Vegetarian: Yes or No?

Vegetarian: Yes or No?
Saat ini, banyak orang terutama kaum wanita yang berpendidikan dan berasal dari kelas sosial tinggi memilih gaya hidup untuk menjadi vegetarian salah satunya karena alasan kesehatan. Vegetarian sendiri adalah gaya hidup dengan tidak mengonsumsi daging, produk unggas, ikan dan produk turunannya, termasuk susu, keju, madu dan telur yang penerapannya ternyata memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Untuk menjadi seorang vegetarian, Anda harus mempertimbangkan segala faktor yang dapat berisiko untuk kesehatan Anda.

Menjadi seorang vegetarian perlu perencanaan yang baik, agar apa yang dilakukan bisa bermanfaat bagi kesehatan. Menu makanan kaum vegetarian pun harus diatur dengan tepat agar dapat mencukupi kebutuhan tubuh akan semua zat gizi, terutama kandungan protein.

Adapun asupan gizi yang diperoleh dari bahan pangan nabati seperti kacang-kacangan, antara lain kedelai dan bisa diolah menjadi tahu atau tempe.Tahu dan tempe misalnya bisa diolah menjadi perkedel tempe, steak tempe atau sup tahu.

Diet vegetarian memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing.  Menurut dokter Umum RSUAM, Yeni Eka Jayani, manfaat yang bisa diperoleh diet vegetarian salah satunya mencegah berbagai jenis penyakit degeneratif. Diantaranya, kolesterol tinggi, jantung koroner, asam urat, hipertensi, diabetes, asam urat dan kanker. Buruknya pola makan, konsumsi lemak hewani, protein, garam dan gula terlalu banyak namun sedikit serat dapat menyebabkan timbulnya penyakit-penyakit tersebut.

Baca Juga    : Nutrisi Sehat Selama Diet


Sebaliknya, minimnya konsumsi bahan pangan hewani yang ternyata dibutuhkan oleh tubuh menjadi sisi negatif dari diet vegetarian. Akibatnya, tubuh menjadi kekurangan asam lemak, omega 3, vitamin B12, kalsium dan beberapa jenis mineral. Selain itu, berdasarkan Prof. Dr. Ir. Ali Khomsan, Guru Besar Jurusan Gizi Masyarakat dan Sumber Daya Keluarga IPB, menjadi vegan akan mempengaruhi perkembangan dan pertumbuhan seseorang karena kekurangan protein terutama protein hewani yang justru dibutuhkan untuk membangun tubuh.  Orang-orang vegetarian juga biasanya menderita anemia atau kurang darah karena minimnya asupan zat besi dan vitamin B 12 dari produk hewani.Hal inilah yang menyebabkan pola diet vegetarian tidak cocok untuk atlit maupun anak-anak berusia dibawah 18 tahun yang masih dalam masa pertumbuhan.
 
Macam-macam vegetarian

Terdapat tiga golongan vegetarian yaitu pure vegetarian (vegan), lacto vegetarian, dan lacto-ovo vegetarian.

Pure vegetarian
adalah orang yang benar-benar hanya konsumsi bahan makanan dari tumbuhan dan sama sekali tidak mengonsumsi bahan makanan dari hewani.

Lacto vegetarian
adalah vegetarian yang masih mengonsumsi susu.

Lacto-ovo vegetarian adalah vegetarian yang masih mengonsumsi susu dan telur serta paling banyak diikuti orang.

Mengonsumsi sayur dan buah-buahan saja tidaklah cukup. Sebagai pengganti bahan pangan hewani, vegetarian tetap memerlukan suplemen tertentu diluar menu utamanya yang mengandung zat besi dan vitamin B kompleks, terkecuali bila vegetarian tidak merasakan gangguan kesehatan, maka tidak perlu mengonsumsi suplemen tambahan.

Manfaat diet vegetarian

Menjadi vegetarian telah terbukti secara klinis berdasarkan penelitian memiliki beberapa manfaat, antara lain:

1. Dapat menurunkan berat badan



Berdasarkan sebuah studi, ditemukan bahwa berat orang yang terus memakan daging akan terus bertambah selama periode lima tahun, jika dibandingkan dengan yang vegetarian. Para peneliti juga menemukan bahwa berat badan vegetarian vegan berkurang ketika usia mereka bertambah.


2. Tingkat kolesterol yang lebih baik



Para ilmuwan di University of Toronto dan Rumah Sakit St Michael menunjukkan bahwa vegetarian yang mengonsumsi bahan nabati tertentu dapat menurunkan kadar kolesterol seefektif terapi obat.

 
3. Harapan hidup lebih lama, lebih sehat, awet muda dan panjang umur



Dengan pengurangan berat badan sehingga menjadi ideal melalui diet vegan, kita akan terhindar dari resiko timbulnya beberapa penyakit lain seperti diabetes, serangan jantung atau darah tinggi yang dapat mengakibatkan kematian. Sebuah penelitian yang dilakukan di British Journal of Health Psychology menemukan bahwa asupan sayuran yang besar juga dapat menghasilkan lebih banyak energi, ketenangan, perasaan bahagia, dan dampak positif pada suasana hati lainnya.


4. Berisiko lebih rendah terkena kanker



Sesuai dengan studi Lembaga Kanker Amerika, menunjukkan diet vegan dapat meningkatkan sistem imunitas yang mampu melawan berbagai jenis penyakit kanker sehingga dapat memperpanjang usia hingga 10 tahun ke depan dibandingkan orang yang makan daging merah. Hal ini terjadi karena penurunan resiko kanker payudara,  kanker usus besar, kanker lambung, kanker prostat, dan kanker pankreas.


5. Memperlancar proses pencernaan



Selain keseimbangan gizi, makanan vegetarian yang mengandung serat dari sayur-sayuran maupun buah dapat memperlancar proses pencernaan, membantu proses metabolisme tubuh serta meringankan kerja usus maupun lambung dalam melakukan pengolahan.

6. Kulit lebih sehat



Mengonsumi sayuran yang mengandung banyak mineral serta antioksidan dapat mempercantik dan menyehatkan kulit dengan melancarkan sirkulasi darah dan pigmen kulit yang seimbang. Sebuah studi menyebutkan konsumsi sayuran segar dan mentah dapat menghindarkan tubuh dari senyawa AGEs (Advanced Glycation Endproducts ) yang tidak baik dan berasal dari makanan yang dimasak dengan suhu tinggi. Zat inilah yang menyebabkan penuaan dini, keriput, dan peningkatan lemak di perut.


7. Meningkatkan hormon seksual




Libido dan hormon seksual pada tubuh dipercaya dapat ditingkatkan dengan konsumsi makanan nabati sayuran atau buah-buahan seperti stroberi, kacang almond, ubi, dan semangka. Sebuah penelitian di Ceko bahkan menyebutkan bahwa bau tubuh seorang vegetarian diakui lebih menarik dan menyenangkan daripada mereka yang sering memakan daging.


Dari 7 manfaat di atas, ternyata diet vegetarian juga memiliki efek samping yang harus kita waspadai. Berikut akan di bahas 6 resiko dari diet vegetarian.

Resiko Diet Vegetarian


1. Kurangnya Vitamin B12



Vitamin B12 yang dapat diperoleh dari susu dan telur berguna untuk memperlancar proses metabolisme tubuh, pemeliharaan sistem saraf pusat dan pembentukan sel darah merah. Berdasarkan para ahli dari University of Maryland Medical Center, kekurangan vitamin B12 sangat berbahaya untuk kehamilan disamping dapat mengakibatkan anemia (kurang darah), lemas, gangguan keseimbangan serta kesemutan pada lengan dan kaki.


2. Kurangnya Zat Besi


Tidak mengonsumsi daging merah, unggas atau pun ikan dapat menyebabkan Anda kekurangan zat besi dan anemia. Gejala kekurangan zat besi meliputi kelelahan, lemas, lambatnya perkembangan kognitif dan rentan terhadap infeksi.

Agar tidak berisiko melahirkan bayi prematur atau berat badan rendah, wanita hamil sangat memerlukan zat besi. Karena itulah, sesuai anjuran The National Institut for Health (NIH) vegetarian harus mengonsumsi zat besi nabati dua kali lebih banyak karena jenis zat besi ini lebih sulit diserap tubuh dibandingkan zat besi hewani. Selain itu, asupan vitamin C atau buah jeruk sangat disarankan bagi para vegetarian untuk meningkatkan penyerapan zat besi.


3. Kurangnya seng (zinc)





Zinc atau seng merupakan mineral yang berguna untuk mendukung sistem kekebalan tubuh dalam mempercepat proses penyembuhkan luka serta membantu meningkatkan indera perasa atau pengecap. Seng diperoleh dari makanan berprotein tinggi seperti daging serta daging unggas berwarna gelap. Minimnya asupan zinc mengakibatkan penurunan nafsu makan, resiko terhadap infeksi, rambut rontok dan sejumlah gejala lain. Para vegetarian dapat memperoleh asupan seng melalui konsumsi buncis, kacang putih, kacang merah, gandum, kacang-kacangan, kacang tanah dan selai kacang.

4. Kekurangan Vitamin D atau Kalsium




Kalsium untuk membentuk tulang yang kuat dan kokoh diperoleh paling baik dari produk susu. Ketika Anda tidak mengonsumsi susu, yoghurt dan mentega, cobalah menggantinya dengan sereal, roti dan jus yang telah ditambah kalsium, brokoli dan kubis. Kurangnya asupan kalsium dalam tubuh mengakibatkan osteoporosis dan kepadatan tulang menipis, munculnya masalah gigi dan kondisi medis lainnya. Selain tulang, kalsium memperlancar peredaran darah, menggerakkan otot, membantu saraf dalam mengirimkan pesan dari otak, serta melepaskan hormon-hormon dan enzim. Namun, kalsium akan sulit  didapatkan jika tidak makan makanan hewani seperti telur dan susu. Sebagai alternatif, kalsium masih bisa didapatkan dari tahu dan tempe, kacang kedelai, jus, brokoli, sayuran hijau daun, dan kacang almond.


5. Kolesterol terlalu rendah



Dengan lebih sering mengonsumsi sayuran mentah, seorang vegetarian memiliki kadar kolesterol tubuh yang rendah. Akan tetapi tetap harus waspada bila tingkat kolesterol terlalu rendah karena dapat berujung pada kematian.


6. Minimnya Lemak Omega Tiga




Dalam makanan seorang vegetarian, tidak terdapat kandungan asam lemak omega 3 yang baik untuk kesehatan jantung. Akibatnya, seorang vegetarian tetap berisiko terjangkit penyakit jantung.


Jadi, setelah membaca plus minus menjadi seorang vegetarian di atas, Anda kini dapat memutuskan untuk menjadi seorang vegetarian atau tidak dengan mempertimbangkan baik buruknya.

So, Yes or No?

Tentukan pilihan yang tepat sesuai dengan kondisi tubuh Anda, ya! (Marini)    

Artikel Rekomendasi    : Diet Sehat Aman Dengan Organik