Cara Tepat Menentukan Oli Aditif Terbaik untuk Kendaraan

Cara Tepat Menentukan Oli Aditif Terbaik untuk Kendaraan

Tahukah Anda kalau penyebab kondisi kendaraan mobil atau motor yang semakin turun salah satunya karena adanya kerak yang timbul pada ruang mesin atau ruang bakar kendaraan? 

Ada beberapa faktor yang menyebabkan ruang bakar mesin berkerak, misalnya kualitas bahan bakar yang buruk atau tingkat oktan rendah yang digunakan pada mesin sepeda motor tersebut. Tanpa disadari, hal itu menyebabkan timbulnya kerak saat pembakaran. Selain itu, banyaknya unsur parafin, sulfur, dan lainnya yang kadang ikut masuk ke dalam ruang bakar mesin juga menjadi penyebabnya. 

Kerak pada mesin kendaraan juga bisa dikarenakan oli dan debu yang masuk ke ruang bakar. Kurangnya perawatan pada filter udara atau sering terlambat mengganti oli mesin sesuai ketentuan, juga bisa menjadi faktor timbulnya kerak pada mesin kendaraan. Oleh karena itu, sangat disarankan kepada pemilik kendaraan untuk selalu melakukan pencegahan timbulnya kerak. 


Untuk mencegah agar tidak terjadi kerak pada ruang bakar mesin kendaraan, Anda sebaiknya menggunakan oil  treatment/oli aditif. Oli aditif ini merupakan senyawa yang dapat memperbaiki atau menguatkan spesifikasi atau karateristik minyak lumas dasar oli.

Apa manfaat menggunakan oli aditif?
- Membuat kinerja mesin lebih terlindungi
- Membuat oli lebih lama tahan dari panas
- Suara mesin lebih halus, adanya peningkatan performa mesin dan bahan bakar lebih irit
Seperti pada tulisan Laporan Penelitian Indartono (2005) yang terdapat pada Indonesian Science and Technology Digital Library milik Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), disebutkan dari hasil pengujian yang dilakukan menunjukkan bahwa oli aditif  yang dicampur dengan minyak pelumas mampu meningkatkan kualitas mesin kendaraan.


Untuk itu, Anda harus lebih berhati-hati dalam menentukan produk oli untuk mesin kendaraan. Jangan sampai oli yang Anda pilih memperburuk kendaraan. Berikut ini terdapat beberapa hal yang akan terjadi jika Anda salah memilih oli aditif, antara lain:

- Menghambat aliran oli ke komponen mesin utama karena mengandung senyawa teflon.
- Mengandung senyawa kimia yang dapat berisiko memicu pembentukan jeli.
- Merusak senyawa oli karena terlalu asam atau basa.
Dengan demikian, Anda harus pastikan pemilihan oli aditif yang dipilih memang benar dan tepat, sehingga kendaraan Anda mendapatkan khasiat atau manfaat sesuai harapan. Lalu, bagaimana cara  mendapatkan oli aditif yang berbahan alami sehingga tidak mengganggu kerja oli?  Silahkan simak pada artikel selanjutnya, ya! (Angga/Dwita/Marini)