Jangan Abaikan Gigi Sensitif

Jangan Abaikan Gigi Sensitif
Berdasarkan hasil studi Survei Kesehatan Rumah Tangga (SKRT) tahun 2011 menunjukkan angka kejadian masalah kesehatan gigi dan mulut mengalami kenaikan yang signifikan sebesar 81,2 % yang terjadi pada anak usia 3 sampai 5 tahun. Dari sekian banyak masalah gigi, gigi sensitif menjadi masalah yang banyak ditemukan.

Gigi merupakan alat yang digunakan untuk mengolah makanan saat kita makan. Dengan adanya gigi, kita dapat mengigit, memotong, mengunyah dan menghaluskan makanan yang kita makan. Proses dan cara kerja yang dilakukan gigi dinamakan mencerna makanan secara mekanik. Gigi berfungsi untuk mengunyah makanan menjadi halus. Hal ini sangat membantu kinerja enzim untuk mencerna makanan secara cepat dan efisien.

Karena sangat sering digunakan, tentu gigi juga memerlukan perawatan yang tidak boleh sembarangan, karena jika tidak dilakukan perawatan dan pembersihan pada gigi, hal ini akan menyebabkan banyak permasalahan pada gigi antara lain :

1.   Hipersensitifitas gigi seperti nyeri gigi, ngilu atau bengkak pada gusi dan gigi
2.   Gigi berwarna kuning kecoklatan
3.   Karies gigi seperti gigi rapuh, berlubang, kehitaman, gigi rusak
4.   Gusi mudah bengkak dan berdarah serta masih banyak lagi gangguan gigi lainnya


Pada artikel kali ini, kita akan membahas tentang gigi sensitif, gigi sensitif merupakan salah satu problem gigi yang mulai banyak terjadi di masyarakat.
Gigi sensitif terjadi karena ada penipisan pada lapisan email (lapisan luar gigi) sehingga lapisan tengah gigi, yang disebut dengan "dentin" menjadi terbuka. Dentin terdiri atas tabung-tabung kecil (tubula) yang menyambung ke ujung saraf dan dipenuhi dengan cairan. Apabila dentin yang terbuka ini terkena rangsangan dari makanan atau minuman yang dingin, panas, manis, ataupun asam akan menyebabkan ujung saraf bereaksi, memicu timbulnya rasa ngilu yang pendek dan tajam.

Penanganan untuk gigi sensitif tidak sembarangan tentunya, dibawah ini ada beberapa cara untuk mengatasi gigi sensitif :

1.   Gosok gigi secara perlahan

Semakin keras menggosok gigi, semakin tipis lapisan email kita, jadi sebaiknya gosoklah gigi dengan lembut dan perlahan. Dalam menggosok gigi, gunakan rumus merah-putih sebagai teknik menggosok gigi. Caranya, sikat gigi dari arah gusi secara vertikal. Kantong gusi dipijat dan kepala gigi diletakkan 45 derajat terhadap permukaan gigi seperti mencongkel.

2.   Jangan lakukan whitening terus menerus
Setiap orang tentu menginginkan gigi yang putih dan bersinar, akan tetapi jika terlalu sering melakukan whitening akan mempertipis email dan membuat dentin terekpos sehingga menimbulkan rasa sakit

3.   Hindari pasta gigi yang tinggi detergent
Pasta gigi yang terlalu banyak mengandung detergent, secara perlahan akan menipiskan email dan perlahan lahan akan memicu muncuknya rasa ngilu dan sensitif.

4.   Konsumsi makanan yang bergizi
Konsumsilah makanan bergizi yang mengandung kalsium seperti susu, keju, yoghurt, dan makanan yang mengandung flouride seperti ikan asin, rebusan tulang ayam, teh dan lain-lain.

5.   Periksakan gigi ke dokter gigi setiap 6 bulan sekali.

6.   Pilih sikat gigi yang berbulu lembut dan sesuai dengan ukuran mulut.


Gigi sensitif memang tidak terlalu berbahaya, akan tetapi gigi sensitif seringkali menjadi masalah kecil yang bisa mengganggu aktivitas sehari-hari anda, dan anda harus memperhatikan tingkat kerusakan gigi sensitif karena jika sudah parah maka tidak ada obatnya dan harus ditambal. (Jabbar/Inggrid)