusaha keras, berjuang untuk mencapai suatu tujuan namun seringkali akhirnya langkah kita dihentikan oleh suatu faktor yang ’masuk akal’ bahwa kita memang tidak bisa untuk mencapainya. Faktor yang ’masuk akal’ tersebut dengan izin kita menjadi suatu alasan untuk tidak melanjutkan perjuangan tersebut karena menurut pemikiran kita akan sia-sia saja kalau terus dilanjutkan. Dengan faktor/alasan tersebutlah kita bisa berhenti dengan terhormat dan masuk akal sehingga mengharapkan orang lain dan termasuk diri kita sendiri untuk memakluminya.

 

Faktor/alasan yang kita izinkan untuk menghentikan setiap usaha kita dengan terhormat untuk mendapatkan pemakluman tersebut dikenal dengan nama Dalih. Dalih ini terlahir dari otak pesimis yang membuat kesimpulan dari setiap kejadian. Bisa terlahir dari otak kita sendiri yang sudah terlatih pesimis, bisa juga penularan dari orang lain. Tanpa kita sadari bahwa dalih-dalih ini merupakan racun terampuh untuk membunuh setiap usaha kita untuk maju, sehingga kita tetap berada dimana kita sekarang atau bahkan mundur lebih dalam lagi.

 

Mari kita belajar dari orang-orang yang sukses dimana kisah suksesnya menjadi inspirasi banyak orang. Salah satunya adalah kisah dari Wilma Rudolph. Ia dilahirkan dalam keluarga miskin, dan ia merupakan anak ke 20 dari 22 bersaudara. Ketika berumur empat tahun ia menderita radang paru-paru dan radang kronis, separuh badannya lumpuh karena polio. Ia harus menggunakan kruk untuk membantunya melakukan aktivitas sehari-hari. Dokter berkata kepada ibunya bahwa Wilma tidak akan dapat berjalan normal lagi. Ibunya memberi dorongan kepada Wilma dengan berkata bahwa dia dapat melakukan apapun yang diinginkannya jika dia benar-benar yakin.

 

Wilma Rudolph berkata kepada ibunya “Aku ingin menjadi wanita tercepat di dunia!”. Dengan semangat dan keyakinan yang luar biasa bahwa ia dapat mencapai apa yang diinginkan, pada usia 9 tahun ia mulai latihan berjalan tanpa menggunakan kruk, menentang apa yang dikatakan oleh dokter. Pada usia 13 tahun ia memulai lomba balap lari pertamanya, namun mencapai garis finish di urutan terakhir. Ia mengikuti berbagai lomba balap lari, dan selalu hanya mampu mencapai garis finish pada urutan terakhir.

 

Tapi ia tidak mengenal kata menyerah, ia tidak mengizinkan faktor/alasan yang kedengarannya masuk akal bahkan diperkuat oleh analisa dokter, menghentikannya untuk terus berusaha. Tujuan yang ingin ia raih adalah “Menjadi Wanita Tercepat Di Dunia”. Sampai pada suatu hari ia dapat menjadi juara pertama. Pada usia lima belas tahun ia bersekolah di Tennesse State University, dan bertemu dengan seorang pelatih. Wilma Rudolph berkata kepadanya, “Aku ingin menjadi wanita tercepat dalam cabang olahraga lari di dunia ini!”. Sang pelatih berkata kepadanya, “Dengan semangat membara seperti apa yang kau miliki, tak ada seorangpun yang dapat menghentikanmu”.

 

Pada olimpiade tahun 1960 Wilma Rudolph, seorang wanita yang tadinya lumpuh, menjadi wanita tercepat di dunia dengan meraih 3 medali emas untuk nomor lari 100 m, 200 m, dan 400 m untuk nomor lari estafet.

 

Penghargaan-penghargaan yang Wilma Glodean Rudolph dapatkan:

  • United Press Athlete of the Year 1960
  • Associated Press Woman Athlete of the Year 1960
  • James E. Sullivan Award for Good Sportsmanship 1961
  • The Babe Zaharias Award 1962
  • European Sportswriters' Sportsman of the Year
  • Christopher Columbus Award for Most Outstanding International Sports Personality 1960
  • The Penn Relays 1961
  • New York Athletic Club Track Meet
  • The Millrose Games
  • Black Sports Hall of Fame 1980
  • U.S. Olympic Hall of Fame 1983
  • Vitalis Cup for Sports Excellence 1983
  • Women's Sports Foundation Award 1984

Bahkan pada tahun 1977, Gubernur Don Sundquist menetapkan tanggal 23 Juni sebagai hari peringatan Wilma Rudolph di Tennesse dan patungnya terbuat dari perunggu berada Cumberland Riverwalk sebagai penghargaan untuk terus dikenang dan menginspirasi banyak orang.

 

Kisah-kisah perjuangan orang-orang seperti Wilma Rudolph menjadi abadi terus hidup dalam kisah-kisah motivasi untuk menginspirasi setiap orang untuk terus berjuang walaupun dihadang oleh faktor/alasan yang sangat masuk akal sekalipun. Seperti Thomas Alva Edison yang sekolah formalnya hanya 3 bulan tetapi menjadi penemu yang fenomenal, Bethoven yang tuli tetapi menjadi komposer musik yang abadi, Roger Bennister yang membuktikan bahwa manusia bisa lari 1 mil dibawah 4 menit dimana pada zamannya para ahli telah membuktikan secara ilmiah bahwa struktur otot manusia tidak bisa melakukannya, Panglima Besar Jendral Soedirman yang sakit-sakitan namun memimpin perang gerilya yang selalu dikenang, dan banyak lagi pahlawan-pahlawan inspirasional lainnya. Mari kita jadikan mereka idola pribadi kita, sehingga di saat kita sudah mulai mencari-cari dalih, kita ingat mereka dan menjadi malu.

 

Para pemenang walaupun mempunyai kisah yang berbeda-beda tetapi tetap saja mengajarkan hal yang sama yaitu jangan izinkan dalih yang paling masuk akal sekalipun menghentikan usaha Anda. Terus pegang erat keyakinanmu maka Raksasa yang Tuhan telah letakkan di dalam dirimu akan bangkit dan membuat segalanya menjadi berhasil. Tidak ada satu pun yang dapat menghentikan orang yang terus bangkit.