Mengenal Lebih Dekat Cacar Air – Penyebab dan Penanganannya

Mengenal Lebih Dekat Cacar Air – Penyebab dan Penanganannya
Pada artikel kali ini, kita akan membahas salah satu penyakit yang disebabkan virus. Virus ialah parasit berukuran mikroskopi yang dapat menginfeksi sel organisme biologis. Virus hanya bisa hidup dan bereproduksi dengan cara memanfaatkan sel makhluk hidup. Virus pun terbagi ke dalam berbagai jenis, tergantung dari sel-sel tubuh yang terinfeksi. Karena itu, penyakit yang disebabkan virus pun berbeda-beda. 

Salah satu penyakit  yang hampir setiap orang alami, terutama pada usia anak-anak di bawah 10 tahun adalah penyakit kulit berupa cacar air. Penyakit ini sering dipercaya cukup diderita sekali saja, setelahnya tidak akan terkena lagi. Padahal siapa saja bisa menderita cacar air lagi kalau daya tahan tubuhnya menurun.  


Penyebab dan Gejala

Cacar air (varicella simplex) adalah jenis penyakit yang disebabkan infeksi virus varicella zooster. Biasanya, penderita cacar air akan mengalami kemerahan pada kulit, keluar benjolan berisi air, lalu mengering dan menjadi koreng. Nah, bagian-bagian tubuh yang terkena cacar air biasanya ada pada wajah, lengan, kaki, belakang telinga, kulit kepala, dada, perut, dan punggung. Hal ini terjadi dalam waktu 7 hari, bahkan bisa lebih. Selain bintil-bintil merah, penderita juga akan mengalami demam. 

Penularan cacar air sangatlah mudah, sehingga siapa saja yang berada di sekitar penderita dengan daya tahan tubuh lemah, bisa ikut terkena. Virusnya dapat menular ke orang lain melalui kontak langsung atau lewat udara. 

Oleh karena itu, Anda wajib melakukan pencegahan cacar air agar penyebarannya tidak meluas. Salah satunya yaitu mengisolasi penderita dari tempat umum selama beberapa hari sampai benar-benar pulih. Misalnya anggota keluarga ada yang terkena cacar air, maka pisahkan kamar tidurnya dari yang lain. Dia pun sangat disarankan untuk tidak keluar rumah dahulu atau banyak melakukan aktivitas. 


Pencegahan dan Penanganan

Penyakit cacar air dapat dicegah dengan vaksinasi. Hal ini diyakini sangat efektif dalam mencegah cacar air pada setiap orang.  Meski begitu, Mitra K-LINK tidak boleh meremehkan karena daya tahan tubuh yang menurun dapat menyebabkan Anda terkena cacar air. Berikut ini adalah daftar siapa saja yang mudah menjadi penderita cacar air, antara lain: 
  1. 1. Bayi di dalam kandungan ibunya dimana sang ibu belum pernah menerima vaksin cacar air.
  2. 2. Ibu hamil yang belum terkena cacar air.
  3. 3. Anak yang sedang menjalankan pengobatan.
  4. 4. Orang yang memiliki ketahanan tubuh lemah
  5. 5. Orang yang terinfeksi cacar air secara langsung.
Untuk itu, tak ada salahnya kalau Anda mengetahui cara penanganannya dari sekarang. Bagaimana caranya? Berikut ini terdapat enam cara penanganan, yaitu: 

  1. 1. Jika si penderita adalah anak- anak, sebaiknya istirahat total di rumah dan lebih baik tidak pergi ke sekolah sampai benar-benar pulih. Hal ini untuk mencegah terjadinya penularan terhadap teman-temannya. 
  2. 2. Berikan minum air putih sesering mungkin yang diselingi dengan minum K-Liquid Chlorophyll dan dicampur madu K-Honey 5 in 1. Jika demamnya tidak menurun, dapat dibantu dengan obat penurun panas.
  3. 3. Biasanya penderita mengalami infeksi. Untuk mencegahnya, penderita perlu mengonsumsi K-LINK Propolis Platinum sebagai pengganti antibiotik. 
  4. 4. Penderita harus mandi selama tidak demam agar kebersihan tubuh terjaga. Dengan begitu, bintil tidak semakin menyebar ke bagian lainnya. Ketika mandi, penderita disarankan memakai sabun K-Care Chlorophyll Transparant Soap atau sabun K-Care Chlorophyll Body Shower. Kalau cacarnya sudah mengering, Anda bisa mengoleskan Gamat VitaGel agar bekas luka cepat pulih kembali.
  5. 5. Sangat disarankan untuk mengonsumsi makanan bernutrisi tinggi dan bergizi. Penderita juga dapat mengonsumsi K-Liquid Organic Spirulina 2x setengah saset/hari untuk anak-anak dan 2x1 bagi orang dewasa.
  6. 6. Anda patut waspada jika yang terkena cacar air adalah wanita hamil agar segera mendapat penanganan medis yang cepat dan tepat. Hal ini untuk mengantisipasi cacar air wanita hamil yang dapat mempengaruhi kondisi janin dalam kandungan.    

Perlu diketahui sekali lagi, sebenarnya cacar ini bukan penyakit yang hanya diderita sekali seumur hidup. Tapi, bisa kembali diderita kalau daya tubuh lemah. Jika kita menjaga kesehatan dengan baik, maka bisa saja kita tidak pernah terkena cacar air. Yuk, atur pola hidup sehat agar kesehatan tubuh selalu terjaga! (Diah/Dwita/Marini