Cara Sederhana Cegah Demam Berdarah

Cara Sederhana Cegah Demam Berdarah
Musim hujan sudah tiba, itu berarti penyakit musiman pun ada yang datang ”mengunjungi”, demam berdarah misalnya. Untuk melindungi terjangkitnya keluarga dari penyakit ini, maka sangat tepat jika melakukan pencegahan, tidak perlu cara yang repot, lakukan mulai dari cara sederhana.

 

Berdasarkan data tahun lalu, Januari hingga Maret 2015, di DKI Jakarta tercatat 1042 orang terserang Demam Berdarah Dengue (DBD). Angka penderita DBD tersebut walaupun mengalami penurunan dibandingkan dengan 2014, namun jumlah kematian karena nyamuk ini mengalami peningkatkan di tahun 2015.

 

Kondisi cuaca yang mudah berubah dari hujan ke panas seperti saat ini memacu merebaknya perindukan nyamuk yang bisa memicu timbulnya penyakit DBD. Demam berdarah merupakan penyakit menular melalui perantara nyamuk yaitu Aedes Aegypti dan Aedes Albopictus yang membawa virus dengue. Adapun gejala demam berdarah bisa terjadi secara mendadak dan berlangsung selama 2 sampai 7 hari. Demam pada penderita DBD sering disebut demam pelana kuda. Pasalnya, suhu tubuh penderita cenderung turun-naik (3 hari panas, hari ke-4 turun, dan naik lagi pada hari ke-5).

 

Perubahan suhu ini seringkali mengecoh. Saat suhu tubuh yang awalnya tinggi kemudian menurun, saat itu tidak sedikit anggota keluarga yang mengira si penderita sudah sembuh. Padahal bisa jadi si penderita mengalami syok. Selain itu, yang patut diwaspadai dari penyakit ini apabila demam tersebut diikuti dengan nyeri di bagian belakang mata, nyeri pada otot juga persendian serta yang paling khas ialah timbul bercak-bercak merah pada kulit.

 

Memang benar bahwa dulunya penyakit yang berasal dari nyamuk ini diidentikan dengan musim penghujan. Namun, seiring perubahan lingkungan dan siklus atau daur hidup nyamuk itu sendiri, penyakit mematikan ini dapat menyerang setiap saat tanpa mengenal musim.

 

Itu sebabnya, kewaspadaan tetap harus ditingkatkan di musim penghujan dimana banyak terdapat genangan air yang bisa menjadi sarang si nyamuk belang aedes aegypti sebagai biang penyebar demam berdarah dengue (DBD). Lindungi keluarga visa dimulai dari menghindarkan diri dari gigitan nyamuk, caranya bisa menggunakan lotion anti nyamuk, atau melindungi keluarga di rumah dengan menggunakan alat penghilang nyamuk seperti kelambu.

 

Hidup bersih dengan tidak membiarkan ada satupun jentik nyamuk di rumah dan lingkungan sekitar merupakan upaya pencegahan terbaik. Pada dasarnya kasus DBD dapat ditanggulangi asalkan tidak terlambat mendapat pertolongan medis. Jika selama ini nyamuk aedes aegypti dikenal suka berdiam di air bersih namun sekarang sejumlah penelitian melaporkan bahwa nyamuk ini juga ternyata juga bisa hidup di air yang sudah terpolusi. Misalnya di air comberan maupun air campuran kaporit, deterjen dan tanah.


Mencegah dari demam berdarah bisa dilakukan dari cara yang paling sederhana, yaitu memberantas sarang nyamuk yang bisa dilakukan dengan kegiatan 3M yaitu menguras tempat berkembang biak jentik, menutup wadah air, mengubur kaleng dan ban bekas. Lakukan pemeriksaan jentik secara berkala di penyimpan air atau tempat-tempat yang bisa menampung air seperti bak mandi, talang, dispenser, pot tanaman, bahkan tempat minum hewan peliharaan.


Atau bisa juga dengan melakukan larvasidasi, yaitu menaburkan bubuk larvasida atau pembunuh jentik ke dalam tempat-tempat penampungan air, terutama di tempat-tempat yang sulit dikuras.(Inggrid N)