WASPADAI DAMPAK NEGATIF INSOMNIA

WASPADAI DAMPAK NEGATIF INSOMNIA
Menurut Wikipedia, insomnia adalah gejala kelainan dalam tidur berupa kesulitan untuk tidur. Dengan waktu tidur yang relatif singkat, insomnia tidak hanya dapat mempengaruhi kesehatan kulit  dan menyebabkan stres, namun insomnia juga dapat berujung kepada kematian. Karena itu insomnia tidak dapat dianggap remeh, sebelum insomnia semakin parah, segera ambil langkah penanganan yang tepat.

Penderita insomnia sendiri biasanya memiliki waktu tidur yang lebih singkat dari orang normal, yaitu hanya 3-4 jam saja, sementara orang normal dewasa pada umumnya memiliki waktu tidur selama 6-7 jam. Berdasarkan salah satu penelitian terbaru, sebanyak 30-45% orang dewasa di seluruh dunia mengalami insomnia, sedangkan sumber lainnya memperkirakan ada 28 juta penderita insomnia di Indonesia.

Namun mengingat insomnia merupakan kondisi medis yang jarang terdiagnosis, maka jumlah penderitanya juga diperkirakan lebih besar dari hasil penelitian yang ada. Bahkan tingkat kejadiannya semakin tinggi seiring dengan proses penuaan dan semakin tingginya tingkat stres yang dihadapi. Pada umumnya insomnia dianggap sebagai sesuatu hal yang lumrah, sehingga biasanya dibiarkan saja tanpa penanganan apapun.

Tidak semua tipe insomnia berbahaya, namun ada tipe tertentu yang tidak bisa dianggap sepele. Tiga tipe insomnia, yaitu:

1. Insomnia transien, yaitu kesulitan tidur yang berlangsung kurang dari seminggu dan disebabkan oleh stres akut, perubahan jam kerja atau jet lag.

2. Insomnia jangka pendek, yaitu kesulitan tidur yang berlangsung selama 1-4 minggu dan disebabkan oleh stres terus menerus, penyakit akut atau obat-obatan tertentu.

3. Insomnia kronik, yaitu kesulitan tidur yang berlangsung lebih dari sebulan dan disebabkan oleh adanya gangguan kimia otak atau hormon serta gangguan psikiatri.

Dari ketiga tipe insomnia tersebut, tentunya tipe ketigalah yang patut diwaspadai karena mau tidak mau bila Anda terus menerus kurang tidur dalam jangka waktu yang cukup lama, maka penyakit ini akan memberikan dampak negatif yang cukup signifikan terhadap tubuh Anda.


DAMPAK NEGATIF INSOMNIA

Insomnia yang terjadi berkepanjangan akan memberikan efek buruk terhadap kehidupan Anda maupun tubuh Anda. Berikut ini adalah efek negatif dari insomnia:

1. Dapat menyebabkan terjadinya kerusakan pada fungsi otak secara perlahan, sehingga dapat menyebabkan kehilangan memori pada otak dan mulai sering lupa.

2. Terganggunya tingkat kewaspadaan, konsentrasi, penalaran dan pemecahan masalah. Sehingga akan menyebabkan kesulitan dalam proses belajar dan tidak efisien.

3. Sering mengalami sakit kepala yang hebat dan tak kunjung sembuh.

4. Dapat menyebabkan kelelahan mental, cepat marah dan memperparah depresi yang dapat mengakibatkan berkurangnya nafsu makan, bahkan timbulnya keinginan bunuh diri.

5. Dapat menimbulkan dan memperparah gejala penyakit–penyakit berbahaya seperti hipertensi, diabetes, kanker dan penyakit lainnya dikarenakan tidak terjadinya proses regenerasi organ-organ tubuh yang seharusnya terjadi pada saat kita tertidur lelap dan istirahat.

6. Akan mengalami penuaan dini dan gangguan kesehatan kulit. Karena kita kekurangan tidur, maka tubuh akan mengeluarkan hormon stres (kortisol) dan bila hormon kortisol memecah kolagen dalam tubuh, maka dapat menyebabkan kulit menjadi tidak elastis, kenyal dan kencang lagi. Kulit akan mulai terlihat pucat, kering dan berkerut di wajah dan sekitar mata. Selain itu, kerusakan kolagen akan mengakibatkan tanda-tanda penuaan yang lain seperti keroposnya tulang dan gigi, nyeri pada sendi, kerontokan rambut, sering lupa, berkurangnya penglihatan dan lainnya.

7. Menyebabkan obesitas atau kegemukan tubuh. Karena proses metabolisme dan perbaikan organ tubuh terjadi pada saat tidur. Bila kekurangan tidur, maka proses metabolisme tubuh akan menurun drastis sehingga tubuh akan mengalami kesulitan dalam membuang toksin dan lemak yang tertimbun dalam tubuh.

8. Dapat menyebabkan kematian. Sebuah penelitian dari American Cancer Society terhadap 1,1 juta penduduk di Amerika menemukan bahwa mereka yang tidur sekitar 7 jam setiap malam memiliki tingkat kematian terendah. Sementara orang-orang yang tidur kurang dari 6 jam atau lebih dari 8 jam lebih tinggi tingkat kematiannya. Tidur selama 8,5 jam atau lebih setiap malam dapat meningkatkan angka kematian sebesar 15%. Insomnia kronis - tidur kurang dari 3,5 jam (wanita) dan 4,5 jam (laki-laki) juga dapat menyebabkan kenaikan sebesar 15% tingkat kematian akibat penyakit kardiovaskular (diabetes, hipertensi dan stroke). Selain mengontrol durasi tidur dan insomnia, penggunaan pil tidur juga berkaitan dengan peningkatan angka kematian.


CARA MENGATASI INSOMNIA

Seperti disebutkan sebelumnya, bila dibiarkan saja, insomnia dapat berdampak tidak baik bagi kesehatan tubuh dan psikis. Oleh karena itu, bila Anda sudah mulai merasakan sulit tidur, sebaiknya segera atasi sebelum semakin parah. Dibawah ini ada beberapa tips untuk mengatasi masalah insomnia:

•    Membuat situasi kamar yang nyaman. Jagalah kebersihan kamar dan ranjang Anda. Akan sangat maksimal bila menggunakan K-E Mattress. K-E Mattress merupakan alas tidur yang dilengkapi dengan ion negatif dan sinar infra merah jauh. Tubuh akan menjadi lebih rileks dan tenang, serta dapat meningkatkan kualitas tidur dan menghilangkan keletihan pada tubuh. Saat bangun tidur, Anda akan merasa lebih segar dan sehat.
•    Matikan lampu dan nyalakan lilin aromatherapy. Dengan begitu, tubuh akan rileks dan siap untuk istirahat.
•    Olahraga yang teratur akan meningkatkan metabolisme tubuh. Setelah berolahraga, tubuh akan merasa lelah sehingga lebih mudah untuk tertidur.
•    Hindari minuman yang mengandung kafein seperti kopi dan teh di malam hari.
•    Hindari tidur terlalu lama pada siang hari.
•    Gunakan K-Tudung Elegance, sehingga Anda dapat terhindar dari sakit kepala dan peredaran darah pada kepala akan lebih lancar.
•   Usahakan untuk tidur dalam waktu yang sama dan bangun juga dalam waktu yang sama, kurang lebih selama 7 jam setiap harinya.
•    Mandi sebelum tidur. Dengan begitu tubuh menjadi bersih dan nyaman untuk istirahat.
•    Minum susu hangat sebelum tidur

 (Trisna/Marini).