Sendawa Terus Menerus? Hati-Hati Bahaya 5 Penyakit Ini!

Sendawa Terus Menerus? Hati-Hati Bahaya 5 Penyakit Ini!
Tentu saja Anda pernah bersendawa, bukan? Sendawa merupakan hal yang lumrah dan biasanya terjadi setelah menyantap makanan. Sendawa itu sendiri sebenarnya adalah proses pengeluaran gas yang terdapat dalam saluran pencernaan. Hal ini disebabkan saat seseorang menelan atau memproduksi gas berlebih dalam saluran cerna. Anda dapat menelan gas berlebih jika makan terlalu cepat, sering mengunyah permen karet, minum-minuman bersoda, serta memakan beberapa jenis makanan yang dapat memproduksi gas berlebih. Semakin banyak gas yang terjebak dalam saluran cerna, maka akan semakin tinggi frekuensi sendawa.

Baca Juga    : 4 Makanan yang baik untuk kesehatan ginjal


Jika sendawa yang Anda alami dikarenakan hal di atas, maka Anda tidak perlu khawatir, karena hal itu tidak berbahaya dan akan berhenti dengan sendirinya. Namun jika Anda mengalami sendawa yang terus-menerus, maka Anda perlu mewaspadai beberapa jenis penyakit yang mungkin mengintai Anda, antara lain:

1.    Penyakit Reflux Asam Lambung atau Gastroesophageal Reflux Disease (GERD), merupakan penyakit yang cukup umum terjadi pada masyarakat. GERD merupakan kondisi dimana gas asam lambung naik hingga kerongkongan (esophagus) sehingga menyebabkan penderita mengalami nyeri ulu hati dan rasa mual.

2.    
Gastroparesis, penyakit ini disebabkan karena lemahnya otot-otot dinding lambung sehingga makanan sulit dicerna. Gastroparesis paling umum disebabkan karena lumpuh atau melemahnya saraf Vagus di dalam lambung. Saraf inilah yang mengatur kontraksi otot pada lambung. Jika hal ini terjadi, maka proses pengosongan lambung akan melambat dan atau makanan yang seharusnya turun menuju usus halus berbalik masuk kembali ke dalam lambung.

3.    Gastritis, ini merupakan kondisi yang paling umum terjadi. Merupakan kondisi dimana lapisan dinding lambung terkikis atau luka karena mengalami peradangan. Kondisi ini dapat disebabkan oleh berbagai macam faktor salah satunya infeksi bakteri, penggunaan obat-obatan anti nyeri secara berlebih, stres, alkohol, serta akibat gangguan pencernaan lainnya. Penderita yang mengalami gastritis akan merasakan mual, perih pada lambung, sendawa, serta perut kembung.

4.    Tukak lambung, merupakan kelanjutan dari gastritis. Tukak lambung ditandai dengan adanya luka pada dinding lapisan lambung. Tukak lambung ini terkadang bisa terjadi sampai usus kecil dan kerongkongan. Seseorang yang mengalami tukak lambung akan merasakan rasa perih atau nyeri sekitar perut dan akan bertambah parah jika perut dalam keadaan kosong.

5.    Infeksi bakteri Helicobacter Pylori,
bakteri H. Pylori merupakan sejenis organisme pathogen (jahat) yang menginfeksi perut. Kejadian paling sering dialami anak-anak. Bakteri ini dapat menyebabkan penyakit tukak lambung jika tidak tertangani secara cepat. Penularan bakteri ini dapat terjadi melalui makanan, minuman, air liur dan tinja. Faktor resiko yang memicu antara lain lingkungan yang kurang bersih, makanan atau minuman yang kurang matang serta biasanya terjadi pada masa kanak-kanak.


Hm, lalu bagaimana pencegahannya?

Bagaimana cara mencegah kelima penyakit yang berhubungan dengan lambung tersebut? Hentikan kebiasaan buruk yang selama ini menjadi pemicunya, seperti makan tidak disiplin, merokok, minum minuman bersoda, berkafein dan beralkohol. Jalankan gaya hidup sehat dengan makan secara teratur dan sedikit-sedikit guna menghindari perut kosong terlalu lama. Konsumsi juga buah-buahan dan sayuran yang kaya akan serat untuk membersihkan saluran pencernaan Anda serta hindari makanan yang terlalu pedas, asam atau berlemak. Bila ingin mengonsumsi susu, pilih susu skim atau susu berkadar lemak rendah seperti K-C Susu Skim Bubuk.



Mengapa harus K-C Susu Skim Bubuk? agar sekresi asam di dalam lambung tidak meningkat karena kalsium dalam laktosa atau asam lemak susu pada susu biasa. Terakhir, jangan lupa berolahraga secara rutin, ya! (Fina/Marini)

Artikel Rekomendasi    : 4 Tips menjaga Kesehatan Sistem Pencernaan Pada Tubuh