Waspada Bahaya Bahan Kimia pada Kosmetik dan Produk Perawatan Tubuh

Waspada Bahaya Bahan Kimia pada Kosmetik dan Produk Perawatan Tubuh

Bagi wanita, perawatan wajah dan tubuh memang menjadi ritual yang dilakukan setiap hari dalam menunjang penampilan. Hal ini telah menjadi rahasia umum jika wanita gemar merias wajah dan tubuh agar tampil lebih cantik dari biasanya. Karena itu, tak jarang produk-produk kecantikan digunakan setiap hari seperti minyak wangi, deodoran, bedak, dan lipstik.

Beberapa produk terbukti bermanfaat bagi kulit, namun kenyatannya banyak pula beredar produk kecantikan yang mengancam kesehatan karena mengandung zat kimia berbahaya. Menurut penelitian, produk-produk tersebut menunjukkan adanya efek samping dari pemakaian kosmetik. Hal ini karena zat kimia pada produk kosmetik tersebut tidak baik untuk hormon dan sistem reproduksi wanita. 


Beberapa zat kimia bisa merusak hormon endokrin dan hal itu ditemukan pada produk-produk kecantikan. Dengan demikian, fungsi ovarium akan terganggu dan menyebabkan keguguran serta kemandulan. Berikut ini adalah beberapa contoh bahan kimia yang terdapat pada produk kosmetik dan perawatan tubuh, antara lain:

1. Sabun anti bakteri, mengandung triclosan yang bisa menyebabkan terganggunya produksi endokrin dan sistem reproduksi. Begitu juga dengan paraben, pengawet dan pembasmi bakteri yang terdapat pada sampo, sabun dan kondisioner yang berbahaya untuk kesuburan bila jumlahnya terlalu banyak. Jika hormon tidak seimbang, maka peluang untuk memproduksi sel-sel telur dan sperma yang sehat akan berkurang.

2. Hidrokinon, zat yang tidak boleh digunakan untuk rambut dan kulit ini hanya boleh digunakan untuk pengeras kuku. Kenyataannya, hidrokinon banyak disalahgunakan pada krim atau lotion pemutih kulit. Kemampuan hidrokinon untuk menghambat pembentukan melanin digunakan sebagai pencerah kulit popular, namun penggunaannya dalam jangka waktu lama akan menimbulkan hiperpigmentasi terutama pada daerah wilayah kulit yang terkena matahari langsung. Kulit pun akan berwarna kehitaman.

3. Bahan pewarna sintesis, sering digunakan pada produk lipstik, eyeshadow, dan blush on karena warnanya cerah. Umumnya, bahan pewarna sintesis ini digunakan sebagai zat warna kertas. Tekstil atau tinta zat warna ini merupakan zat karsinogenik. Sementara konsentrasi tinggi Rodhamin B yang terkandung di dalamnya dapat menimbulkan kerusakan hati.

4. Pewarna kuku dan pembersih cat kuku, mengandung aseton dan zat lain toluene yang membuat cat kuku terlihat berkilau ini tidak baik untuk tubuh. Zat lain yang terkandung pada cat kuku dapat pula menyebabkan ketidaksuburan, terganggunya produksi hormon, serta bila berkumpul di air susu ibu selama kehamilan akan sangat berbahaya untuk janin.

5. Aluminium, merupakan jenis logam berat, biasanya digunakan dalam kosmetik sebagai antiperspirants atau deodoran. Bahan ini dilaporkan sebagai penyebab penyakit Alzheimer, bahkan beberapa hasil penelitian mengungkapkan aluminium yang terdapat pada deodoran sebagai penyebab kanker payudara, meskipun hal ini masih terus diteliti lebih lanjut dan menjadi perdebatan di antara para ahli hingga saat ini.

6. Merkuri (raksa), merupakan golongan logam berat bersifat racun akut yang ditemukan pada produk kecantikan untuk memutihkan kulit. Bahan ini dapat menyebabkan risiko alergi, gatal, iritasi kulit, tidak berfungsinya otak, gelisah, gugup bahkan kerusakan ginjal serta liver.


Itulah beberapa informasi tentang bahaya kimia yang terkandung dalam produk kosmetik dan perawatan kulit. Merawat tubuh dan kulit penting, namun Anda harus berhati-hati dan cermat dalam memilih, ya! (Diah/Dwita/Marini)