Pria Narsis Rentan Terserang Stroke

Pria Narsis Rentan Terserang Stroke
Kaum pria, hati-hatilah dalam mencintai diri sendiri. Jangan sampai yang berlebihan ya. Pasalnya, sebuah penelitian membuktikan bahwa pria narsis rentan terhadap stroke. Ga mau kan punya penyakit cuma gara-gara narsis?

Sebelum mengetahui apa hubungannya antara narsis dengan serangan stroke, maka tidak ada salahnya untuk mengenal terlebih dahulu mengenai apa saja yang dapat menyebabkan serangan yang membahayakan ini.

Sebenarnya, ada banyak penyebab yang mengakibatkan serangan stroke terjadi, salah satunya dengan tidak merawat kesehatan jantung. Sudah kita ketahui bersama betapa besarnya peranan jantung terhadap tubuh kita. Jantung merupakan salah satu organ penting dalam tubuh manusia yang bekerja memompa darah keseluruh bagian tubuh, terjadinya penurunan fungsi pada organ ini dapat menyebabkan permasalahan yang serius. Sehingga, apabila kita mengabaikan kesehatan tubuh termasuk kesehatan jantung semisal adanya gaya hidup yang buruk merupakan salah satu akar penyebab penyakit yang mengganggu sistem kerja otak dan berujung pada penyakit stroke.

Stroke sendiri merupakan penyakit pembuluh darah otak yang ditandai dengan reaksi pada jaringan otak akibat adanya penyumbatan, penyempitan atau pecahnya pembuluh darah pada otak yang menyebabkan pasokan darah dan oksigen yang menuju otak menjadi berkurang dan menimbulkan kerusakan atau matinya sel saraf pada otak. Dari stroke bisa menjadikan seseorang menderita kelumpuhan bagian tubuh hingga kematian.

Lalu Apa Hubungan Narsis Dengan Serangan Stroke?





Baca Juga : BEKAS LUKA HILANG, TAMPIL PERCAYA DIRI: 5 BAHAN ALAMI (I)

Narsistik merupakan perilaku mencintai diri sendiri yang berlebihan. Narsis ini tidak hanya pamer di jejaring sosial saja, melainkan juga ingin selalu menang sendiri, baik dengan orang lain maupun pasangannya.

Terdapat penelitian yang menyebutkan bahwa pria yang terlalu memuja dirinya sendiri dalam kadar yang berlebihan dapat berbahaya juga cenderung sering mengalami depresi dan menyebabkan stroke. Penelitian tersebut dilakukan di University of Michigan.

“Berdasarkan penelitian yang dilakukan pada 106 Mahasiswa, kami mendapatkan hasil bahwa orang yang dikategorikan naristik memiliki hormon kortisol lebih tinggi,” ujar Sara Konrath, PhD., Professor Assistant, University of Michigan Reserach Center for Group Dynamics.

Konrath mengatakan bahwa hormon kortisol ini dapat meningkatkan kadar stres yang akhirnya dapat memicu tibulnya emosional kronis dan penyakit, seperti jantung dan stroke. Konrath menambahkan bahwa fenomena medsos ini yang melaju pesak dalam mendorong seseorang untuk memiliki sifat narsis yang termasuk dalam penyakit mental. Medsos  dapat membuat manusia merasa hidup di dunianya sendiri dan akhirnya akan menjadi lebih nyaman menghindari dari interaksi sosial.

Selain rentan terkena stroke, ternyata seseorang yang narsis juga cenderung memiliki teman yang sedikit, sering kesepian dan susah bergaul. Jadi gimana kaum adam? Masih mau menunjukkan ke-narsis-an Anda? Boleh narsis namun jangan berlebihan ya, karena mencintai diri sendiri tidak pernah menjadi sesuatu yang negatife atau buruk selama Anda tahu bagaimana mencintai diri sendiri dengan cara yang baik dan kembali lagi, tidak berlebihan.  (Inggrid N/dari berbagai sumber)

Artikel Rekomendasi : Pria Pun Dapat Mengalamai Masalah Organ Intim