Jangan Menyepelekan Muntaber (Bagian 2)

Jangan Menyepelekan Muntaber (Bagian 2)
Mitra K-Link di seluruh Indonesia kembali lagi dengan artikel kesehatan dan masih membahas tentang muntaber. Di artikel sebelumnya kita telah mengenal dan membahas mengapa muntaber harus di waspadai dan sebaiknya jangan disepelehkan. Khusus pada kesempatan kali ini kami akan memberikan informasi bagaimana cara mencegah dan mengobati muntaber.

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya bahwa muntaber bersumber dari adanya bakteri, kuman, virus, bahkan parasit yang menyebabkan terinfeksinya saluran pernafasan atau radang tenggorokan, saluran kandung kemih, dan tifus. Terlepas dari itu memerhatikan sanitasi dan kebersihan lingkungan juga masih menjadi pencegahan yang terbaik untuk penyakit muntaber. Berikut beberapa cara untuk mencegah terjadinya muntaber , antara lain :

Mencuci tangan pakai sabun sebelum makan, setelah buang air besar, sebelum menyiapkan makanan
- Makan makanan yang bergizi seimbang .
Membuang tinja padat tempatnya
Menjaga kebersihan toilet
Menjaga peralatan makan
Mencuci sayuran sebelum dimasak

Mengatasi Dehidrasi Muntaber

Yang paling ditakuti dari muntaber adalah terjadinya dehidrasi, kita harus dapat mencegah dan mengatasi dehidrasi sebagai pertolongan pertama. Usaha pertama untuk menolong penderita adalah dengan memberinya sebanyak mungkin cairan, sebelum dibawa berobat ke dokter atau rumah sakit. 

Selama penderita masih sadar dan dapat minum, berikanlah cairan melalui mulutnya. Selain air, perlu pula dikembalikan garam-garam mineral yang ikut hilang. Pertolongan pertama dapat dilakukan dengan memberikan larutan gula garam (oralit) dengan segera begitu terlihat adanya gejala-gejala muntaber agar tidak terjadi dehidrasi.

Setelah melakukan pertolongan pertama yaitu mengatasi gejala dehidrasi maka langkah kedua harus melakukan pengobatan dan menghentikan diare serta gejala-gejala lainnya , adapun beberapa jenis pengobatan dapat diberikan oleh penderita, mulai dari bahan kimia sampai dengan bahan-bahan bersifat alami.

Dari kedua jenis pengobatan tersebut memiliki peran yang sama , yaitu obat atau bahan obat yang bersifat antibakteri untuk membunuh penyebab utama muntaber tersebut, selain anti bakteri terdapat golongan lain seperti :
- Vitamin dan mineral untuk mengembalikan tenaga yang hilang dan meningkatkan nafsu makan
- Cairan elektrolit

Kimia atau Herba ?

Setiap orang pasti ingin memberikan kesehatan yang terbaik untuk diri sendiri ataupun orang yang dikasihi, sehingga dalam menentukan pengobatan pun juga akan memberikan yang terbaik. Sedikit mengupas antara pengobatan kimia dan herba untuk pengobatan muntaber, keunggulan menggunakan pengobatan kimia adalah harga yang lebih murah sedangkan kelemahannya adalah :
- Memiliki resiko ketergantungan
- Resiko resistensi antibiotik / kebal terhadap dosis jika aturan pakai tidak benar
- Efek samping (jangka pendek : diantaranya pusing, mulut kering dan jangka panjang : merusak organ hati dan ginjal)

Berbeda dengan produk yang berasal dari alam atau herba dimana keunggulannya cenderung lebih aman, tidak adanya ketergantungan dan efek samping yang minimal.

Apakah ada bahan alam (herba) yang membantu menangani muntaber ?

Pada sumber alam terdapat senyawa-senyawa yang bersifat antibakteri contohnya adalah flavonoid.  Flavonoid ini banyak sekali ditemukan di dalam madu dan buah-buahan.

Bagaimana mekanisme kerjanya ? Pembahasan ini akan kita kupas pada pertemuan selanjut nya ya, terus simak artikel kesehatan dari K-Link Indonesia.

Semoga informasi di atas dapat bermanfaat untuk kita semua ya, sampai jumpa di artikel selanjutnya salam sehat. (Angga/Inggrid)

Baca Bagian 1 | Baca Bagian 3