Mengubah Dunia

Mengubah Dunia

Kadang kita merasa marah, kecewa dan frustasi karena lingkungan, teman-teman sekitar kita, keluarga, upline, downline, atasan, bawahan atau bahkan dunia ini tidak mengerti diri kita. Sering kita terjebak dalam kemarahan bahkan kebencian karena perasaan ini. Kita berharap dunia bisa berubah sehingga mereka bisa mengerti dan menghargai diri kita, namun yang kita temukan seringkali malah kebalikannya.

 

Tidak ada satu pun orang dalam dunia ini dapat hidup tanpa perlu orang lain. Makanan yang kita makan dan pakaian yang kita kenakan semuanya ada karena orang lain. Di zaman sekarang, kemajuan teknologi meminimalkan pertemuan kita dengan orang-orang yang telah melakukan sesuatu, untuk membuat ada segala sesuatu yang kita nikmati dan kita pakai dalam keseharian kita. Namun tetap kita sebagai manusia mempunyai kebutuhan untuk bersosialisasi dengan sesama kita, itulah salah satu sebab mengapa HP dan situs pertemanan seperti facebook menjadi  begitu laris. Keharmonisan hubungan antar manusia  adalah kunci keberhasilan kerja, usaha, perkawinan dan bahkan juga kebahagiaan.

 

Kadang untuk mengubah satu orang saja sulit apa lagi dunia, namun saya teringat sebuah cerita lama yang sangat menginspirasi saya, tentang anak menantu wanita dan mertua wanita.

 

Zaman dahulu di negeri China adalah hal yang biasa setelah menikah seorang anak wanita meninggalkan orang tuanya dan pindah ke rumah suaminya tinggal bersama dengan mertuanya. Demikian juga dengan Lie Hua gadis cantik dari keluarga kaya yang menikah dengan keluarga kaya. Ia pindah ke rumah suaminya yang merupakan kesayangan ibunya.

 

Seperti yang sering dialami ibu-ibu lainnya yang punya perasaan anak lelakinya kini memberi perhatian lebih kepada istrinya dibandingkan kepada dirinya. Demikian juga sang istri yang kadang merasa sang suami yang ‘anak mama’ ini sering mengabaikan dirinya untuk kepentingan ibunya yang terkadang seperti mengada-ada untuk sengaja merebut perhatian suaminya.

 

Bisa dibayangkan bagaimana sulitnya hubungan menantu dan mertua ini. Setiap hari ada ketegangan-ketegangan baru, dari yang tadinya perang diam-diam telah pecah menjadi perang terbuka. Sampai akhirnya Lie Hua tidak tahan dan berpikir untuk meracuni mertuanya hingga mati.

 

Pergilah Lie Hua ke toko obat dan bertemu dengan tabib tua langganan yang juga sahabatnya itu. Sejak menikah, setiap pergi untuk beli obat Lie Hua memanfaatkan kesempatan untuk curhat kepada tabib sahabatnya. Saat pemikirannya telah bulat untuk meracuni sang mertua, maka disampaikan niat itu kepada sang tabib.

 

Maka sang tabib sahabatnya bilang, “Kalau saya memberikan kamu racun yang kuat maka semua orang akan mencurigai kamu sebagai pembunuhnya dan akan menyerahkanmu ke pemerintah untuk menjalani hukuman gantung. Oleh sebab itu saya akan meramu racun yang lemah, yang bekerja perlahan sehingga setelah lama memakan racun itu, baru ia akan mati. Dan untuk menghilangkan kecurigaan orang-orang kepadamu, maka kamu harus mengubah sikap kepada mertuamu, berbuat baik kepadanya dan masakkan sup kesukaannya setiap hari yang telah dibubuhi racun dari ramuan saya. Setelah setiap hari meminumnya selama 3,5 bulan barulah dia akan mati.”

 

Dengan senyum senang, pulanglah Lie Hua ke rumah dan mulai hari itu Lie Hua menjalankan strategi yang dianjurkan oleh sang tabib. Sikap Lie Hua berubah, menjadi penyabar, penyayang walaupun sang mertua berbuat kasar kepadanya sekalipun. Seiring berjalannya waktu belum genap 3 bulan, sikap mertua pun berubah kepada Lie Hua, semakin hari semakin sayang melebihi sayangnya kepada anak lelakinya sendiri. Maka menyesallah Lie Hua akan niat buruknya, karena dia pun yang awalnya berpura-pura sayang menjadi benar-benar sayang kepada mertuanya.

 

Dengan raut sedih, datanglah Lie Hua ke toko obat untuk menemui tabib sahabatnya. Menyesal dan mulai menangis karena Lie Hua tahu bahwa usia mertua tersayangnya tinggal 15 hari lagi. Lie Hua dengan meratap memohon kepada tabib untuk memberikan obat penangkal racun. Namun dengan senyum bijaksana, sang tabib berkata, “Tenanglah Lie Hua, racun yang selama ini kamu berikan kepada mertuamu bukanlah racun yang sesungguhnya, tetapi suplemen kesehatan. Racun kedengkian di hati kalian berdua telah punah dengan perubahan sikapmu Lie Hua.”

 

Kisah tersebut menginspirasi saya bahwa kita tidak bisa mengubah seseorang apalagi dunia jika kita sendiri tidak berubah. Mulailah dari diri kita, di saat kita berubah maka hanya masalah waktu dunia akan berubah bersama dengan kita.

 

Berubahlah, jika selama ini Anda merasa dunia atau kehidupan begitu keras kepada Anda. Berubahlah untuk mau bekerja keras, berpikir positif dan berjuang, maka hanya masalah waktu saja dunia atau kehidupan akan lunak kepada Anda. Karena jika Anda lunak kepada diri anda, maka kehidupan akan keras kepada Anda, namun jika Anda keras kepada diri Anda, maka kehidupan akan lunak kepada Anda. Hidup ini adalah pilihan teman. Dan saya yakin Anda punya pilihan yang bijaksana.

 

Karena jika Anda lunak kepada diri Anda, maka kehidupan akan keras kepada Anda, namun jika Anda keras kepada diri Anda, maka kehidupan akan lunak kepada Anda.