Fakta vs Mitos Seputar Menyusui

Fakta vs Mitos Seputar Menyusui
Banyak sekali mitos yang berkembang di masyarakat mengenai ibu menyusui. Beberapa di antaranya merupakan fakta, namun tidak sedikit pula yang hanya mitos belaka. Lalu, manakah yang harus Anda percaya?


Berikut ini terdapat beberapa fakta dan mitos tentang ibu menyusui. Silahkan disimak, ya!
  1. 1. Tidak boleh makan pedas karena nanti bayinya akan diare
  2. Ini merupakan mitos belaka. Pada dasarnya, rasa air susu ibu (ASI) tidak akan dipengaruhi kebiasaan sang ibu yang mengonsumsi makanan pedas. Begitupun dengan kondisi bayi tidak akan mengalami diare karena hal ini. Namun, ibu menyusui tetap harus menjaga pola makannya seperti tidak mengonsumsi makanan yang terlalu pedas karena dapat menyebabkan diare pada ibu. Jika ibu menyusui mengalami diare, maka produksi ASI akan menurun.
  3. 2. Tidak boleh konsumsi makanan laut karena ASI-nya akan berbau amis
  4. Hal ini juga hanya mitos. Ibu menyusui sangat disarankan mengonsumsi makanan laut karena kandungan omega 3 dan protein tinggi yang sangat baik untuk perkembangan otak bayi. Makanan laut juga bermanfaat bagi penguatan dinding sel, mencegah jantung koroner dan mengontrol kolesterol dalam darah. Namun, sang ibu harus tetap memperhatikan pemilihan ikan atau makanan laut yang dikonsumsi. Usahakan pilih yang masih dalam kondisi segar dan tidak tercemar logam bahaya.
  5. 3. Tidak boleh minum es karena bayi bisa terkena flu
  6. Ini juga merupakan mitos. ASI selalu dalam suhu yang lebih hangat dari suhu ruangan. Suhu ASI kurang lebih sekitar 37°-38°C, sehingga tidak perlu khawatir suhu ASI akan berubah. Sebetulnya, dengan terlalu banyak minum es, dikhawatirkan kondisi sang ibu akan menurun seperti menderita flu dan dapat menularkan kepada bayinya.
  7. 4. Bayi yang baru lahir dapat bertahan, walau tanpa ASI selama 48 jam
  8. Ini merupakan fakta. Beberapa wanita yang baru melahirkan belum dapat mengeluarkan ASI, hal seperti ini sering membuat sang ibu bingung dan depresi.  Apabila ASI belum keluar atau jumlahnya masih sangat sedikit setelah melahirkan, maka Anda tidak perlu khawatir karena pada dasarnya bayi masih memiliki cadangan cairan yang cukup untuk tubuhnya selama 48 jam pertama. Namun, sang ibu harus tetap menjaga kontak kulit dengan bayi agar bayinya selalu merasa nyaman.
  9. 5. Payudara ibu kecil, sehingga tidak dapat memproduksi banyak susu
  10. Faktanya, payudara besar maupun kecil tidak berpengaruh terhadap jumlah produksi ASI. Semua tergantung dari mindset dan kecukupan nutrisi ibu.
  11. 6. Ibu yang sedang menyusui tidak boleh stres
  12. Hal ini benar. Ibu yang merasa bahagia akan membuat hormon oksitosin naik, sehingga ASI mengalir deras. Jika ibu dalam keadaan tertekan atau stres, otak tidak mampu memproduksi hormon oksitosin dengan baik. Jadi, kondisi psikologi ibu menyusui harus selalu terjaga agar tetap gembira karena sangat memengaruhi produksi ASI.
  13. 7. Ibu menyusui tidak boleh minum kopi
  14. Faktanya ibu menyusui masih boleh minum kopi, tetapi harus dibatasi seperti tidak boleh minum lebih dari dua cangkir kopi sehari. Meskipun kafein dapat masuk ke dalam ASI, jumlahnya yang masuk sangatlah sedikit. 
  15. 8. ASI ibu encer, tandanya ASI tersebut tidak bagus
  16. Ini mitos. Terkadang, orang tua suka berkomentar ASI yang encer dan tidak kental itu tandanya ASI tersebut kurang bagus. Padahal terdapat tiga jenis ASI, yakni kolostrum, hindmilk dan foremilk. Kolostrum merupakan cairan kuning yang pertama kali keluar dari payudara ibu. Kolostrum akan keluar sesaat setelah ibu melahirkan, namun ada juga beberapa wanita sudah memproduksi kolostrum saat menjelang melahirkan. Kolostrum hanya keluar 1-7 hari pertama dan kaya akan kandungan imunitas dan vitamin A.

  17. Berbeda dengan kolostrum, foremilk lebih bersifat encer yang kaya akan laktosa dan protein serta penting untuk pertumbuhan otak bayi. Karena sifatnya yang encer, foremilk berguna untuk menghilangkan rasa haus pada bayi. Sementara itu, hindmilk keluar beberapa saat setelah foremilk. Sifatnya lebih kental dan mengandung lebih banyak lemak daripada foremilk serta bermanfaat untuk pertumbuhan fisik anak. Hindmilk yang lebih kaya lemak inilah yang memberikan efek kenyang pada bayi.
  18. 9. Dengan menyusui, akan mengembalikan berat badan ibu lebih cepat
  19. Ini merupakan fakta. Dalam memproduksi ASI, seorang ibu rata-rata akan membakar kurang lebih 1000 kalori per hari. Dengan demikian, menyusui membuat berat badan sang ibu kembali lebh cepat seperti semula.
  20. 10. Menghangatkan bayi lebih efektif dengan menempelkan tubuh bayi pada dada ibu
  21. Hal ini adalah fakta. Payudara ibu dapat mendeteksi perubahan suhu yang terjadi pada bayinya. Suhu payudara ibu dapat berubah menjadi lebih hangat ketika suhu tubuh bayi menurun. Oleh sebab itu, kontak skin to skin antara ibu dan bayi saat menyusui sangat diperlukan untuk menjaga bayi tetap merasa aman dan nyaman.


Dari sepuluh fakta dan mitos tadi, Anda dapat mengetahui mana informasi yang benar dan salah selama ini. Ternyata, ada hal-hal yang sering diperbincangkan di masyarakat merupakan mitos belaka. Sebaliknya ada yang dianggap sebagai mitos, ternyata itu adalah fakta. Jadi, jangan salah lagi ya, mom! (Fina/Dwita/Marini)